Ketua RT 1 RW 15 Sutrimo mengungkapkan, sekitar pukul 22.30 hujan deras mengguyur disertai angin kencang. Juga disertai gelombang tinggi. Pada pukul 00.00 hingga pukul 03.00, gelombang tinggi menghantam rumah warga yang tinggal di pesisir utara. Pondasi rumahnya roboh karena terkikis gelombang tinggi.
"Warga sini ada empat rumah yang rusak parah. Data kami ada 10 rumah yang terdampak gelombang tinggi,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (29/12).
Diakui, sesuai prediksi BMKG, gelombang tinggi masih akan terjadi hingga awal tahun 2023. Karena itu, ia mengimbau warganya agar mengungsi dulu. Terutama yang tinggal di bibir pantai. “Warga juga aktif berjaga untuk mengawasi lingkungan masing-masing," katanya.
Lurah Tanjung Mas Sony Yudha Putra Pradana menjelaskan gelombang tinggi sudah berlangsung beberapa hari terakhir. Namun gelombang tinggi yang terjadi Rabu (28/12) malam luar biasa besar. Beberapa rumah tidak mampu menahan derasnya ombak, sehingga temboknya jebol.
"Warga yang rumahnya terkena gelombang tinggi terpaksa mengungsi," ujarnya.
Dikatakan, di wilayah Tambaklorok belum ada tanggul penahan ombak yang jebol. Terutama di wilayah RW 15 dan RW 16. Namun dari data yang dimiliki, ada 45 rumah warga yang terdampak. Mulai rusak ringan, sedang, hingga berat.
“Kalau yang ringan itu kan asbesnya kena lompatan air hingga pecah. Kemudian ada yang berat, temboknya dihantam ombak hingga jebol," katanya.
Pihaknya langsung berkoordinasi dengan pemangku wilayah setempat agar mendata dan mengimbau warganya selalu waspada.
"Tadi malam mulai jam 11 malam hingga 4 pagi ombak besar terjadi. Baru surut mendekati jam 5 pagi," ujarnya.
Pihaknya juga berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan instansi terkait, seperti DPU dan Disperkim untuk membantu.
Diakuinya, sebelumnya secara bertahap Plt Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu sudah memberikan bantuan kepada nelayan yang kapalnya rusak terhantam ombak. Ke depan, pihaknya masih menunggu pembangunan tanggul laut atau sheet pile yang saat ini sedang berproses.
"Jangka pendeknya kita koordinasi dengan dinas terkait untuk dibuatkan tanggul sementara dulu agar tidak langsung terhantam ombak," katanya.
Salah satu warga Tambak Mulyo RT 1 RW 15 Tanjung Mas Slamet Romadhon kemarin terlihat membersihkan puing-puing rumahnya yang roboh bersama empat temannya. Rumah berukuran 5 x 12 meter persegi tersebut terlihat porak-poranda. Tembok rata dengan tanah, hingga ombak masuk ke dalam rumahnya. Beberapa perabotan rumah tangga tak tersisa, seperti kasur dan lemari.
"Tinggal orang-orang saja, selimut ini saja yang nyantel," ucapnya.
Dikatakan, setidaknya ada 10 rumah di sekitarnya yang dihantam ombak besar. "Rumah ini penghuninya hanya ibu saya, sudah diungsikan ke pasar," katanya.
Diakuinya, beberapa upaya sudah dilakukan warga untuk mengantisipasi ombak besar. Ada yang memasang bambu, karung pasir, dan sebagainya. “Tapi karena ombaknya besar dan tidak ada tanggul laut, ya akibatnya seperti ini,” ujarnya. (fgr/aro) Editor : Agus AP