Koordinator PSDKU PNJ Demak, Dr Trisyono, MPd mengatakan, pembukaan dengan sistem daring dan luring ini diikuti Forkopimda, para pengusaha dan para kepala SMK dan SMA se-Demak.
“Demak ini memiliki sumber daya yang besar namun belum maksimal. Karena itu, pengajaran vokasi diharapkan dapat mendorong potensi yang ada,” katanya.
Bagian Akademik PSDKU, Mulyo Utomo, MPd, M.Kom menambahkan, PSDKU telah mempersiapkan dua program studi (Prodi). Yaitu, Prodi D3 Teknik Mesin dan Prodi D4 bidang usaha jasa konvensi, perjalanan insentif dan pameran atau meeting, incentive, convention exhibition (MICE). “Kita sediakan masing-masing 1 kelas. Dan, tiap kelas berkapasitas 30 mahasiswa,” katanya.
Direktur PNJ, Dr Zainal Nur Arifin mengatakan, sebagai lembaga vokasi, maka lulusan PSDKU Kampus Demak dapat disiapkan untuk memenuhi kebutuhan industri.
“Melalui PSDKU ini, kita diberikan amanah untuk mengembangkan pendidikan vokasi,” ujarnya didampingi Wakil Direktur Akademik, Nunung Martina.
Menurutnya, sejak 2014, PNJ diberikan tugas untuk membina dua akademi komunitas negeri (AKN) di Demak dan Pekalongan. Namun, AKN tersebut kini telah berubah menjadi PSDKU PNJ di Demak dan Pekalongan.
“Mahasiswa PSDKU ini nanti wajib magang dulu di perusahaan. Harapannya, lulusan bisa terserap di Demak,” tandasnya.
Wabup KH Ali Makhsun mengapresiasi PSDKU PNJ dengan kampus di Demak tersebut. “Dengan prodi yang telah terakreditasi ini, tentu PSDKU dapat menciptakan SDM yang unggul dan berdaya saing,” katanya. (hib/zal) Editor : Agus AP