Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Kolaborasi Tekan Stunting, Pemkab Banyumas Ganjar Penghargaan bagi Mitra dan Daerah Berprestasi

Khafifah Arini Putri • Senin, 9 Maret 2026 | 20:53 WIB

Pemkab Banyumas memberikan penghargaan kepada Tanoto Foundation atas kolaborasinya dalam menurunkan stunting yang diterima oleh Regional Lead Tanoto Foundation Anang Ainur Roziqin (paling kanan).
Pemkab Banyumas memberikan penghargaan kepada Tanoto Foundation atas kolaborasinya dalam menurunkan stunting yang diterima oleh Regional Lead Tanoto Foundation Anang Ainur Roziqin (paling kanan).

RADARSEMARANG.ID, Banyumas – Pemerintah Kabupaten Banyumas memberikan penghargaan kepada sejumlah desa, kecamatan, serta mitra pembangunan yang dinilai memiliki kinerja terbaik dalam meningkatkan cakupan dan konvergensi intervensi stunting. Salah satu yang mendapatkan penghargaan itu ialah Tanoto Foundation.

Lembaga filantropi ini turut membantu Pemkab Banyumas dalam menangani penurunan stunting di wilayahnya.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono kepada Regional Lead Tanoto Foundation Anang Ainur Roziqin.

Penyerahan berlangsung dalam acara Pra Musrenbang Tematik Stunting di Pendopo Si Panji Kabupaten Banyumas, Senin (9/3). Acara tersebut dihadiri jajaran Forkopimda serta para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan, penanganan stunting menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Menurutnya, masalah stunting tidak bisa diselesaikan hanya dengan satu sektor, melainkan membutuhkan kerja bersama dari berbagai pihak.

“Melalui tematik stunting ini kita ingin menekan angka stunting di Kabupaten Banyumas yang masih tinggi. Setiap OPD dibagi tanggung jawabnya penanganan stunting mulai dari kebersihan, sanitasi, jambanisasi, dan lain sebagainya," kata Sadewo.

Ia menambahkan, berbagai upaya telah dilakukan pemerintah daerah untuk menekan angka stunting. Meski setiap tahun menunjukkan tren penurunan, angka stunting di Banyumas masih perlu terus ditekan.

Sadewo juga mengapresiasi peran Tanoto Foundation yang selama ini menjadi mitra pemerintah dalam penanganan stunting di Banyumas.

“Kalau untuk tadi (penghargaan) ada dari Tanoto Foundation yang cukup intens membantu," imbuhnya.

Sementara Regional Lead Tanoto Foundation Anang Ainur Roziqin menyampaikan terima kasih atas penghargaan yang diberikan oleh Pemkab Banyumas. Ia menegaskan Tanoto Foundation telah bekerja sama dengan Pemkab Banyumas sejak 2021 dan akan terus berlanjut hingga 2030.

“Kami dari Tanoto foundation mengucapkan terima kasih juga kepada pemerintah Kabupaten Banyumas. Kami bekerja sama sudah dari tahun 2021 sampai dengan hari ini dan Insya Allah berlanjut sampai dengan 2030 khususnya dalam penanganan dan pencegahan isu-isu stunting,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Tanoto Foundation selama ini membantu pemerintah daerah dalam memperkuat strategi komunikasi, edukasi, hingga pendampingan masyarakat terkait pencegahan stunting.

"Kami tetep konsisten dari Tanoto Foundation tentang komunikasi pribadi. Tadi sudah disampaikan semuanya setuju. Karena stunting ini punya masalah pribadi yang muncul. Karena orang ini biasanya tidak memperhatikan asupan gizi, pola makan, bersihnya sanitasi, kebiasaan ini menjadi masalah di masyarakat, jadi anaknya stunting. Nah ini yang kita perkuat," tegas Anang.

Sementara Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Banyumas Dedy Noerhasan menyebut stunting menjadi kebijakan nasional yang harus ditangani hingga tingkat daerah. Sebab berkaitan langsung dengan kualitas sumber daya manusia.

Menurutnya, angka stunting di Banyumas masih tergolong cukup tinggi sehingga perlu percepatan penurunan melalui kolaborasi berbagai pihak.

“Kalau harus kita akui masih cukup tinggi. Masih cukup tinggi. Jadi ada penurunan tapi masih masih perlu dipercepat lagi supaya sesuai dengan target-target kita,” katanya.

Ia menambahkan, Tanoto Foundation turut membantu pemerintah daerah dalam mempercepat penanganan stunting melalui berbagai program pendampingan dan strategi komunikasi di masyarakat.

“Tanoto Foundation itu membantu kita dalam mengakselerasi. Jadi bagaimana strategi komunikasinya, bagaimana menyiapkan materi-materi sosialisasi, kemudian juga ada contoh dampingan di Desa Sokawera itu ada juga, dan sudah cukup berhasil di sana dan itu bisa menjadi contoh atau rujukan,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas dr Dani Esti Novia menambahkan, angka stunting di Banyumas saat ini berada di angka 17,8 persen. Angka tersebut mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.

Menurutnya, penurunan tersebut tidak lepas dari peran berbagai pihak, termasuk organisasi dan lembaga yang terlibat dalam upaya percepatan penanganan stunting.

“Alhamdulillah terjadi penurunan sekarang di 17,8 persen. Jadi dengan adanya intervensi serentak dari berbagai peran serta masyarakat terutamanya adalah dari OPD, KPAI, kemudian lembaga atau organisasi yang ikut berperan serta di dalam penurunan santri sehingga penurunan santri bisa kita laksanakan,” katanya.

Ke depan, Pemkab Banyumas menargetkan penurunan angka stunting sekitar satu persen setiap tahun melalui penguatan edukasi, perbaikan sanitasi, serta peningkatan gizi terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan anak. (kap)

Editor : Baskoro Septiadi
#pemkab banyumas #kabupaten banyumas #penurunan stunting #Bupati Banyumas #Sadewo Tri Lastiono #tanoto foundation