RADARSEMARANG.ID - Pasca kerusuhan yang melanda berbagai kota di Indonesia, tak terkecuali kota Semarang, pada akhir bulan Agustus kemarin, situasi keamanan kota-kota yang landa kerusuhan berangsur-angsur mulai kondusif.
Di kota Semarang yang ikut di guncang aksi demo disertai kerusuhan, dari pantauan RadarSemarang.ID, hari Rabu (3/9/25) situasi mulai pulih meski belum seratus persen seperti sediakala.
Di Mapolda Jawa Tengah, Jalan Pahlawan yang menjadi episentrum aksi demo dan bentrokan massa dan aparat Kepolisian, sudah tidak terlihat lagi konsentrasi petugas anti huru hara dalam jumlah besar di halaman Mapolda.
Baca Juga: Pasangan Kekasih PenguburJanin di KIW Semarang Ditangkap, Ini Modusnya
Saat berlangsung aksi demo dan setelah pecah kerusuhan, pasukan anti hura hara dari Brimob dan Dalmas terlihat bersiaga di halaman Mapolda, demikian juga aparat kepolisian berbaju preman di sebar di sekitar Mapolda.
Namun dari pantauan Rabu siang ini, aktivitas penjagaan keamanan terlihat tidak seketat hari-hari sebelumnya.
Demikian juga halnya di gedung DPRD dan Pemprov Jawa Tengah yang hanya berjarak 100"an meter dari Mapolda, penjagaan petugas keamanan juga sedikit agak longgar.
Namun, personel keamanan dari TNI tampak masih di siagakan menjaga gedung DPRD dan kantor Gubernuran.
Terlihat 5 truk TNI dari Batalyon Zeni Tempur (Zipur) 4 dan Batalyon Arhanudse 15 parkir di samping gedung DPRD Provinsi Jawa Tengah.
Sementara personell TNI dari kedua batalyon itu bersiaga di dalam gedung DPRD Jateng yang lengang, karena anggota dewan sementara WFH.
"Santai mas, belum tahu sampai kapan, kita hanya tunggu perintah"tutur salah satu prajurit dari Yon Zipur 4 yang tidak bersedia di sebutkan namanya saat di tanya Radar Semarang sampai kapan berjaga.
Selain personel TNI, tampak juga di siagakan satu unit mobil Pemadam Kebakaran yang standby tak jauh dari truk TNI.
Halaman gedung DPRD Jawa Tengah yang biasanya di penuhi mobil anggota dewan dan tamu juga terlihat kosong, tidak ada satupun mobil yang terparkir.
Gedung DPRD Jawa Tengah sendiri sempat di hampiri massa saat terjadi kerusuhan, mereka menyerang bagian belakang gedung yang berbatasan dengan Taman Indonesia Kaya.
Tak hanya melakukan pelemparan batu, massa juga sempat melakukan pembakaran, hingga manghanguskan beberapa mobil dan motor yang terparkir di halaman belakang gedung DPRD Jawa Tengah. (sls)
Editor : Baskoro Septiadi