RADARSEMARANG.ID, WARGA Desa Pagerdawung, Kecamatan Ringinarum, Kendal, swadaya membangun palang pintu kereta api (KA).
Pembangunan palang pintu, lantaran lokasi tersebut sering terjadi kecelakaan maut.
Tak hanya membangun palang pintu, warga juga bergantian menjaga palang pintu KA. Mereka secara sukarela mengamankan warga yang hendak melintas rel KA.
Mujiono, 55, salah satu penjaga palang pintu kereta api menjelaskan, ada dua perlintasan sebidang rel KA.
Yakni depan gerbang masuk ke desa. Dimana di lokasi tersebut kerap menjadi langganan kecelakaan KA.
Namun, perlintasan itu juga menjadi satu-satunya akses masuk ke Desa Pagerdawung. Adapun untuk jalur lainnya, membuat warga berputar dan menempuh jarak cukup jauh.
Di lokasi ini, kejadian laka KA terjadi pada akhir Desember 2023. Saat itu, terdapat mobil pick up pengangkut sayur yang tertabrak kereta api. Akibatnya, sang sopir terluka parah.
Selain itu, ada beberapa kejadian lainnya di perlintasan KA Desa Pagerdawung. Bahkan, sempat memakan korban jiwa karena tidak ada rambu peringatan rambu maupun palang KA di lokasi tersebut.
"Banyak yang menerobos, soalnya gak tau akan ada kereta yang melintas," ujarnya.
Baca Juga: Arus Balik Jalur Pantura Kendal Non Tol Ramai Lancar
Mujiono melanjutkan, selama lebaran ini, 30 kali kereta api bolak-balik melintas di jalur perlintasan Desa Pagerdawung.
Hal ini membuat warga sekitar harus berhati-hati manakala ingin menyeberang.
“Akhirnya awal 2024 itu warga membangun palang secara swadaya. Meski baru satu palang saja di sisi utara. Dan sisi selatan belum ada palangnya," lanjutnya.
Petugas penjaga palang kereta api ini memiliki tanggung jawab menyelamatkan nyawa masyarakat.
Karenanya, para penjaga mendapat gaji dari iuran swadaya masyarakat.
"Satu bulan itu dapat Rp 1,1 juta. Tapi kan tanggung jawabnya besar. Menjaga nyawa orang lain," jelas Mujiono.
Perihal informasi kereta api yang akan melintas, Mujiono mengaku sudah memiliki akses ke beberapa titik perlintasan.
Sehingga, ketika kereta api akan melintas di Desa Pagerdawung, dia bisa menurunkan palang pintu agar masyarakat tidak menerobos. (dev/bud)
Editor : Tasropi