RADARSEMARANG.ID – Menteri Koordinator bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayaan, Agus Harimurti Yudhoyono membantah bahwa kebijakan zero over dimension over load (odol), berdampak pada kenaikan harga bahan pokok.
Ia menduga isu tersebut sengaja dihembuskan untuk menghalangi keberhasilan penegakan aturan yang sudah belasan tahun tertunda.
“Kami sudah mendapatkan sejumlah data bahwa ternyata tidak terlalu berpengaruh secara signifikan. Jadi ini mungkin hanya alasan agar kita tidak sukses menertibkan ODOL yang sudah belasan tahun terjadi,” kata AHY
AHY menjelaskan, pemerintah telah melakukan sejumlah tahapan penertiban, mulai dari sosialisasi hingga pengukuran dampak secara detail.
Menurutnya, membiarkan kendaraan ODOL beroperasi menimbulkan kerugian besar, baik dari sisi keselamatan maupun infrastruktur.
“Banyak korban kecelakaan lalu lintas, bukan hanya pengemudi truk ODOL tetapi juga masyarakat yang tidak bersalah. Kerusakan jalan akibat kendaraan over kapasitas menelan biaya puluhan triliun rupiah setiap tahunnya untuk perbaikan,” ungkapnya.
Ketua Umum Partai Demokrat itu menegaskan, akan terus menghitung secara cermat, dampak dari kebijakan ini terhadap perekonomian, termasuk sektor logistik dan distribusi pangan.
“Ternyata hasilnya baik. Nanti Pak Menhub bisa memperkuat dengan data-data yang jelas,” tandasnya. (dit)
Editor : Baskoro Septiadi