RADAR SEMARANG.ID - Peristiwa Sumpah Pemuda yang diikrarkan pada tanggal 28 Oktober 1928 menjadi salah satu peristiwa besar dalam sejarah Indonesia.
Sumpah Pemuda ini merupakan wujud nyata tekad para pemuda Indonesia untuk bersatu dalam satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa, yaitu Indonesia.
Di balik lahirnya peristiwa bersejarah ini, tentunya terdapat tokoh-tokoh yang berperan penting dalam proses perumusannya.
Berikut 13 tokoh sentral yang berperan penting dalam proses perumusan sumpah pemuda:
1. Soegondo Djojopoespito
Dalam pelaksanaan Kongres Pemuda II, Soegondo Djojopoespito ditunjuk menjadi ketua kongres Sumpah Pemuda II. Ia lahir di Tuban, Jawa Timur, pada 22 Februari 1905.
Soegondo sendiri adalah anggota Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI) dan pada tahun 1927, ia sempat memimpin organisasi tersebut.
Soegondo meninggal di Yogyakarta, pada tanggal 23 April 1978, di usianya yang ke-73. Beliau dimakamkan di Kompleks Makam Keluarga Besar Taman Siswa Wijaya Brata, Yogyakarta.
2. Soenario Sastrowardoyo
Soenario Sastrowardoyo memiliki peran utama sebagai penasihat panitia Kongres Pemuda II. Ia adalah ahli hukum (Meester in de Rechten), politisi, dan seorang diplomat.
Soenario lahir pada tanggal 28 Agustus 1902, di Madiun, Jawa Timur. Beliau aktif sebagai seorang pengacara yang berani membela aktivis pergerakan yang ditangkap oleh polisi kolonial Belanda.
Pada tanggal 18 Mei 1997, ia meninggal dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Jakarta Selatan.
3. Johannes Leimena
Johannes Leimena menjadi perwakilan dari organisasi Jong Ambon dalam Kongres Pemuda II. Dalam kepanitiaan kongres, ia berperan sebagai pembantu IV.
Lahir di Ambon pada 6 Maret 1905, Johannes menjadi menteri yang bertahan paling lama di masa pemerintahan Presiden Soeharto. 29 Maret 1977, Ia wafat dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Jakarta Selatan.
4. R.M. Djoko Marsaid Tirtodiningrat
Pada Kongres Pemuda II, Djoko Marsaid berperan sebagai wakil ketua panitia kongres. Selain itu, ia juga mewakili organisasi pemuda Jong Java.
Djoko Marsaid lahir pada 29 Mei 1903 di Malang. Setelah kemerdekaan, ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Pakubuwono XI, dan oleh Presiden Soekarno, beliau diangkat menjadi Rektor Universitas Hasanuddin.
5. Muhammad Yamin
Dalam Kongres Pemuda II, peran Muh. Yamin sangat krusial. Ia adalah tokoh yang merumuskan isi teks Sumpah Pemuda. Selain itu, dalam kepanitiaan, Muh. Yamin juga menjabat sebagai sekretaris.
Muh. Yamin merupakan pelopor yang mengusulkan Bahasa Melayu (Bahasa Indonesia) sebagai bahasa persatuan Indonesia.
6. Amir Sjarifoeddin Harahap
Amir Sjarifoeddin Harahap mewakili organisasi kepemudaan Jong Batak Bond. Dalam susunan panitia Kongres Pemuda II, beliau menjabat sebagai Bendahara.
Selain itu, ia juga aktif mencetuskan ide-ide dalam perumusan naskah Sumpah Pemuda. Amir lahir pada 27 April 1907 di Medan, Sumatera Utara.
Pada 19 Desember 1948, Amir dieksekusi oleh pemerintah akibat keterlibatannya dalam pemberontakan PKI pada tahun 1948. Jenazahnya dimakamkan di Kampung Ngaliyan, Karanganyar, Jawa Tengah,
7. W.R. Supratman
Pada Kongres Pemuda II, W.R. Supratman memainkan lagu "Indonesia Raya" dengan biola miliknya sebagai bagian dari penutupan Kongres. Saat ini, lagunya menjadi lagu kebangsaan Indonesia.
8. Sarmidi Mangoensarkoro
Dalam Kongres Pemuda I dan Kongres Pemuda II, Sarmidi menjadi pembicara yang menyampaikan akan pentingnya pendidikan bagi bangsa Indonesia.
9. Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo
Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo adalah pemimpin Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII). Dalam Kongres Pemuda II Sekarmadji menjadi sekertaris perumusan naskah Sumpah Pemuda.
10. Kasman Singodimedjo
Dalam Kongres Pemuda II Kasman menjadi wakil dari organisasi pemuda berasas Islam, yakni Jong Islamieten Bond (JIB). Kasman ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada 2018.
Setelah merdeka, Kasman pernah menjabat sebagai Jaksa Agung Indonesia pada tahun 1945-1946. Beliau meninggal di Jakarta, 25 Oktober 1982.
11. Mohammad Roem
Lahir pada 16 Mei 1908 di Klewogan, Parakan, Temanggung, Jawa Tengah, Mohammad Roem adalah perwakilan organisasi Jong Islamieten Bond (JIB) dalam Kongres Pemuda II.
Setelah merdeka, Roem dikenal sebagai diplomat, politikus, dan pemimpin Indonesia. Ia dikenal sebagai ketua delegasi Indonesia dalam Perjanjian Roem-Royen tahun 1949.
12. Adnan Kapau Gani
A.K. Gani hadir sebagai peserta Kongres Pemuda II yang mewakili organisasi Jong Sumatranen Bond. Setelah Indonesia merdeka, Gani pernah menjabat sebagai wakil perdana menteri dan menteri kemakmuran pada Kabinet Revolusi. Pada 1954, Ia diangkat menjadi rektor Universitas Sriwijaya.
13. Sie Kong Liong
Sie Kong Liong merupakan tokoh keturunan Tionghoa yang menyediakan tempat untuk pelaksanaan Kongres Pemuda II. Rumah ini berada di Jalan Kramat Raya No. 106, Jakarta. Kini tempat pelaksanaan Kongres Pemuda II dikenal sebagai Museum Sumpah Pemuda. (mg15)
Editor : Baskoro Septiadi