Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Kultum Ramadan: Mengakhirkan Sahur Sangat Dianjurkan Rasulullah

Uswatun Khasanah • Jumat, 15 Maret 2024 | 23:05 WIB

Ilustrasi mengakhirkan sahur
Ilustrasi mengakhirkan sahur

RADARSEMARANG.ID – Berikut contoh kultum Ramadan tentang pentingnya mengakhirkan sahur.

Assalamualaikum Wr. Wb.

Innal hamda lillah, nahmaduhu wanasta’inuhu wanastaghfiruh, wana’udzu billahi min syururi anfusina, wamin sayyiaati a’maalinaa, mayyahdihillahu falaa mudhilla lah, wamayyudhlil falaa haadiya lah.

Asyhadu alla ilaaha illallah wahdahu laa syarika lah, wa asyhadu anna muhammadan ’abduhu warosuuluh.

Allahumma shalli wasallim wabarik ’ala sayyidina muhammadin wa’ala alihi washahbihi ajm’in. amma ba’du.

Baca Juga: 30 Tema Kultum dan Ceramah Ramadan yang Menarik dan Cocok Disampaikan Kepada Jamaah Tarawih

Hadirin jamaah tarawih yang dirahmati Allah.

Pada kesempatan kali ini, saya akan menyampaikan kultum tentang pentingnya mengakhirkan sahur.

Kita, umat muslim dianjurkan untuk mengakhirkan sahur sebagaimana hadis riwayat Ibnu Addi bahwa Rasulullah SAW bersabda:

بَكِّرُوْا بِالإفْطَارِ وَأَخِّرُوْا السَّحُوْرَ   

Artinya:

Segerakanlah berbuka dan akhirkanlah sahur.

Manfaat yang kita peroleh saat mengakhirkan sahur adalah bisa tepat waktu dalam melaksanakan Subuh karena selisih waktunya hanya sebentar.

Akan beda ceritanya jika kita sahur terlalu awal  karena memungkinkan kita tidur setelahnya. Apalagi tidur saat kenyang, pasti akan membuat kita semakin pulas dan susah bangun untuk Subuh.

Hadirin jamaah tarawih yang dirahmati Allah.

Sembari menunggu waktu Subuh tiba, kita juga bisa memanfatkannya untuk melakukan ibadah sunah seperti tahajud, witir, tadarusan, dzikir, dan berdoa.

Waktu sahur termasuk kategori waktu sepertiga malam yang mesti kita gunakan dengan optimal, apalagi di bulan Ramadan.

Baca Juga: Kultum Ramadan: Mau Rezeki Berlimpah? Mari Perbanyak Sedekah

Ibnu Abbas menceritakan pada sebuah riwayat hadits yang disebutkan Muhammad bin Ali Al-Maqrizi dalam Mukhtasharu Kitābi Qiyāmillail tanpa menyebutkan perawinya, bahwa:

أَنَّهُ يُنَادِي مُنَادٍ كُلَّ سَحَرَةٍ مِنَ السَّمَاءِ: مَنْ سَائِلٌ يُعْطَى مَنْ دَاعٍ يُجَابُ، أَوْ مُسْتَغْفِرٌ يُغْفَرُ لَهُ، فَيَسْمَعُهُ مَنْ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ إِلَّا الْجِنَّ وَالْإِنْسَ، أَفَلَا تَرَى الدِّيَكَةَ وَأَشْبَاهَهَا مِنَ الدَّوَابِّ تَصِيحُ تِلْكَ السَّاعَةَ  

Artinya:

Setiap waktu sahur ada malaikat dari langit berseru, barang siapa yang memohon (pada saat ini) akan dikabulkan, barang siapa yang berdoa akan diijabah, atau barang siapa yang memohon ampunan akan diampuni. Seruan ini didengar seluruh makhluk yang ada di bumi dan dilangit kecuali jin dan manusia. Ibnu Abbas melanjutkan, Tidakkah kau melihat ayam jago dan hewan-hewan lainnya bersuara di waktu itu?

Hadirin jamaah tarawih yang dirahmati Allah.

Demikian kultum tentang mengakhirkan sahur. Semoga kita senantiasa dapat menjalankan sunah-sunah Rasulullah di bulan Ramadan ini.

Besok sahur makan balungan. Belinya dari Pamekasan.

Sekian yang dapat saya sampaikan. Mohon maaf atas segala kesalahan.

Billahi taufiq wal hidayah.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Editor : Baskoro Septiadi
#Kultum #sahur #kultum ramadan