Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Harga Emas Capai Rp 2,7 Juta per Gram, Masyarakat Beralih ke Perhiasan Preloved

Khafifah Arini Putri • Rabu, 27 Mei 2026 | 09:26 WIB
Konsumen sedang melihat perhiasan emas di The Palace yang berlokasi di Mall 23 Semarang.
Konsumen sedang melihat perhiasan emas di The Palace yang berlokasi di Mall 23 Semarang.

 

RADARSEMARANG.ID - Di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil dan daya beli masyarakat yang menurun, minat investasi emas ternyata tetap tinggi. Namun ada perubahan pembelian yang dilakukan oleh konsumen.

Mereka tetap memburu emas, tapi beralih ke perhiasan preloved alias bekas pakai. Tujuannya satu, agar kadar emas yang mereka incar tidak turun.

Diketahui saat ini harga emas sekitar Rp 2,7 juta per gram. Tapi antusias masyarakat untuk membeli tidak padam.

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Semarang, beberapa toko emas di Kota Semarang pun ramai didatangi masyarakat. 

Seperti yang terlihat di Jalan Wahid Hasyim Kota Semarang dan beberapa store emas di mall.

Baca Juga: Sapi Kurban Stres, Ngamuk, Nyebur ke Selokan di Perbalan Semarang

Antrean mengular terlihat dari jauh, ada yang sedang membayar, bertanya pada petugas, dan memilih perhiasan.

Salah satu warga yang tetap membeli emas ialah Raya. Ia mengaku alasannya membeli perhiasan emas karena nilainya akan terus naik jika digunakan untuk investasi jangka panjang. Selain itu perhiasan juga bisa dipakai sehari-hari.

Kenapa perhiasan, karena bisa dipakai dan bisa buat investasi jangka panjang juga, jadi bermanfaat terus,” ujarnya

General Manager The Palace Jeweler, Jelitha Setifa, mengatakan masyarakat kini mulai mengubah pola belanja. Jika sebelumnya uang lebih banyak dipakai membeli barang konsumtif. Kini sebagian dialihkan untuk membeli emas.

Menurutnya, kondisi ekonomi yang sempat gonjang-ganjing membuat konsumen tidak ingin menurunkan kualitas atau kadar emas yang mereka beli. Karena itu, banyak yang akhirnya memilih perhiasan preloved.

“Ketika ekonomi kemarin sedang gonjang-ganjing, mereka tidak mau menurunkan kadar. Yang biasa belanja 24 (karat) enggak mau ke kadar 75 (17 karat). Yang biasa itu 75 enggak mau ke kadar setengahnya. Jadi mereka beralih ke barang prreloved, tetap mempertahankan kadar. Itu yang kami lihat perilaku konsumennya,” kata Jelitha dalam pembukaan The Palace dan Frank and co, di Mall 23 Semarang.

Pihaknya menilai masyarakat sekarang semakin sadar untuk investasi. Sebab emas lebih aman dijadikan investasi dibanding barang konsumsi lain yang nilainya terus turun.

Baca Juga: SKTP Mei 2026 Belum Terbit Merata, Ini Cara-cara yang Harus Dilakukan Guru

"Kalau kemarin beli baju, beli sepatu, jutaan rupiah tidak bisa dijual kembali. Sekarang tanpa perlu edukasi, masyarakat itu sudah pintar sendiri. Kalau enggak beli logam mulia, cari perhiasan dengan budget yang biasanya mereka anggarkan, untuk skincare, dan lain-lain,” ungkapnya.

Karena itu selain menjual koleksi baru, The Palace juga menyediakan perhiasan preloved.

Konsep itu menjadi alternatif bagi konsumen yang ingin membeli emas berkadar tinggi dengan harga lebih terjangkau.

Menurut Jelitha, pasar emas di Jawa Tengah, termasuk Semarang, masih sangat potensial karena masyarakatnya memiliki minat tinggi terhadap investasi emas.

“Kita bisa melihat bahwa saat ini market di Kota  Semarang, Jawa Tengah, itu bisa di bilang pencinta emasnya, antusiasnya sangat tinggi,” bebernya.

Menurutnya untuk pasar Semarang sendiri, perhiasan dengan kadar emas 75 persen masih menjadi pilihan utama masyarakat.

Namun, ia mengakui masih banyak konsumen yang belum memahami perbedaan kadar emas.

"Paling banyak dicari saat ini masih 75 persen (17 karat)," pungkasnya. (kap)

Editor : Baskoro Septiadi
#The Palace Jeweler #Harga Emas #KOTA SEMARANG