RADARSEMARANG.ID, Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad tampil di publik untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan terakhir dengan menghadiri prosesi pemakaman kenegaraan mantan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei di Teheran.
Menurut laporan berita Internasional Ahmadinejad terlihat berbaur dengan jutaan pelayat yang mengikuti prosesi penghormatan di Grand Mosalla, Teheran, pada Senin (6 Juli 2026).
Kehadirannya menjadi sorotan karena ia sempat menjalin hubungan yang renggang dengan Khamenei di akhir masa kepresidenannya (2005–2013) dan jarang muncul di acara resmi dalam beberapa tahun terakhir.
Baca Juga: Dirumorkan Terbunuh, Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Ternyata Selamat dari Upaya Sabotase
Foto dan video yang beredar di media Iran menunjukkan Ahmadinejad berjalan di antara kerumunan besar yang membawa bendera merah simbol balas dendam serta poster anti-Amerika Serikat dan Israel.
Kehadirannya menandai penampilan publik pertamanya sejak pecahnya konflik bersenjata dengan AS-Israel yang menewaskan Khamenei pada Februari lalu.
Sebelumnya, sempat beredar rumor bahwa Ahmadinejad terluka atau tewas dalam serangan Israel, namun kehadirannya di pemakaman membantah spekulasi tersebut.
Baca Juga: Iran Punya Pemimpin Baru! Siapa Mojtaba Khamenei yang Bikin AS-Israel Panik?
Prosesi pemakaman Khamenei berlangsung dari 4 hingga 9 Juli 2026, melibatkan jutaan pelayat di Teheran, Qom, serta prosesi di Najaf dan Karbala (Irak), sebelum jenazah dimakamkan di Imam Reza Shrine, Mashhad, pada 9 Juli 2026.
Kehadiran Ahmadinejad di tengah upacara ini menunjukkan upaya rekonsiliasi internal di tengah situasi politik Iran yang masih tegang pasca-kematian Khamenei.
Rumor Kena Serangan Israel
Pada hari-hari pertama perang Iran melawan AS-Israel (28 Februari 2026), sempat beredar isu kuat bahwa mantan Presiden Mahmoud Ahmadinejad tewas dalam serangan udara Israel di kediamannya di Tehran.
Beberapa media Iran dan internasional awalnya memberitakan bahwa Ahmadinejad tewas bersama beberapa pengawalnya ketika rumahnya di wilayah Narmak, Tehran, menjadi sasaran serangan.
Kabar ini cepat menyebar luas, bahkan ada laporan yang menyebut serangan tersebut sebagai upaya “jailbreak” (pembebasan) karena Ahmadinejad dikabarkan berada dalam tahanan rumah (house arrest) oleh rezim Khamenei.
Namun, isu kematian tersebut kemudian dibantah. Partai Dolate Bahar yang mendukung Ahmadinejad, keluarga, dan sumber-sumber dekatnya menyatakan bahwa berita kematian itu keliru.
Ahmadinejad dilaporkan cedera dalam serangan tersebut, kemudian dievakuasi dan disembunyikan di lokasi aman. Pihak AS dan Israel sendiri disebutkan memiliki rencana untuk menjadikannya figur transisi jika rezim Khamenei jatuh, meski rencana itu gagal.
Selama berbulan-bulan (Maret–Juni 2026), Ahmadinejad benar-benar tidak muncul di publik, sehingga memperkuat spekulasi bahwa ia tewas atau dalam kondisi serius. Berbagai rumor terus beredar, dari “sudah meninggal” hingga “bersembunyi di luar negeri”.
Puncaknya pada 6 Juli 2026: Ahmadinejad muncul kembali secara terbuka di prosesi pemakaman Ali Khamenei di Teheran.
Kehadirannya langsung mematahkan semua rumor kematian dan menjadi salah satu momen paling menarik dalam upacara tersebut.
Ia terlihat berjalan di antara kerumunan pelayat, menandakan bahwa ia selamat meski sempat terluka di awal perang. (tas)
Editor : Tasropi