RADARSEMARANG.ID — Lailatul Qadar merupakan malam istimewa yang paling dinanti seluruh umat Muslim.
Pasalnya, pada malam tersebut, Allah menjanjikan ampunan dan keberkahan yang sangat besar bagi hamba-hamba yang menemuinya.
Namun, kedatangan malam yang disebut lebih baik dari seribu bulan itu tidak bisa diprediksi ketepatannya seratus persen.
Meskipun demikian, Imam Al Ghazali memiliki panduan khusus untuk mengetahui kapan tibanya malam Lailatul Qadar di setiap tahunnya.
Berikut penjelasan Imam Ghazali mengenai kedatangan lailatul qadar sebagaimana termaktub dalam kitab I’anatut Thalibin.
Jika awal Ramadan jatuh pada hari Ahad atau Rabu, maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-29;
Jika awal Ramadan hari Senin maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-21;
Jika awal Ramadan hari Selasa atau Jum’at maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-27;
Jika awal Ramadan hari Kamis maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-25;
dan Jika awal Ramadhan hari Sabtu maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-23.
Panduan yang disampaikan Imam Al-Ghazali ini juga digunakan Syekh Abu Hasan asy-Syadzili sehingga dinilai cukup representatif.
Dalam testimoninya, asy-Syadzili berkomentar, “Semenjak saya menginjak usia dewasa Lailatul Qadar tidak pernah meleset dari jadwal atau kaidah tersebut.”
Sebagaimana diketahui, baik Pemerintah melalui Kementerian Agama ataupun Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Lembaga Falakiyah PBNU mengikhbarkan bahwa awal Ramadhan 1446 H jatuh pada hari Sabtu, 1 Maret 2025. Artinya, jika mengacu panduan Imam Al-Ghazali di atas, maka malam Lailatul Qadar Ramadan tahun 1446 H ini akan jatuh pada malam ke-23, yakni tepatnya pada Sabtu malam Ahad, tanggal 22 Maret 2025 M.
Meski demikian, hal tersebut tidak bisa dijadikan sebagai sebuah ketepatan yang pasti.
Sebab, Lailatul Qadar bisa terjadi pada tanggal berapa saja sesuai kehendak Allah swt.
Pun pandangan ulama juga beragam mengenai peristiwa tersebut.
Oleh karena itu, agar senantiasa mencari lailatul qadar di malam-malam Ramadan, khususnya di tanggal ganjil pada 10 hari terakhir Ramadhan.
Tanda tanda Malam Lailatul Qadar
Meskipun waktu pastinya tidak diketahui, ada beberapa tanda yang sering disebutkan dalam hadis:
•Udara dan suasana malam terasa tenang, tidak panas dan tidak dingin.
•Matahari terbit keesokan harinya dengan cahaya yang lembut dan tidak menyilaukan.
•Tidak ada angin kencang, hujan deras, atau cuaca ekstrem lainnya.
•Hati orang yang mendapat Lailatul Qadar merasakan ketenangan dan kedamaian.
•Untuk mendapatkan keutamaan Lailatul Qadar, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan amalan baik.
Berikut adalah beberapa amalan Lailatul Qadar yang bisa dilakukan.
1. Melaksanakan Salat Malam (Qiyamul Lail)
•Salat Tarawih dan Salat Tahajud dengan penuh kekhusyukan.
•Rasulullah saw. bersabda:
•“Barang siapa yang melaksanakan ibadah pada malam Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari & Muslim)
Baca Juga: Daftar Gaji Ketua RT Terbaru 2025 Seluruh Wilayah Indonesia
2. Memperbanyak Doa, Terutama Doa yang Diajarkan Rasulullah saw.
•Doa yang dianjurkan pada malam Lailatul Qadar:
•“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.”
•Artinya: “Ya Allah, Engkau Maha Pengampun dan mencintai ampunan, maka ampunilah aku.” (HR. Tirmidzi)
Baca Juga: Pertamina VR46 Launching Tim MotoGP 2025 di Jakarta, Berkah Valentino Rossi Berharap Juara Dunia
3. Membaca Al-Qur’an
• Membaca dan mentadabburi ayat-ayat Al-Qur’an untuk mendapatkan hidayah dan keberkahan. Usahakan untuk menyelesaikan khataman Al-Qur’an atau membaca surat-surat tertentu seperti Al-Mulk, Al-Waqi’ah, atau Al-Kahfi.
4. Berdzikir dan Bertakbir
•Membaca tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir, seperti:
•Subhanallah (Maha Suci Allah)
•Alhamdulillah (Segala Puji bagi Allah)
•La ilaha illallah (Tiada Tuhan selain Allah)
•Allahu Akbar (Allah Maha Besar)
5. Memperbanyak Sedekah dan Amal Kebaikan
•Memberikan sedekah kepada fakir miskin, yatim piatu, atau orang yang membutuhkan.
•Membantu orang lain dengan tenaga atau ilmu yang dimiliki.
6. I’tikaf di Masjid
•Berdiam diri di masjid dengan niat beribadah kepada Allah Swt.
Rasulullah saw. selalu melakukan i’tikaf di 10 malam terakhir Ramadan untuk mencari Lailatul Qadar.
•7. Memperbanyak Istighfar dan Taubat
•Mohon ampunan kepada Allah Swt. dengan membaca istighfar sebanyak mungkin:
“Astaghfirullahal ‘azim wa atubu ilaih.”
Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah Swt. yang Maha Agung dan aku bertobat kepada-Nya.”
Baca Juga: 100 Hari Prabowo Gibran, Ini 17 Program Prioritas yang Dijanjikan Waktu Kampanye
8. Menjaga Lisan dan Perbuatan
•Menjauhi ghibah, fitnah, dan perkataan buruk.
•Menghindari perbuatan sia-sia dan maksiat.
9. Bershalawat kepada Nabi Muhammad saw.
•Memperbanyak sholawat agar mendapatkan syafaat di hari kiamat:
•“Allahumma salli wa sallim ‘ala nabiyyina Muhammad.”
10. Memperbaiki Niat dan Meningkatkan Keikhlasan
Semua amalan bernilai tinggi jika dilakukan dengan niat yang ikhlas kar
ena Allah Swt.
Jangan hanya mencari pahala, tetapi juga perbaikan diri dan mendekatkan diri kepada Allah Swt.
Malam Lailatul Qadar adalah kesempatan emas bagi setiap Muslim untuk meraih keberkahan, pengampunan dosa, dan pahala yang berlipat ganda.
Meskipun waktu pastinya dirahasiakan, kita dapat berusaha mendapatkannya dengan meningkatkan ibadah di 10 malam terakhir Ramadan, khususnya pada malam-malam ganjil.
Waktu Malam Lailatul Qadar 2025
Meski tidak diketahui pasti kapan Malam Lailatul Qadar berlangsung, kita dapat menghitung prakiraannya berdasarkan penghitungan malam-malam ganjil di 10 hari terakhir Ramadan setelah tanggal 20.
Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia, 10 malam terakhir Ramadan 1446 Hijriah dimulai pada tanggal 20 Maret sampai 29 Maret 2025 malam.
Berikut ini adalah rincian malam-malam ganjil terakhir Ramadan 2025:
Kamis, 20 Maret 2025 malam Jumat, 21 Maret 2025 (Malam 21 Ramadan)
Sabtu, 22 Maret 2025 malam Minggu, 23 Maret 2025 (Malam 23 Ramadan)
Senin, 24 Maret 2025 malam Selasa, 25 Maret 2025 (Malam 25 Ramadan)
Rabu, 26 Maret 2025 malam Kamis, 27 Maret 2025 (Malam 27 Ramadan)
Jumat, 28 Maret 2025 malam Sabtu, 29 Maret 2025 (Malam 29 Ramadan). (fal)
Editor : Baskoro Septiadi