RADARSEMARANG.ID, Semarang - Berbagai kreativitas siswa melalui pentas seni dari sejumlah ekstrakurikuler, drama musikal, hingga penampilan guest star lokal dipamerkan SMAN 11 Semarang melalui event Evolution 2025.
Agenda tahunan ini menjadi penutup rangkaian kegiatan non-akademik bagi siswa kelas XII sebelum memasuki masa ujian dan persiapan UTBK.
Kepala SMAN 11 Semarang, Roro Tri Widiastuti, menjelaskan Evolution merupakan tradisi sekolah yang sudah berlangsung lama, sejak 2017.
“Ini Evolution 2025 itu agenda tahunan. Jadi anak-anak kelas 12 sebelum nanti lulus di bulan Mei tahun depan itu biasanya tahun sebelumnya itu sudah melakukan kegiatan Evolution ini,” ujarnya, Kamis (20/11/2025).
Ia menjelaskan, seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk memberikan ruang apresiasi bagi siswa, terutama yang selama ini aktif di ekstrakurikuler (ekstrakurikuler).
“Pentas seni bukan perwakilan per kelas tapi perwakilan ekskul. Jadi ekskul-eksul yang bisa menampilkan apa saja ini disiapkan, kemudian ini waktunya untuk menunjukkan keahlian,” katanya.
Ia menyebut, tahun ini Evolution 2025 mengusung judul “Abhisevawana”. Menurutnya, tema tersebut menggambarkan perjalanan pribadi yang ditempa melewati 'hutan belantara', sebagai simbol proses pendewasaan siswa selama menempuh pendidikan di SMA.
“Tema ini mengandung arti pribadi yang terus digembleng melewati hutan belantara yang masih asri, yang masih banyak hewan liarnya. Sehingga ketika keluar dari hutan atau sekolah gitu ya, mereka sudah jadi pribadi yang lebih baik, lebih pintar, lebih dewasa, lebih berkarakter,” jelasnya.
Menurutnya, kenangan inilah yang ingin diberikan sekolah sebelum para siswa memasuki masa-masa ujian.
Di sisi lain, Roro menjelaskan setiap ekskul di SMAN 11 dirancang bukan sekadar sebagai wadah kegiatan, tetapi juga pembentukan karakter.
“Di ekskul itu, siswa diasah untuk berkepribadian yang baik. Harapannya sesuai dengan minat, siapa tahu dari ekskul yang dia senangi itu menjadi dasar dia nanti berkembang di dunia setelah lulus,” ujarnya.
Salah satu daya tarik Evolution 2025 yakni pemilihan guest star yang dilakukan penuh oleh siswa. Tahun ini mereka mengundang musisi lokal Semarang, seperti Hendra Kumbara, Dendi Nata dan DJ serta Band Grovify.
Ketua Panitia Evolution 2025, Maheza Adhyaksa Putra, menjelaskan acara tahun ini merupakan puncak kegiatan OSIS dan dirancang untuk menggali serta menyalurkan bakat siswa.
“Tujuan acara ini adalah untuk meningkatkan bakat dan minat siswa-siswi supaya tersalurkan dengan baik,” katanya.
Salah satu penampilan utama adalah Mahakarya, sebuah drama musikal yang telah dipersiapkan sejak lama.
Ceritanya mengangkat seorang gadis bernama Kasturi dari Desa Amuntai Senja yang menolak dijodohkan karena ingin membangun masa depannya sendiri.
Pemeran drama ini berasal dari kombinasi siswa kelas 10 hingga 12, melalui proses seleksi terbuka.
“Mahakarya itu drama musikal. Pemerannya dari kelas 10, 11, 12. Seleksi terbuka, siapa saja boleh ikut,” jelas Maheza.
Selain untuk pengalaman siswa dan melatih kepercayaan diri, lanjutnya, Evolution 2025 menjadi ruang ekspresi terakhir bagi siswa kelas XII sebelum memasuki masa ujian. Selain seremonial tahunan, kegiatan ini juga menjadi rekam jejak emosional bagi siswa. (ifa)
Editor : Baskoro Septiadi