RADARSEMARANG.ID – Aksi demonstrasi yang dilakukan pada Kamis (28/8/2025) kemarin di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat ternyata menyisakan luka mendalam.
Salah satu pengemudi ojek online yang bernama Affan Kurniawan meninggal usai terlindas kendaraan taktis milik Birmob.
Insiden ini terjadi saat mobil taktis tersebut sedang berusaha membubarkan massa aksi demonstrans. Namun justru mobil taktis itu menabrak dan melindas driver ojol.
Usai tragedi tersebut, tujuh anggota Brimob telah ditangkap dan diperiksa, termasuk Kompol C, Aipda M, Bripka R, Briptu D, Bripda M, Baraka Y, dan Baraka D.
Lantas siapakan Affan Kurniawan ?
Affan Kurniawan sendiri merupakan pria kelahiran Jakarta, 18 Juli 2004. Diketahui meninggal di Rumah Sakit Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo pada 28 Agustus 2025 sekira pukul 19.58 WIB.
Affan Kurniawan tinggal bersama keluarganya di sebuah kontrakan berukuran 3x11 meter, Affan Kurniawan tinggal bersama tujuh anggota keluarga lainnya.
Orang tua yang bekerja serabutan, kakak laki-laki yang juga ojol, dan adik perempuannya yang masih duduk di bangku SMP, semuanya menggantungkan harapan pada Affan Kurniawan
Sehari-hari, ia berjuang membantu ekonomi keluarga dengan menjadi pengemudi ojol. Sebelumnya, ia juga pernah bekerja sebagai satpam di kawasan Menteng.
Saat kejadian, Affan diduga tidak terlibat dalam aksi demonstrasi. Ia berada di tengah kerumunan massa karena sedang mengantar pesanan makanan di lokasi yang tidak jauh dari bentrokan.
Ini menjadikannya korban yang tidak sengaja berada di tempat dan waktu yang salah.
Insiden tragis ini terekam dalam sebuah video yang viral di media sosial.
Dalam rekaman tersebut, mobil rantis Brimob melaju kencang dengan sirine menyala ke arah demonstran untuk membubarkan mereka.
Nahas, Affan yang berada di lokasi tidak sempat menghindar.
Ia tertabrak hingga terkapar di tengah jalan.
Menurut saksi mata, mobil taktis tersebut melaju ugal-ugalan dan menabrak korban, lalu terus melaju hingga melindasnya sebelum akhirnya meninggalkan lokasi.
Setelah insiden itu, massa yang melihat kejadian tersebut merasa geram. Dalam video terlihat ratusan orang mengejar mobil rantis tersebut dan mencoba memukulinya serta melemparinya dengan berbagai benda.
Affan Kurniawan sendiri akan dimakamkan di TPU Karet Blvak, Jakarta Pusat pada Jumat (29/8/2025).
Beredar kabar setidaknya ada ribuan driver ojol turut mengantarkan Affan Kurniawan ke tempat peristirahatan terakhir.
Salah satu rekan Affan Kurniawan, Hafidz menegaskan para pengemudi ojol bakal mengantar jenazah Affan Kurniawan.
"Kita (driver ojol) mau ngawal sampai makam, kita konvoi. Jam 10.00 WIB dimakamkan di Karet Bivak. Ada kurang lebih 1.000 orang (driver ojol ikut mengantar)," katanya.
Baca Juga: Polri Usut Sopir Rantis yang Lindas Ojol di Jakarta, Ini 7 Anggota Brimob yang Turut Diperiksa
Rantis rimueng sendiri bisa mengangkut kurang lebih 4 sampai 8 orang yang berdiri di footstep kanan dan kiri bagian luar. Mobil ini punya panjang 5,33 meter.
Bodinya jelas keras, sebab mengadopsi full body armor plate, alias bodi lapis baja. Kaca jendelanya pun kuat, dengan ketebalan NIJ level 3.
Mobil ini ditenagai mesin 3.200 cc. Diklaim, rantis ini bisa melaju dengan kecepatan 100 km/jam di jalan perkotaan.
Rantis Rimueng dibekali mounting gun jenis senapan serbu dan 2 volcano gas air mata kaliber 38 mm. Penembak gas air mata itu dapat memuat 15 peluru gas air mata.
Gas air mata dapat ditembakkan secara otomatis sebanyak 15 peluru atau sistem manual dengan sekali tembak 5 peluru.
Rantis ini dapat bergerak di medan ekstrem. Tanjakan ekstrem dengan kemiringan hingga 60 derajat dapat ditaklukkan.
Nama Rimueng diambil dari bahasa Aceh. Di Tanah Rencong, kata 'rimueng' bermakna 'harimau'.(dka)
Editor : Baskoro Septiadi