RADARSEMARANG.ID - Hingga Rabu malam (17/12/25) kontingen Indonesia yang turun di ajang olah raga multi even negara-negara se-Asia Tenggara, terus menambah pundi-pundi medalinya dan makin kokoh diposisi kedua klasemen sementara perolehan medali dibawah Thailand.
Hingga rabu malam, atlet-atlet Indonesia sudah berhasil mengumpulkan 72 medali emas, meninggalkan Vietnam yang menguntit diperingkat ketiga. Jumlah 72 medali emas ini, membuat Indonesia mendekati target medali pada SEA Games 2025.
Salah satu cabang olah raga yang menjadi penyumbang medali emas.perak maupun perunggu bagi kontingen Indonesia adalah cabang atletik yang rabu kemarin telah menyelesaikan seluruh pertandingan.
Tim atletik Indonesia menutup perjuangan mereka di SEA Games 2025 dengan meraup 9 medali emas, 5 perak dan 6 medali perunggu.
Jumlah medali yang diperoleh tim atletik Indonesia ini melampaui target medali emas yang diberikan Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) bersama Tim Review.
PB PASI dalam SEA Games 2025 menargetkan atlet-atletnya harus mampu meraih 7 medali emas. Namun, mereka mampu melampui target yang diberikan pengurus PASI.
"Pencapaian 9 medali emas ini adalah buah dari kerja keras, disiplin, dan transformasi sistem pembinaan yang kita jalankan. Hasil ini membuktikan bahwa atletik Indonesia berada pada jalur yang benar menuju level Asia dan dunia," tutur Ketua Umum PB PASI, Luhut Binsar Pandjaitan.
Rangkaian prestasi di Negeri Gajah Putih dibuka secara solid pada hari pertama melalui Diva Renatta Jayadi. Atlet spesialis Lompat Galah Putri ini mengukir sejarah dengan lompatan 4,35 meter, yang memecahkan rekor SEA Games sekaligus mempertajam Rekor Nasional (Rekornas) atas namanya sendiri (4,20 m) yang dicetak pada PON 2024.
Momentum kemenangan berlanjut di nomor lari gawang melalui Dina Aulia. Pada babak penyisihan, Dina mencatat 12,72 detik, yang secara catatan waktu melampaui rekor SEA Games dan rekor nasional.
Namun, hasil tersebut tidak dapat digunakan sebagai rekor resmi menyusul kendala teknis pada sistem pencatatan waktu elektronik, sebagaimana dijelaskan dalam pernyataan resmi Asian Athletics.
Dina tetap memastikan prestasi utamanya dengan mengunci medali emas di babak final dengan waktu 13,21 detik, yang semakin lengkap setelah Emilia Nova finis di posisi kedua dan menghadirkan double podium bagi Indonesia.
Di nomor lapangan, Maria Natalia Londa kembali menegaskan statusnya sebagai salah satu atlet tersukses Indonesia di ajang Asia Tenggara.
Maria meraih emas di nomor Lompat Jangkit Putri dengan lompatan sejauh 13,85 meter, yang merupakan medali ke-17 sepanjang karier panjangnya di SEA Games.
Indonesia mendominasi pada hari keempat dengan menyapu bersih empat medali emas dari nomor Jalan Cepat 20 km dan Marathon. Hendro (01:35:25) dan Violine Intan (01:46:52) mengamankan podium tertinggi di nomor jalan cepat.
Keberhasilan ini kian sempurna setelah Robi Syianturi (02:27:33) dan Odekta Elvina Naibaho (02:43:13) tampil solid dengan mempersembahkan emas Marathon putra dan putri.
Hasil ini menjadi sejarah pertama Indonesia berhasil mengawinkan gelar juara nomor Jalan Cepat dan Marathon secara bersamaan dalam satu edisi SEA Games.
Kontribusi prestasi juga datang dari sektor lempar melalui Abd Hafiz, yang meraih emas Lempar Lembing Putra sekaligus mencatatkan
Rekornas baru dengan lemparan sejauh 72,82 meter. Catatan ini melampaui rekor sebelumnya milik Silfanus Ndiken yang baru dicetak pada Kejurnas 2025.
Hasil ini dilengkapi oleh raihan medali perak dari Silfanus Ndiken yang memastikan dominasi Indonesia di nomor tersebut.
Emilia Nova memberikan penutup yang manis di hari terakhir penyelenggaraan atletik dengan menyabet medali keduanya di ajang ini, yakni emas dari nomor Sapta Lomba (Heptathlon) Putri.
Lewat total raihan 5.497 poin, Emilia tidak hanya naik ke podium tertinggi tetapi juga sukses mempertajam Rekornas atas namanya sendiri (5.286 poin) yang dicatat pada SEA Games 2017. (sls)