Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

KSOP Kelas I Tanjung Emas Gelar Simulasi Hadapi Serangan Siber Maritim

Khafifah Arini Putri • Kamis, 9 Juli 2026 | 20:48 WIB
KSOP Kelas I Tanjung Emas Gelar Simulasi Hadapi Serangan Siber Maritim.
KSOP Kelas I Tanjung Emas Gelar Simulasi Hadapi Serangan Siber Maritim.

 

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjung Emas bersama Forum Komunikasi Port Facility Security Officer (PFSO) menggelar Joint Exercise ISPS Code 2026 di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Kamis (9/7/2026). 

Kegiatan ini bertujuan menguji kesiapsiagaan personel keamanan pelabuhan dalam menghadapi ancaman siber yang berpotensi mengganggu operasional pelabuhan dan rantai logistik.

Simulasi mengangkat skenario serangan siber terhadap aplikasi TOP-X di fasilitas PT Pelindo Terminal Petikemas Semarang (TPKS). Gangguan tersebut digambarkan berdampak pada sistem operasional pelabuhan hingga aktivitas logistik di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas.

Kepala Subdirektorat Pengamanan Kesatuan Pengawas Laut dan Pelayaran, Yuserizal, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan latihan yang dirancang untuk menguji kesiapsiagaan, jalur komunikasi, serta respons seluruh unsur keamanan maritim sesuai standar International Ship and Port Facility Security (ISPS) Code.

"Exercise ini menjadi kesempatan untuk memperbarui pengetahuan, pemahaman, dan informasi terkini sehingga profesionalisme serta kualitas personel keamanan terus meningkat, terutama dalam menghadapi perkembangan teknologi," ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (9/7/2026).

Menurutnya, latihan tidak hanya menguji kemampuan personel menjalankan prosedur keamanan, tetapi juga mengevaluasi sejauh mana mereka memahami regulasi yang berlaku, mulai dari penerapan access control, prosedur pengamanan, hingga mekanisme peningkatan tingkat keamanan (security level).

"Kalau PFSO tidak pernah menyampaikan prosedur kepada petugas security di lapangan, maka fungsi pengamanan tidak akan berjalan maksimal. Karena itu exercise harus benar-benar menguji kemampuan personel di setiap security level, dari level satu hingga tingkat keamanan yang lebih tinggi," katanya.

Selain itu, latihan juga menjadi sarana menilai efektivitas koordinasi antara keamanan fasilitas pelabuhan dengan keamanan kapal. Menurut Yuserizal, apabila serangan siber berdampak terhadap operasional kapal, maka koordinasi antara Port Facility Security Officer (PFSO), Ship Security Officer (SSO), dan Company Security Officer (CSO) harus berjalan optimal.

"Interaksi langsung terjadi antara kapal dengan fasilitas pelabuhan. Karena itu sinergi seluruh unsur keamanan harus terus diuji agar respons terhadap ancaman dapat dilakukan secara cepat dan tepat," jelasnya.

Yuserizal menegaskan, penerapan ISPS Code merupakan langkah strategis dalam menjaga keamanan kapal dan fasilitas pelabuhan sekaligus menjamin kelancaran operasional pelabuhan. Pihaknya menyebut, standar internasional tersebut menjadi landasan dalam penyusunan dan pelaksanaan sistem pengamanan yang efektif.

"Implementasi ISPS Code tidak hanya meningkatkan kepercayaan terhadap pelabuhan di Indonesia, tetapi juga menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga keamanan infrastruktur maritim nasional," ujarnya. 

Yuserizal juga mengapresiasi pelaksanaan joint exercise yang melibatkan berbagai fasilitas pelabuhan. Namun ia mengingatkan bahwa pelaksanaan latihan bersama tidak menghapus kewajiban masing-masing port facility untuk tetap melaksanakan pengujian prosedur keamanannya secara mandiri sesuai ketentuan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.

Meski demikian, pihaknya juga menekankan pentingnya peran aktif PFSO dalam memastikan seluruh prosedur keamanan dipahami hingga tingkat petugas security di lapangan.

"Kalau petugas security tidak memahami prosedur yang benar, berarti fungsi PFSO belum berjalan optimal. Karena itu tanggung jawab PFSO bukan hanya menyusun prosedur, tetapi memastikan seluruh personel mampu melaksanakannya dengan baik," pungkasnya.

Kepala Kantor KSOP Kelas I Tanjung Emas, Aries Wibowo, juga menyampaikan kegiatan latihan difokuskan pada tiga aspek utama, yakni menguji ketahanan sistem digital, memperkuat sinergi antarlembaga dalam proses pemulihan, serta memastikan prosedur operasional manual tetap berjalan apabila terjadi gangguan pada sistem digital.

"Pengujian diarahkan untuk mengetahui kecepatan tim teknologi informasi dan pengelola smart port dalam mendeteksi adanya intrusi atau serangan siber terhadap sistem operasional pelabuhan," katanya. 

"Selain itu, simulasi juga menguji koordinasi antara PFSO, aparat kepolisian, tim penanganan kejahatan siber, dan instansi terkait dalam memulihkan kondisi ketika sistem mengalami gangguan," lanjutnya.

Latihan tersebut menjadi wujud komitmen seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan Pelabuhan Tanjung Emas tidak hanya tangguh dari sisi infrastruktur fisik, tetapi juga memiliki sistem keamanan digital yang andal sesuai standar internasional. 

"Proses pengambilan keputusan, termasuk perubahan tingkat keamanan, harus berlangsung cepat agar tidak menghambat operasional pelabuhan," ujarnya.

Menurutnya, operasional pelabuhan harus tetap dapat berlangsung secara aman demi menjaga kelancaran rantai pasok. 

"Jika sistem digital mengalami shutdown total akibat serangan, kita harus memastikan operasional pelabuhan tetap bisa berjalan secara manual dengan aman demi menjaga kelangsungan rantai pasok di pelabuhan," pungkasnya.

Editor : Miftahul A’la
#joint exercise #pelabuhan tanjung emas #ancaman siber #serangan siber