Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Ini Perbandingan Antara Tugu Biawak Wonosobo dan Tugu Penyu Sukabumi, Sama-sama Gunakan Uang Rakyat Hasilnya Berbeda

Deka Yusuf Afandi • Rabu, 23 April 2025 | 17:53 WIB
Perbandingan Antara Tugu Biawak dan Tugu Penyu
Perbandingan Antara Tugu Biawak dan Tugu Penyu

 

 


RADARSEMARANG.ID – Hasil mahakarya milik Studio Rejo Arianto hingga kini masih menjadi perbincangan. Bagaimana tidak karya milik Studio Rejo Arianto yakni Tugu Biawak mendapatkan apresiasi tinggi oleh masyrakat.

Tugu biawak yang berada di Desa Krasak, Kecamatan Selomerto, Kabupaten Wonosobo ini mirip sekali dengan hewan hidup pada umumya.

Karena proses pembuatan sendiri dibuat secara teliti dan menggunakan dana tanggung jawab sosial sejumlah BUMD di Kabupaten Wonosobo dengan nominal Rp 50 juta.

Dengan anggaran yang minim tersebut hasil Tugu Biawak ini mendapat banjir pujian dari warganet dan warga sekitar.

Waktu pembangunan Tugu Biawak Wonosobo ini juga tergolong singkat, yakni hanya 1,5 bulan.

Tugu ini memiliki ketinggian 7 meter dengan dibuat kokoh terdapat fondasi cakar ayam yang ada di tanah sedalam 2 meter.

Pertama kali Tugu Biawak ini viral dari cuitan akun Twitter @heraloebss yang dibagikan pada 21 April 2025.

Dalam cuitannya, ia memperlihatkan sebuah video singkat dengan durasi 24 detik.

Video tersebut memuat proses pembuatan dari tugu biawak tersebut.

Baca Juga: Cara mengetahui Password WiFi Milik Tetangga, Coba Trik di Bawah Ini

Tak hanya itu, bahkan tugu biawak tersebut dibandingkan dengan berbagai tugu yang menelan anggaran besar.

"Yang membuat publik tak habis pikir, proyek tugu ini ternyata hanya menghabiskan anggaran sebesar Rp50 juta," cuitan tersebut.

Bahkan muncul unggahan di media sosial memuat empat foto perbandingan anggaran dari tugu hewan di berbagai daerah yang kemudian viral dan menjadi perbincangan publik. Dalam foto terlihat anggaran pembangunan dari beberapa tugu.

Seperti diantaranya tugu pesut dengan dana Rp1,1 miliar, tugu penyu di Sukabumi dengan anggaran Rp15 miilar, hingga tugu gajah di Gresik yang habiskan dana Rp1 miliar.

Sementara dibandingkan dengan Tugu Penyu di Sukabumi.

Tugu Biawak yang dikabarkan dibuat dengan cara yang 'sederhana' itu dibanding-bandingkan dengan beberapa patung di sejumlah wilayah yang menelan anggaran besar.

Beberapa waktu lalu, Tugu Penyu sempat viral di media sosial karena tugu yang terletak di Ruang Terbuka Hijau (RTH) atau Alun-alun Gadongbangkong, Kabupaten Sukabumi tersebut rusak.

Patung yang disebut-sebut bernilai Rp 15 miliar itu rusak di bagian tempurung yang robek dan penyok.

Video yang menayangkan kondisi patung tersebut viral pada Selasa (4/3/2025).

Menanggapi viralnya isu patung penyu yang diduga berbahan kardus, pihak rekanan proyek, Imran Firdaus, akhirnya memberikan klarifikasi.

Ia membantah bahwa anggaran untuk pembuatan ornamen patung penyu mencapai Rp 15 miliar.

Ia meluruskan bahwa anggaran pembuatan patung itu hanya sekitar Rp 30 juta.

"Kami tegaskan bahwa biaya pembuatan ornamen penyu ini sekitar Rp 30 juta, sesuai spesifikasi yang telah ditetapkan dalam proyek," kata Imran.

Terkait material yang tampak seperti kardus dalam video, Imran menjelaskan bahwa patung tersebut sebenarnya dibuat dari resin dan fiberglass, bukan kardus.

Material kardus yang terlihat hanyalah alat bantu dalam proses pencetakan.

"Ornamen ini dibuat dari resin dan fiberglass, yang memang umum digunakan untuk patung luar ruangan karena ketahanannya terhadap cuaca ekstrem. Kardus yang terlihat dalam video hanyalah media cetak sebelum bahan utama dikeringkan dan diperkuat," jelasnya.

Lebih lanjut, Imran menyebutkan bahwa jika patung tersebut benar-benar berbahan kardus, tentu tidak akan mampu bertahan lama di lingkungan terbuka, apalagi dengan kondisi cuaca pesisir yang ekstrem.

"Kalau benar terbuat dari kardus, tentu sejak awal sudah hancur terkena hujan dan panas," tegasnya.

Selain itu, Imran juga menyayangkan tindakan pengunjung yang sering menaiki patung tersebut untuk berfoto.

Menurutnya, hal ini turut mempercepat kerusakan struktur ornamen.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turut mengomentari viralnya video patung penyu yang rusak.

Melalui akun Instagramnya @dedimulyadi71, ia menyatakan telah meminta inspektorat provinsi untuk mengaudit proyek tersebut.

"Mengenai ramainya patung penyu yang isinya kardus, saya tidak akan memberikan komentar terlalu panjang. Saya sudah meminta inspektorat Provinsi Jawa Barat untuk turun ke lapangan mengaudit kegiatan proyek tersebut," ujar Dedi.

Ia menegaskan bahwa hasil audit akan diumumkan agar masyarakat mendapatkan penjelasan yang objektif.

"Saya akan senantiasa berbuat objektif bagi kepentingan masyarakat dan akan mengedepankan prinsip akuntabilitas. Untuk itu, mohon sabar, kita menunggu hasil auditnya," tutur Dedi.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) turut memberikan klarifikasi terkait anggaran pembangunan Alun-alun Gadobangkong.

Kepala Disperkim Jabar, Indra Maha, menegaskan bahwa anggaran sebesar Rp 15,6 miliar bukan hanya untuk replika penyu, melainkan untuk pembangunan keseluruhan alun-alun yang memiliki luas 9.812 meter persegi.

"Anggaran Rp 15.679.756.800 itu digunakan untuk berbagai elemen infrastruktur, termasuk selfie deck, leuit, gedung kuliner, plaza, jalan, area parkir, pedestrian, taman, saluran drainase, dan papan penunjuk (signage)," ujar Indra.

Ia juga membantah isu bahwa patung penyu tersebut terbuat dari kardus.

Menurutnya, kardus hanya digunakan sebagai cetakan dalam proses pembentukan, sedangkan struktur akhirnya dibuat dari bahan resin berkualitas.

Indra menambahkan bahwa alun-alun ini telah selesai dibangun sejak lama dan telah melewati tahapan perencanaan, pengadaan, konstruksi fisik, hingga serah terima.(dka)

Editor : Baskoro Septiadi
#BUMD Kabupaten Wonosobo #Studio Rejo Arianto #tugu biawak #viral Tugu Biawak #viral Tugu Biawak wonosobo #tugu biawak wonosobo #Tugu Penyu sukabumi #Tugu Penyu