RADARSEMARANG.ID, Semarang- Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang telah menyiapkan rencana perbaikan talut Talangsari, Kelurahan Bendan Duwur, yang longsor beberapa waktu lalu.
Talut di Jalan Talangsari tersebut longsor akibat gempuran cuaca ekstrem, hujan deras dan gerusan aliran sungai. Longsornya talut tidak hanya sekali, pada 2024 juga terjadi hal serupa.
Diketahui, pada 2023 DPU Kota Semarang melakukan penanganan talut Bendan Duwur menggunakan APBD Kota Semarang Tahun Anggaran 2023. Penanganan tersebut berdasarkan urgensi lokasi yang rawan bencana.
Proyek tersebut dikerjakan oleh CV Indotama Sukses Mandiri, dengan masa pengerjaan selama empat bulan, dari Juli hingga November 2023.
Setelah pengerjaan selesai, kontraktor masih memiliki tanggung jawab pemeliharaan hingga enam bulan atau sampai Mei 2024.
“Pada masa kontrak dan masa pemeliharaan, tim DPU dibantu konsultan supervisi sudah melaksanakan tugas sesuai ketentuan,” terang Humas DPU Kota Semarang Adityo G Pratidina Jumat (13/6/2025).
Selama masa pemeliharaan, di lokasi pekerjaan pernah terjadi beberapa kejadian banjir besar pada sungai tersebut saat hujan deras.
Imbas yang terjadi waktu itu terdapat beberapa kerusakan di atas jalan, namun kondisi talut masih aman.
Namun karena kerap digempur hujan dengan intensitas tinggi dan arus sungai yang deras, talut pun tergerus.
“Pada sekitar akhir bulan April 2024 tim DPU melakukan survei kondisi setelah mendapat info bahwa terjadi kerusakan di lokasi proyek bendan nduwur,” ujar Adityo yang juga menjabat Kasubag Umum Kepegawaian itu.
Hasil dari survey, lanjut Adityo, kemudian Tim DPU melayangkan surat perintah perbaikan pada kepada kontraktor proyek untuk segera dilakukan perbaikan.
Mengingat pemeliharaan masih menjadi tanggung jawab kontraktor. Kontraktor pun melakukan perbaikan pada April 2024.
Namun cuaca ekstrem yang melanda Kota Semarang pada Januari 2025, membuat talut tersebut kembali longsor. Pondasi talut miring nyaris ambrol.
“Tapi kejadian tersebut sudah bukan menjadi tanggung jawab kontraktor, karena masa pemeliharaan sudah selesai,” imbuhnya.
Menyikapi hal tersebut tim DPU bersama stakeholder terkait, baik lurah, Distaru, BBWS, Disperkim, bidang PSDA, serta konsultan melakukan join inspection pada 25 April 2025.
Dari hasil pengamatan joint inspection tersebut, jelas Adityo, memang longsor talut diakibatkan curah hujan tinggi dan debit banjir sungai yang deras.
Bahkan kerusakannya hingga merembet ke sebelah barat titik lokasi yang mengenai pemukiman warga.
“Tindak lanjut tim DPU dalam hal ini sudah merencanakan perbaikan dan saat ini masih dalam proses penyusunan dokumen pengadaan,” kata Adityo.
“Hari ini dokumen persiapan pelaksanaan penanganan sudah masuk ke PBJ untuk dilakukan proses pemilihan,” tandas Adityo. (zal)
Editor : Muhammad Rizal Kurniawan