RADARSEMARANG.ID – Menjelang tahun 2026, peluang untuk menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) kembali terbuka lebar dan kali ini datang dari salah satu lembaga yang perannya semakin strategis dalam pembangunan nasional, yaitu Badan Gizi Nasional (BGN).
Di tengah fokus pemerintah memperkuat kualitas sumber daya manusia sejak usia dini, BGN tampil sebagai institusi kunci yang mengawal langsung program prioritas negara, khususnya pemenuhan gizi masyarakat melalui program Makan Bergizi Gratis.
Kabar baiknya, BGN secara resmi telah menyiapkan rencana besar rekrutmen PPPK Tahap 3 dan Tahap 4 pada tahun 2026.
Rekrutmen ini bukan sekadar pembukaan formasi biasa, melainkan bagian dari langkah masif dan terukur untuk membangun struktur organisasi yang kuat hingga ke tingkat daerah.
Total kuota yang disiapkan mencapai 32.460 formasi untuk dua tahap lanjutan tersebut, dengan target akhir yang jauh lebih ambisius, yakni merekrut sekitar 99.000 pegawai PPPK sepanjang tahun 2026.
Informasi ini menjadi angin segar bagi masyarakat umum yang selama ini menantikan formasi PPPK dengan skala besar dan peluang yang lebih merata.
Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menegaskan bahwa rekrutmen ini terbuka luas dan dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata di lapangan, bukan sekadar pemenuhan angka administratif semata.
"Setiap SPPG itu ditempatkan 3 perwakilan Badan Gizi Nasional. SPPG-nya milik mitra, relawannya berkoordinasi dengan mitra, tetapi Badan Gizi menempatkan 3 orang, yaitu 1 kepala SPPG, 1 ahli gaji, 1 akuntan, Ini adalah pegawai Badan Gizi Nasional," ujar Dadan
Menurut Dadan, tiga pegawai tersebut merupakan representasi resmi BGN yang bertugas mengawasi jalannya program MBG agar sesuai dengan standar gizi, tata kelola keuangan, dan akuntabilitas pelaksanaan di lapangan. Karena itu, sejak awal rekrutmen, status kepegawaian mereka memang diarahkan sebagai PPPK.
"Dan mereka inilah kemudian status kepegawainya dijanjikan dulu ketika direkrut untuk PPPK dan Badan Gizi sudah melakukan seleksi, sudah tes lewat CAT, dan mereka sudah sekarang dalam proses pelengkapan administrasi dan ASN-nya akan keluar 1 Februari," urainya.
Dadan juga mengungkapkan bahwa pada 1 Februari 2026, sebanyak 32 ribu pekerja SPPG diangkat menjadi PPPK melalui seleksi tahap kedua yang diselenggarakan oleh BGN.
Fokus BGN Masih di Tahap 2, Tapi Pintu Tahap 3 dan 4 Sudah Terbuka
Meski antusiasme publik terhadap Tahap 3 dan 4 sangat tinggi, BGN menyampaikan bahwa hingga akhir Januari 2026, pihaknya masih memfokuskan energi dan sumber daya pada penyelesaian rekrutmen Tahap 2.
Tahap ini masih berlangsung hingga 31 Januari 2026 dan memasuki fase krusial, yakni pengisian Daftar Riwayat Hidup (DRH) serta pengusulan Nomor Induk PPPK bagi peserta yang telah dinyatakan lulus.
Peserta Tahap 2 yang lolos dijadwalkan mulai efektif bertugas pada 1 Februari 2026. Mereka akan langsung terjun mengawal pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di berbagai wilayah, sebuah program nasional yang membutuhkan kesiapan SDM, manajemen, dan koordinasi lintas sektor.
Karena itu, jadwal resmi pembukaan rekrutmen Tahap 3 dan 4 memang belum diumumkan secara detail. Namun, sinyalnya sangat jelas: setelah Tahap 2 rampung, rekrutmen lanjutan akan segera dikonfirmasi dan dibuka.
Kilas Balik Tahap 2: Mengapa Banyak Formasi Tidak Dibuka untuk Umum?
Untuk memahami peluang Tahap 3 dan 4, penting melihat pola rekrutmen sebelumnya. Pada seleksi Tahap 2, BGN mengambil pendekatan yang sangat spesifik dan strategis.
Dari total sekitar 32.000 formasi yang dibuka, sebanyak 31.250 posisi dialokasikan khusus untuk jabatan Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Posisi ini bukan jabatan biasa. Kepala SPPG memegang peran manajerial di unit pelayanan gizi dan menjadi ujung tombak implementasi kebijakan di lapangan.
Karena sifatnya yang strategis, formasi ini diisi oleh lulusan program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia, sebuah jalur khusus yang memang dipersiapkan untuk mendukung agenda pembangunan nasional.
Hanya sebagian kecil formasi Tahap 2 yang benar-benar dibuka untuk masyarakat umum, yaitu sebanyak 750 formasi.
Formasi ini terbagi rata ke dalam dua jabatan penting, yakni 375 formasi Akuntan dan 375 formasi Tenaga Gizi.
Meski jumlahnya terbatas, pembukaan ini menjadi penanda bahwa BGN tetap membuka ruang bagi publik, meskipun fokus utamanya saat itu adalah penguatan struktur internal.
Tahap 3 dan 4: Titik Balik bagi Pelamar Umum
Berbeda dengan Tahap 2, rekrutmen PPPK BGN Tahap 3 dan 4 digadang-gadang akan menjadi momen yang lebih inklusif.
Sebanyak 32.460 formasi yang disiapkan untuk dua tahap ini disebut-sebut akan dibuka untuk masyarakat umum dengan komposisi jabatan yang lebih beragam, menyesuaikan kebutuhan operasional di lapangan.
Inilah alasan mengapa banyak pengamat dan calon pelamar menyebut Tahap 3 dan 4 sebagai “gelombang emas” PPPK BGN.
Skala rekrutmen yang besar, fokus pada penguatan layanan hingga daerah, serta keterkaitan langsung dengan program prioritas nasional
membuat peluang ini sangat berharga, terutama bagi tenaga profesional yang ingin berkontribusi langsung sekaligus memperoleh status ASN melalui jalur PPPK.
Roadmap Besar: Target 99.000 Pegawai di 2026
Langkah agresif BGN dalam membuka rekrutmen bertahap bukan tanpa alasan. Sepanjang 2026, lembaga ini menargetkan total sekitar 99.000 pegawai PPPK.
Angka ini mencerminkan kebutuhan riil di lapangan, mulai dari tenaga teknis, administrasi, manajerial, hingga tenaga pendukung program gizi nasional.
Jika ditarik ke belakang, BGN telah memulai langkah ini sejak 2025. Pada Tahap 1, sebanyak 2.080 pegawai telah resmi diangkat sebagai ASN PPPK dan mulai bekerja sejak 1 Juli 2025. Tahap ini menjadi fondasi awal pembentukan organisasi yang solid.
Kemudian disusul Tahap 2 dengan pembukaan 32.000 formasi yang saat ini berada pada tahap akhir pemberkasan.
Dengan tambahan Tahap 3 dan 4 di 2026, arah kebijakan BGN semakin terlihat jelas: mempercepat pemenuhan SDM agar layanan pemenuhan gizi dapat berjalan merata, efektif, dan berkelanjutan.
Ada beberapa hal yang membuat rekrutmen PPPK BGN terasa berbeda dan menarik. Pertama, orientasinya sangat berbasis program nyata, bukan sekadar rutinitas birokrasi.
Pegawai BGN akan terlibat langsung dalam program yang dampaknya bisa dirasakan oleh masyarakat luas, khususnya anak-anak dan kelompok rentan.
Kedua, rekrutmen ini dilakukan secara bertahap dan terukur. BGN tidak membuka semua formasi sekaligus, melainkan menyesuaikan dengan kesiapan organisasi dan kebutuhan di lapangan.
Pendekatan ini menunjukkan keseriusan dalam membangun sistem kerja yang efektif, bukan hanya mengejar target angka.
Ketiga, peluang bagi masyarakat umum di Tahap 3 dan 4 menjadi sinyal positif bahwa pemerintah membuka ruang partisipasi luas bagi talenta terbaik bangsa, tanpa harus melalui jalur khusus tertentu.
Persiapan Penting bagi Calon Pelamar
Dengan kepastian bahwa Tahap 3 dan 4 akan dibuka, masyarakat yang berminat bergabung dengan Badan Gizi Nasional sebaiknya mulai bersiap sejak dini.
Persiapan tidak hanya soal dokumen administratif, tetapi juga pemahaman terhadap visi, misi, dan peran BGN dalam pembangunan nasional.
Calon pelamar disarankan untuk secara rutin memantau kanal informasi resmi BGN serta Kementerian PAN-RB agar tidak tertinggal pengumuman penting terkait jadwal pendaftaran, jenis formasi, dan persyaratan teknis lainnya.
Kesiapan informasi sering kali menjadi pembeda antara pelamar yang lolos dan yang gugur di tahap awal.
Secara umum, dokumen yang biasanya dibutuhkan dalam rekrutmen PPPK BGN meliputi Kartu Tanda Penduduk, Kartu Keluarga, ijazah terakhir, transkrip nilai,
Surat Keterangan Catatan Kepolisian, surat keterangan sehat dan bebas narkoba, pas foto terbaru, serta surat pengalaman kerja apabila disyaratkan untuk formasi tertentu.
Selain itu, bisa saja ada dokumen tambahan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing jabatan.
Menyiapkan dokumen ini lebih awal akan sangat membantu, terutama jika pendaftaran dibuka dalam waktu yang relatif singkat.
Rekrutmen PPPK BGN Tahap 3 dan 4 tahun 2026 bukan sekadar lowongan kerja, melainkan peluang strategis untuk menjadi bagian dari perubahan besar dalam sistem pemenuhan gizi nasional.
Dengan target 99.000 pegawai, skala rekrutmen ini termasuk yang terbesar dan paling ambisius dalam sejarah PPPK di Indonesia.
Bagi masyarakat yang selama ini menantikan kesempatan menjadi ASN melalui jalur PPPK, inilah saat yang tepat untuk bersiap, belajar dari pola rekrutmen sebelumnya, dan memantapkan diri.
Ketika pengumuman resmi dibuka, mereka yang siap sejak awal akan berada selangkah lebih maju.(dka)
Editor : Baskoro Septiadi