RADARSEMARANG.ID, Semarang - Siapa sangka, seorang anak SD yang sempat tidak bisa melanjutkan sekolah karena usaha orang tuanya gulung tikar, kini menjelma menjadi pemimpin muda di sebuah perusahaan multinasional. Dialah Vincent Felix Tristanto, penerima Beasiswa TELADAN Tanoto Foundation tahun 2019.
Masa kecil Vincent penuh lika-liku. Ia pernah merasakan pahitnya putus sekolah saat kelas tiga SD. Untuk anak yang baru duduk di bangku SD, situasi itu terasa seperti dunia yang runtuh. Vincent duduk berdiam diri rumah selama dua minggu. Ia bahkan berpikiran tak lagi bisa melanjutkan sekolah.
"Untuk anak SD kelas tiga sudah sempat mikir nanti aku besar jadi apa kalau nggak sekolah,” kenangnya.
Namun, kegigihan orang tuanya membuka secercah harapan. Mereka tak putus berjuang untuk mendapatkan dukungan dari yayasan yang menaungi sekolah tersebut. Hasilnya, Vincent kecil pun kembali bersekolah. Ia akhirnya membuktikan diri dengan meraih prestasi demi prestasi. Kesempatan itu tidak disia-siakan. Tekadnya terus membara.
Baca Juga: Beasiswa TELADAN Jadi Pembuka Jalan Devintya Wu Meyli Wujudkan Mimpi Kerja di Jepang
“Mungkin secara alam bawah sadar, saat mendengar kata-kata dan mendapat kesempatan tersebut, saya jadi sangat terpacu. Saya serius belajar, dan untuk pertama kalinya di kelas empat saya dapat ranking tiga," ucapnya dengan bangga.
Prestasi itu membawanya pada kesempatan untuk terus bersekolah, dan di tahun berikutnya ia bahkan meraih ranking pertama. Perjuangan di masa kecil itu benar-benar menanamkan karakter disiplin dan konsistensi dalam diri Vincent. Baginya, pendidikan adalah jalan keluar dari keterpurukan yang bisa mengubah kehidupan seseorang menjadi lebih baik.
"Serendah-rendahnya kondisi hidup, pada akhirnya cuma kita sendiri yang bisa mengubah. Kesempatan nggak selalu datang dua kali, jadi tiap ada kesempatan datang, akan selalu saya maksimalkan," tegasnya.
Prinsip itu menuntunnya hingga ke Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. Ia mengambil jurusan Teknik Kimia. Di sinilah ia dipertemukan dengan sebuah kesempatan besar menjadi penerima Beasiswa TELADAN Tanoto Foundation.
Vincent pertama kali mendengar tentang beasiswa ini saat masa orientasi kampus. Ada sesi berbagi dari kakak tingkat, yang salah satunya adalah penerima beasiswa dari Tanoto Foundation. Saat itu, beasiswa ini masih bernama National Champion Scholarship.
“Saya merasa beasiswa ini menarik. Lalu saat dibuka pendaftaran, saya langsung daftar,” ungkapnya.
Perjalanan seleksi berlangsung panjang. Dari administrasi, penulisan esai, hingga wawancara. Salah satu tahap yang paling berkesan baginya adalah game-based assessment.
“Rasanya seperti main game, tapi nggak tahu apa yang dinilai. Itu bikin saya sempat ragu, tapi akhirnya saya tetap jalani dengan maksimal,” kata Vincent.
Hingga akhirnya, di awal 2019 ia dinyatakan lolos sebagai penerima Beasiswa TELADAN. Sebuah titik balik yang memperkuat langkahnya menapaki masa depan. Bagi Vincent, beasiswa ini bukan sekadar bantuan biaya. Tapi lebih dari itu, ada pelatihan kepemimpinan yang menyentuh banyak sisi kehidupannya.
Program itu dibagi dalam tiga fase, yakni diantaranya lead self, lead others, dan professional preparation. Ia belajar tentang mengenali diri sendiri, mengelola emosi, hingga bagaimana memimpin orang lain lewat proyek sosial.
Baca Juga: Klaim Sekarang 75 Kode Redeem FF September 2025 Terbaru
Salah satu proyek yang paling membekas bagi Vincent adalah "Go Scholarship". Program pelatihan bagi siswa SMA yang ingin kuliah tetapi terkendala biaya. Melalui proyek ini, timnya berhasil meraih peringkat tiga program terbaik dari 15 kelompok yang ada.
“Namun yang lebih memuaskan bagi saya sebenarnya adalah saat peserta pelatihan kembali kontak saya dan berkata bahwa mereka berhasil mendapat beasiswa setelah menerapkan ilmu yang kami berikan,” ungkapnya.
Semua pelatihan dari Beasiswa TELADAN Tanoto Foundation itu terbukti berguna di dunia kerja, termasuk di posisinya saat ini. Sebagai Production Sub Section Head di salah satu grup perusahaan agribisnis terkemuka di Asia, ia bertanggung jawab memastikan lini produksi berjalan, terlibat dalam pengembangan produk, hingga berhubungan dengan unit global di Malaysia, China, dan India.
“Semua materi yang dipelajari selama beasiswa TELADAN sangat berdampak bagi saya pribadi. Bahkan sampai saat ini saya dipercaya untuk memegang posisi yang setara dengan senior 7–10 tahun di atas saya,” katanya.
Meski begitu, Vincent tak pernah melupakan filosofi dari beasiswa yang ia terima, yakni memberi dampak bagi orang lain. Ia percaya pada law of attraction.
“Saya membayangkan posisi yang saya inginkan, lalu berusaha setiap hari agar lebih relevan mencapainya,” ujarnya.
Prinsip itu membawanya naik cepat di dunia kerja. Baru tiga tahun bekerja, ia sudah dipercaya menduduki posisi setara level manajerial menengah.
“Goal terdekat saya adalah jadi expert di lingkup global,” katanya.
Ia ingin berkiprah lintas negara, sembari membangun komunitas pendidikan untuk anak-anak yang mengalami hambatan seperti dirinya dulu. Ketika ditanya bagaimana ia menghadapi masa sulit, Vincent menjawab dengan tenang.
“Tuhan tidak pernah memberi cobaan melebihi kemampuan umat-Nya,” ucapnya.
Kalimat itu menjadi pegangan dalam setiap langkah. Dari anak kecil yang hampir kehilangan masa depan karena tak mampu bersekolah, Vincent Felix Tristanto kini menjadi teladan sejati. Ia membuktikan, dengan kerja keras, disiplin, pendidikan, dan kesempatan, hidup bisa berubah total.
“Kesempatan nggak selalu datang dua kali. Jadi tiap ada kesempatan, saya akan selalu memaksimalkan,” pungkasnya.
Saat ini, Tanoto Foundation membuka pendaftaran Program Beasiswa TELADAN (Transformasi Edukasi untuk Melahirkan Pemimpin Masa Depan) untuk angkatan 2026. Program ini ditujukan bagi mahasiswa semester pertama jenjang Sarjana (S-1) di sepuluh perguruan tinggi mitra, yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Brawijaya (UB), Universitas Diponegoro (Undip), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Riau (Unri), Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Hasanuddin (Unhas), dan Universitas Mulawarman (Unmul).
Beasiswa ini menyasar mahasiswa berprestasi yang memiliki pengalaman berorganisasi dan potensi kepemimpinan. Selain pembiayaan penuh untuk kuliah dan tunjangan biaya hidup bulanan, penerima beasiswa yang biasa disebut Tanoto Scholar juga mengikuti pelatihan kepemimpinan terstruktur selama 3,5 tahun, mulai semester 2 hingga semester 8.
Program Beasiswa TELADAN ini juga terbuka bagi mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar-Kuliah (KIP-K) yang terdaftar di sepuluh perguruan tinggi mitra tersebut. Pendaftaran dibuka mulai 1 Juli hingga 7 September 2025 dan dapat diakses melalui situs resmi Tanoto Foundation di tautan bit.ly/JadiTELADAN2026. (kap/web)
Editor : Baskoro Septiadi