Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Tumpeng Songo dan Pawai Obor Ramaikan Grebeg Besar di Demak

Wahib Pribadi • Kamis, 29 Juni 2023 | 16:37 WIB

Iring-iringan tumpeng songo dari Pendopo Kabupaten Demak menuju Masjid Agung Demak menjadi salah satu acara pembuka Grebeg Besar Rabu (27/6) malam.
Iring-iringan tumpeng songo dari Pendopo Kabupaten Demak menuju Masjid Agung Demak menjadi salah satu acara pembuka Grebeg Besar Rabu (27/6) malam.
 

RADARSEMARANG.ID, Demak - Pemkab Demak menggelar tradisi iring-iringan tumpeng songo. Kegiatan pada malam Idul Adha ini merupakan bagian dari rangkaian Grebeg Besar 2023.

Bupati Demak dr Hj Eistianah SE mengungkapkan, tumpeng songo terdiri dari sembilan nasi tumpeng asli. Tumpeng-tumpeng tersebut dilengkapi dengan manggar kelapa asli serta gunungan hasil bumi yang dibentuk kerucut. Di dalamnya ada untaian padi, nanas, jambu, belimbing, jagung, kacang panjang, terong, gambas dan lainnya.

Tumpeng dan gunungan diiring dari Pendopo Kabupaten Demak menuju Masjid Agung Demak. Dalam iringan ini ada barisan santri yang membawa obor dengan api yang menyala-nyala. Iring-iringan tumpeng songo ini dihadiri Forkopimda dan masyarakat.

Sesampai di Masjid Agung, tumpeng dibawa dan dibagi jalurnya. Ada yang di sayap kiri, sayap kanan dan sayap tengah. Tiap tumpeng dijaga ketat keamanan tiga lapis. Baik dari unsur TNI, Polri, dan Banser. "Tumpeng kita doakan bersama. Setelah itu, tumpeng dipotong untuk dibagikan kepada masyarakat. Karena itu, masyarakat yang menginginkan nasi tumpeng asli ini bisa antre dengan tertib,"ujarnya.

Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Demak H Afief Mundzir menyampaikan, pelaksanaan tradisi tumpeng songo ini sebelumnya sudah disiapkan sedemikian rupa. "Sehingga dapat berjalan dengan lancar," kata Afief selaku koordinator seksi keagamaan Grebeg Besar.

Menurutnya, iringan tumpeng songo adalah perhelatan akbar. Acara tahun ini, kata dia, berbeda dengan yang pernah berjalan.

"Ini betul-betul tumpeng. Ini bagian dari rasa syukur jajaran pemerintah daerah. Karenanya, tumpeng akan didistribusikan dengan cara dibagikan dan bukan diperebutkan,"katanya. Panitia menyediakan 2 ribu nasi bungkus untuk masyarakat yang hadir

Tumpeng songo adalah acara untuk menumbuhkan spirit sakralitas Grebeg Besar yang perlu dilestarikan. "Dalam iring-iringan ini dikawal para anak muda atau remaja sebagai duta kabupaten,"katanya.

Ketua Takmir Masjid Agung Demak KH Abdullah Syifa menyampaikan, tumpeng songo mengandung filosofi kehidupan.

"Dalam tradisi tumpeng songo ini, ibu bupati selalu kepala daerah tentu ini sebagai sarana bersedekah. Yaitu, sedekah untuk rakyatnya. Juga sebagai rasa syukur bahwa dalam tahun ini bumi Demak diberi kelimpahan rejeki dan keselamatan. Rakyatnya makmur-makmur," katanya.

Untuk itu pula, tumpeng songo diberikan doa oleh para kiai dan sesepuh. "Jadi, dalam sejarahnya seperti itu. Dulu, yang kebagian berdoa dalam acara tumpeng songo adalah Sunan Giri dan Sunan Bonang."

Menurutnya, dalam tradisi tumpeng songo juga diiringi dengan pengajian di Masjid Agung Demak. Dulu, tradisi ini tidak hanya diikuti yang muslim saja. Warga nonmuslim juga turut dalam kegiatan rangkaian Grebeg Besar tersebut.

"Sehingga ada istilah ular-ular atau tausiyah. Ini adalah bagian dari dakwah atau tradisi budaya sehingga siapapun bisa ikut," katanya. (hib/ton)

Editor : Baskoro Septiadi
#IDUL ADHA #Grebeg Besar #Grebeg Besar Kabupaten Demak