RADARSEMARANG.ID, Pasar kripto global kembali memerah secara serentak pada Senin pagi. Bitcoin (BTC) dan mayoritas altcoin mengalami tekanan jual yang kuat, mendorong harga-harga ke level terendah baru dalam beberapa bulan terakhir.
Bitcoin saat ini diperdagangkan di kisaran US$59.000 – US$59.800, turun lebih dari 1,3% dalam 24 jam terakhir.
Cryptocurrency raja ini sempat menyentuh level di bawah US$59.000, level terendah sejak akhir 2024. Ethereum (ETH) juga ikut melemah ke kisaran US$1.560 – US$1.570, turun sekitar 0,5–1%.
Baca Juga: Pasar Kripto Memerah, Bitcoin dan Altcoin Kompak Terpuruk
Altcoin besar lainnya seperti Solana (SOL), Binance Coin (BNB), dan XRP mencatat penurunan serupa, dengan beberapa aset turun hingga 3–6% dalam sehari.
Total kapitalisasi pasar kripto global menyusut di bawah US$2,3 triliun.
Penyebab Utama Penurunan
Analis pasar menyebut beberapa faktor pendorong:
-
Outflow ETF Bitcoin yang terus berlanjut selama beberapa minggu terakhir.
-
Tekanan makroekonomi, termasuk aksi jual di saham teknologi Wall Street dan kekhawatiran investor terhadap suku bunga serta biaya AI.
-
Likuidasi massal di pasar derivatif, dengan lebih dari US$600 juta hingga US$1 miliar posisi long terhapus dalam 24–48 jam terakhir.
-
Sentimen hati-hati investor menjelang data ekonomi penting dan potensi perubahan kebijakan moneter.
Baca Juga: Kemuakan Masyarakat Barcelona Kepada Turis Asing Sehingga Menciptakan Sentimen Anti Turis
Jean-David Péquignot, Chief Commercial Officer Deribit, mengingatkan:
“Jika level US$50 ribuan tengah tidak berhasil bertahan, maka level berikutnya yang menjadi penyangga adalah kisaran US$48.000–US$52.000. Pada harga tersebut, rig penambangan lama mulai menghasilkan pendapatan harian negatif. Penurunan ke level ini memaksa penambang yang tidak efisien untuk mematikan mesin, memicu kapitulasi pasokan alami dan penurunan kesulitan jaringan. Secara historis, fase kapitulasi penambang sejalan dengan titik dasar siklus.”
Sementara Eric Balchunas dari Bloomberg Intelligence menilai outflow ETF yang terjadi sebagai fenomena biasa:
“Kurang lebih US$3 miliar outflow dari pasar dengan aset sekitar US$100 miliar sama sekali tidak berarti jika dibandingkan dengan pola aliran ETF yang normal.”
Baca Juga: Bitcoin Pulih Paska Perdagangan ETF Hongkong dan Penetapan Suku Bunga oleh The Fed
Reaksi Pasar
Meski mayoritas aset merah, volume perdagangan tetap tinggi, menandakan aktivitas investor yang cukup agresif.
Beberapa trader retail memanfaatkan penurunan ini untuk akumulasi bertahap (DCA), sementara investor institusi masih cenderung wait and see.
Harga Bitcoin telah kehilangan lebih dari 30% sejak puncaknya di atas US$126.000 pada akhir 2025, menandai salah satu koreksi terdalam dalam siklus ini.
Artikel ini disusun berdasarkan data pasar real-time per 29 Juni 2026. Harga kripto sangat fluktuatif dan investasi mengandung risiko tinggi. Selalu lakukan riset sendiri sebelum bertransaksi. (tas)