Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

KKN-T 137 Undip Bantu Pencegahan Stunting di Panggung Lor Semarang Utara

Devi Khofifatur Rizqi • Sabtu, 12 Juli 2025 | 04:02 WIB

Mahasiswa KKN-T 137 Universitas Diponegoro berfoto bersama masyarakat Kelurahan Panggung Lor, Semarang Utara, usai edukasi pencegahan stunting.
Mahasiswa KKN-T 137 Universitas Diponegoro berfoto bersama masyarakat Kelurahan Panggung Lor, Semarang Utara, usai edukasi pencegahan stunting.
SEMARANG - Mahasiswa KKN-T 137 Universitas Diponegoro turut andil dalam pencegahan stunting di wilayah Kelurahan Panggung Lor, Semarang Utara, Kamis (10/7/2025).

Mereka terjun langsung melaksanakan program pengabdian masyarakat mengenai ECO Coastal & Nutri-Care.

Itu merupakan program untuk membangun kesadaran lingkungan demi mewujudkan Kelurahan Panggung Lor yang sehat, bebas stunting, dan searah dengan program SDGs.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Undip, Hega Bintang Pratama Putra S.T.P., M.Sc mengungkap, mahasiswa KKN bekerja sama dengan puskesmas untuk memberikan edukasi ke masyarakat tentang pencegahan dan penanganan stunting.

"Jadi mahasiswa membantu memberikan edukasi lebih lanjut ke kader-kader posyandu dan masyarakat. Itu mengenai pencegahan, serta pola gizi pencegahan stunting yang dimulai dari catin (calon pengantin)," jelasnya.

Kegiatan KKN dimulai sejak 26 Mei-14 Juli 2025. Ada 50 mahasiswa dari program studi berbeda-beda yang terbagi dalam 6 kelompok.

Setiap kelompok memiliki programnya masing-masing sesuai bidang ilmunya.

"Soal pencegahan stunting itu programnya mahasiswa dari Prodi Kedokteran dan Pangan," kata Yasmin Aulia Rachma, S.T.P., M.Sc, yang juga DPL KKN Undip.

Yasmin menyebut, pihaknya melakukan pengawasan terhadap program mahasiswa KKN. 

Ia berharap, masyarakat setempat mendapat manfaat dari program KKN, baik dari pencegahan stunting maupun kesehatan lingkungan.

"Mahasiswa pastinya mendapat pengalaman baru yakni eksekusi langsung ke masyarakat.

Termasuk menularkan ilmu tentang pencegahan stunting, baik edukasinya, makanan, gizi seimbang, dan lain sebaginya," bebernya.

Lurah Panggung Lor, Michael Diana Permatasari mengatakan, ada 7 anak stunting di wilayahnya yang perlu perhatian khusus.

Ia berupaya menurunkan kasus stunting dengan pemberian makanan tambahan.

"Kalau disini, penyebab stunting karena pola asuh. Biasanya orang tua bekerja dan anak dititip ke pengasuh.

Kalau sama pengasuh kan tidak setelaten sama orang tuanya soal pemenuhan gizi dan makanan yang dimakan tidak maksimal," ujarnya.

Sementara Kepala UPTD Puskesmas Bulu Lor, Dien Hasana menambahkan, stunting masih menjadi perhatian pemerintah, termasuk di Kelurahan Panggung Lor.

Potensi stunting pada anak tidak hanya kurang gizi maupun masalah ekonomi. Namun, dimungkinkan dari ketidaktahuan orang tua.

"Makanya perlu peran serta kita semua untuk pencegahannya. Termasuk ada pendampingan untuk anak-anak stunting ini," tambahnya. (dev/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#semarang #KKN #pencegahan stunting #KKNT #MAHASISWA #UNDIP