Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Unnes Semarang Gelar Akad Nikah Massal Gratis, Sediakan Kuota 5 Pasangan, Begini Cara Daftarnya

Ida Fadilah • Selasa, 12 Mei 2026 | 19:19 WIB

 

Pamflet Unnes selenggarakan nikah masal.
Pamflet Unnes selenggarakan nikah masal.

 

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Universitas Negeri Semarang kembali menggelar program Unnes Mantu 2026. Tak sekadar menjadi ajang praktik mahasiswa, tahun ini kampus membuka kesempatan bagi lima pasangan untuk mengikuti akad nikah gratis yang digelar pada 19 Juni 2026.

Dosen pembimbing kegiatan Unnes Mantu, Didik Supriadi mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari praktik mata kuliah pranatacara atau pembawa acara adat Jawa di Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa serta Prodi Sastra Jawa.

Baca Juga: Aktivis Soroti Relasi Kuasa Dibalik Maraknya Kekerasan Seksual di Kampus dan Pesantren 

Kegiatan Unnes Mantu ini dilaksanakan tanggal 19-20 Juni 2026 di Kampung Budaya Unnes. 

Tak sama dari tahun-tahun sebelumnya yang hanya berupa simulasi, kali ini mahasiswa juga menghadirkan akad nikah massal bagi masyarakat umum muslim di Kota Semarang dan sekitarnya.

“Beda dari sebelumnya, kalau hanya simulasi mahasiswa, kebermanfaatannya kurang terasa. Maka kami menginisiasi akad nikah massal untuk masyarakat umum,” katanya.

Panitia membuka pendaftaran hingga 10 Juni 2026. Peserta terpilih akan mendapat berbagai fasilitas, mulai dari venue pernikahan, rias pengantin, mahar seperangkat alat salat, hiburan, snack terbatas, hingga bantuan pengurusan administrasi ke Kantor Urusan Agama (KUA).

“Kegiatan akad nikahnya tanggal 19, kami hanya menyediakan lima pasangan pengantin yang kita beri fasilitas venue, rias, pendaftaran ke KUA,” jelasnya.

Meski baru dipublikasikan dalam beberapa hari terakhir, antusias masyarakat disebut cukup tinggi. Sejumlah calon peserta bahkan berasal dari luar daerah.

“Iya antusias masyarakat sangat tinggi. Yang bertanya sudah banyak, tapi yang mendaftar baru tiga. Ada dua dari luar Jawa dan satu dari luar Kota Semarang,” ungkapnya.

Panitia juga melakukan seleksi ketat terhadap calon peserta. Pasangan yang memiliki persoalan administrasi maupun konflik rumah tangga dipastikan tidak dapat mengikuti program tersebut.

Baca Juga: Bantuan Pangan Beras Mei 2026 resmi disalurkan pemerintah. Simak cara cek nama penerima, jadwal pembagian beras 10 kg, syarat pengambilan dan status pencairan terbaru. Pemerintah m

Selain itu, pasangan yang diketahui memiliki konflik serius selama proses menuju pernikahan juga akan dievaluasi ulang oleh panitia.

“Kalau misalnya ada konflik yang belum diselesaikan seperti KDRT dan salah satu pihak melapor ke panitia, maka bisa kami revisi untuk tidak diikutkan,” lanjutnya.

Untuk syarat pendaftaran, peserta wajib melampirkan surat pengantar nikah dari kelurahan, fotokopi KTP dan KK calon pengantin, akta kelahiran, serta ijazah terakhir. Bagi calon pengantin dari luar Kota Semarang juga diwajibkan menyertakan surat rekomendasi numpang nikah dari KUA domisili.

Selain akad nikah massal, pada 20 Juni 2026 mahasiswa akan menampilkan prosesi panggih pengantin Jawa bertajuk “Lintas Masa”.

Pergelaran tersebut menghadirkan berbagai gaya panggih, mulai dari tradisi Keraton Surakarta, kerabat keraton, saudagar, pabrayatan yang umum dilakukan masyarakat, hingga gaya Yogyakarta.

"Nanti kami sajikan tradisi panggih dari berbagai gaya pengantin Jawa,” ujarnya.

Berbeda dengan akad nikah massal, prosesi panggih akan diperankan mahasiswa karena menggunakan busana adat dan pakem tertentu. Selama kegiatan berlangsung, panitia juga membuka tenant makanan, minuman, hingga berbagai produk lainnya.

Didik berharap kegiatan tersebut tak hanya menjadi praktik akademik, tetapi juga memberi manfaat sosial bagi masyarakat yang ingin menikah namun terkendala biaya.

“Kami berharap kegiatan kampus dalam mata kuliah tetap berdampak ke masyarakat, terutama membantu pasangan yang ingin menikah tapi terkendala biaya,” pungkasnya. (ifa) 

Editor : Baskoro Septiadi
#NIKAH MASSAL #unnes semarang