RADARSEMARANG.ID - Setelah lulus jenjang bangku sekolah maupun perkuliahan, hal selanjutnya yang perlu dilakukan adalah terjun langsung ke dunia kerja.
Selain untuk mencari penghidupan, bekerja di tempat yang sesuai dengan kompetensi mampu membantu para fresh graduate untuk mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari sebelumnya.
Mencari kerja tentunya merupakan hal esensi yang perlu dilakukan agar orang yang baru saja lulus ini mampu segera hidup mandiri dan bertanggung jawab akan dirinya sendiri.
Terlebih, angka pengangguran di Indonesia sudah mencapai persentase yang cukup tinggi, hal tersebut tentunya bukan hal yang diinginkan semua orang.
Dengan tingginya angka pengangguran, tentu berbagai masalah baru muncul seperti kriminalitas yang menjadi problematika yang merugikan masyarakat.
Menghindari Penipuan Bermodus Lowongan Pekerjaan
Para fresh graduate, atau lulusan baru ini seringkali memasukkan lamaran pekerjaan dengan asal, dan tidak jarang malah merugikannya sendiri.
Sudah banyak kasus yang terjadi dimana sang pelamar kerja justru merugi karena banyaknya beredar lowongan pekerjaan palsu yang seringkali menargetkan para lulusan baru yang kurang berpengalaman.
Tentu kita ketahui bersama, dengan populasi masyarakat yang padat, mencari pekerjaan di Indonesia bukanlah hal yang semudah membalikkan telapak tangan.
Karena hal tersebut, bagi sebagian besar oknum, lowongan pekerjaan menjadi sebuah komoditas berharga yang dicari banyak orang. Mereka pun melaksanakan aksinya menipu ditengah kondisi sulit yang sedang terjadi.
Namun ada beberapa contoh cara yang bisa digunakan untuk mencegah modus penipuan berkedok lowongan pekerjaan kepada anda maupun orang di sekitar anda.
Baca Juga: Kedai di BSB Semarang Butuh Tenaga Kerja Nih, Cek Syarat dan Posisi Lowongan Kerja yang Dibutuhkan
Menurut Kementerian Ketenagakerjaan Indonesia, berikut ciri-ciri yang perlu dihindari sebelum tergiur dengan lowongan pekerjaan yang mencurigakan.
- Bahasa penulisan yang buruk.
Biasanya lowongan pekerjaan bodong memiliki deskripsi bahasa penulisan yang berantakan, kerap typho, dan tidak menggunakan bahasa yang formal.
- Meminta sejumlah besar uang
Setelah dihubungi, para pelamar kerja biasanya akan dimintai sejumlah besar nominal uang dengan alasan yang tidak jelas. Contoh : uang transportasi, biaya pendaftaran.
- Gaji yang fantastis
Pelamar harus merasa curiga apabila menemukan perusahaan yang menjanjikan gaji yang jauh diatas rata-rata kepada posisi yang tidak terlalu berpengaruh.
- Meminta informasi pribadi
Lowongan pekerjaan yang tidak kredibel kerapkali meminta informasi data pribadi seperti foto KTP, nomor kartu keluarga, NPWP, nomor KTP dan sebagainya.
- Email tidak menunjukkan profesionalitas
Pelamar harus memastikan dahulu apabila e-mail pada perusahaan yang diajukan terkesan dibuat dengan asal-asalan, bahkan seperti dibuat menyerupai perusahaan besar yang sudah terkenal.
Source: Kemnaker Indonesia
Editor : Baskoro Septiadi