TPA Jatibarang Semarang Terbakar, Api Padam 4 Jam Kemudian, 45 Personel Masih Siaga

Muhammad Hariyanto • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 14:35 WIB

 

Asap kebakaran di TPA Jatibarang masih menyelimuti tumpukan sampah
Asap kebakaran di TPA Jatibarang masih menyelimuti tumpukan sampah
 
RADARSEMARANG.ID, Semarang - Api kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatibarang Semarang telah padam. Proses pemadaman memakan waktu kurang lebih sekitaran 4 jam. 

Meski sudah padam, terlihat, asap tampak menyelimuti sejumlah tumpukan sampah yang menghitam akibat terbakar di Zona 3 kawasan TPA Jatibarang. Sedangkan kondisi hamparan sampah yang sebagian besar telah menghitam. 

Petugas tampak berada di lokasi dengan menyemprotkan air ke area yang masih mengeluarkan asap. Sebuah alat berat juga dikerahkan untuk membantu mengurai dan membuka tumpukan sampah agar titik-titik yang masih berpotensi terbakar dapat dijangkau.

Asap yang mengepul di sejumlah titik membuat suasana di kawasan TPA Jatibarang tampak berkabut.

Sementara, personil Damkar dan unit kendaraan berisi air untuk pemadaman masing-masing standby di lokasi. Personil juga melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap potensi munculnya api susulan.

Baca Juga: TPA Jatibarang Semarang Kembali Terbakar, Api Berkobar di Zona 3

Kadinas Damkar Kota Semarang mengatakan, Sih Ranung mengatakan mendapat informasi terjadinya kebakaran TPA tersebut terjadi pada Senin (28/9/2026) sekitar pukul 22.30. Kemudian, personil dan kendaraan damkar langsung menuju lokasi melakukan upaya pemadaman api.

"Awalnya itu ada 7 armada datang ke sini. Kemudian mencari metode yang paling pas untuk pemadaman. Kemudian di sini sudah ada sumber air juga, namun jaraknya hampir 1 km," ungkapnya dilokasi TPA Jatibarang kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (29/9/2026). 

Setelah berjibaku dengan api, personil Damkar berhasil memadamkan api, hingga proses pendinginan sampai Selasa (29/9/2026) sekitar pukul 02.30. Meski demikian, pihaknya mengatakan masih melakukan pemantauan dan pengawasan lokasi tersebut.

"Saat ini kita tetap memantau aktivitas yang ada di TPA, terutama masih ada asap. Ini kita ngaduk dibantu oleh DLH, ngaduk biar nanti yang api di bawah keluar terus kita tetes," katanya. 

Lanjutnya mengatakan, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan api benar-benar padam. Selain itu, juga dilakukan untuk mencegah kembali munculnya api dan tidak merambat ke zona lain. 

"Saya punya harapan ini tidak melebar, ya. Sebelah ini kalau anginnya kencang kena sebelah, waduh bisa repot," ujarnya.

Menanggapi terkait kekhwatiran dimungkinkan masih adanya api di dalam tumpukan sampah yang berpotensi kembali menimbulkan kebakaran, pihaknya tidak menampik hal tersebut. Menurutnya, hal tersebut bisa dipicu faktor cuaca panas dan angin kencang.

"Bisa menjadi sumber api angin besar akan melewati zona yang lain. Ini kita standby di sini, sampai benar-benar tidak ada sumber api, tidak ada asap. Ini makanya diaduk-aduk, dibasahi air," katanya.

"Dan sebenarnya kami sudah mengadakan pencegahan ya. Ada kita itu pipa-pipa injek ya di sini. Setiap 2 hari sekali kita injek. Kita injek untuk mencegah kebakaran yang ada di sini. Nah, ini mudah-mudahan terus teman-teman menginjek tidak melebar," sambungnya. 

Sih Ranung menyebut, luas area yang terbakar di Zona 3 TPA Jatibarang diperkirakan mencapai sekitar 1.200 meter persegi. Luasan tersebut merupakan area yang ditemukan terdapat titik api saat proses pemadaman.

"Yang terbakar 1.200-an sekarang ini. 1.200 meter persegi yang ada apinya," jelasnya.

Meski demikian, Damkar memastikan api tidak meluas ke area lain. Puluhan personel masih disiagakan untuk melakukan pemantauan sekaligus memastikan tidak ada bara api yang kembali menyala di dalam tumpukan sampah.

"Ini teman-teman ada sekitar 42 sampai 45 personel kita yang di sini. Pagi ganti shift. Ini juga capek sampai padam, sampai kondisi asap tidak ada," ujarnya.

Menurutnya, keberadaan personel dan armada di lokasi menjadi bagian dari upaya mencegah munculnya api susulan. Terlebih, tumpukan sampah memiliki potensi menyimpan bara api di bagian dalam yang sulit terlihat dari permukaan.

"Harusnya tidak luas. Kalau kita ada di sini, suplai air cukup, teman-teman ada, peralatan kita ada," katanya.

Dia menegaskan, tidak ada kendala berarti dalam proses pemadaman maupun pasokan air. Hanya saja, pemadaman di area tumpukan sampah membutuhkan waktu karena petugas harus memastikan bara di bagian dalam benar-benar mati.

"Enggak, enggak. Cuma kita butuh waktu saja," pungkasnya. (mha)

Editor : Baskoro Septiadi
berita kebakaran semarang hari ini kebakaran tpa Jatibarang TPA Jatibarang damkar semarang kebakaran semarang