RADARSEMARANG.ID, Semarang – Banyaknya kejadian keracunan makanan dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam pemberian Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno, meminta kepada SPPG agar dapat memberikan jaminan keamanan terhadap makanan yang disajikan untuk siswa.
Menurut Sumarno, kewenangan MBG ada di tingkat nasional yang dilaksanakan di daerah. Harapannya, program tersebut dapat memberikan dampak positif bagi ekonomi di daerah.
“Harapan kami SPPG yang ada di Jawa Tengah tetap menjaga kualitas, mungkin bisa dilakukan evaluasi, dengan disajikan tidak terlalu lama dari waktu memasak, apakah SDM yang ditambah, sehingga dapat meyakinkan orang tua tentang kualitas makanan yang diberikan kepada anak-anak," ujar Sekda
Sementara itu, Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan agar program tersebut lancar dan membawa dampak ekonomi untuk Jawa Tengah sebagaimana yang diharapkan.
Secara umum jumlah SPPG di Jawa Tengah saat ini baru 1.285 unit atau 39,81% dari target 3.228 unit. Jumlah SPPG yang operasional itu terdiri dari SPPG Mitra, SPPG Polri, SPPG TNI, dan SPPG Pondok Pesantren.
Dengan jumlah tersebut, dari target 9,6 juta sasaran penerima program MBG di Jateng, akselerasinya sudah mencapai 2,7 juta penerima manfaat.
Di antaranya untuk 2,48 juta siswa, ibu hamil sebanyak 32.466 orang, ibu menyusui itu 35.965 orang dan untuk balita 52.217 orang.
Pemprov Jateng mendorong percepatan pembangunan SPPG di Jateng sehingga cover di Jawa Tengah bisa lebih luas dan tentu saja dapat membawa dampak ekonomi sebagaimana yang diharapkan.
"Kita sudah bentuk Satgas dari tingkat Provinsi sampai kabupaten/kota. Kita gandeng seluruh mitra agar cepat terpenuhi. Terkait suplai bahan, koperasi merah putih juga sudah diarahkan untuk menyuplai," tandasnya. (*)
Editor : Baskoro Septiadi