Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

11 Fakta Band Sukatani, Dari Bagi-bagi Sayur Hingga Kontroversi Lagu 'Bayar Bayar Bayar'

Tasropi • Sabtu, 22 Februari 2025 | 17:10 WIB
Sukatani, band punk yang dibentuk pada tahun 2022 oleh dua personel: Muhammad Syifa Al Lutfi (Alectroguy) sebagai gitaris dan Novi Citra Indriyanti (Twister Angels) sebagai vokalis.
Sukatani, band punk yang dibentuk pada tahun 2022 oleh dua personel: Muhammad Syifa Al Lutfi (Alectroguy) sebagai gitaris dan Novi Citra Indriyanti (Twister Angels) sebagai vokalis.

RADARSEMARANG.ID, Skena musik punk Indonesia kembali menjadi perbincangan hangat setelah band Sukatani mencuri perhatian lewat lagu viral mereka, "Bayar Bayar Bayar".

Band asal Purbalingga ini tidak hanya dikenal karena musiknya yang enerjik, tetapi juga karena liriknya yang kritis dan aksi panggung unik mereka.

Berikut adalah 10 fakta menarik tentang Sukatani yang wajib kamu ketahui:

1. Duo Punk dari Purbalingga

Sukatani adalah band punk yang dibentuk pada tahun 2022 oleh dua personel: Muhammad Syifa Al Lutfi (Alectroguy) sebagai gitaris dan Novi Citra Indriyanti (Twister Angels) sebagai vokalis.

Berbasis di Purbalingga, Jawa Tengah, mereka membawa warna baru dalam skena musik underground Indonesia.

2. Nama Terinspirasi dari Desa dan Agraria

Nama "Sukatani" diambil dari sebuah desa, namun juga mencerminkan filosofi mereka sebagai "penyuka segala hal tentang pertanian".

Band ini kerap dijuluki "punk agraria" karena liriknya yang peduli pada isu petani dan kehidupan masyarakat kelas pekerja.

3. Aliran Anarcho-Punk yang Khas

Sukatani mengusung genre anarcho-punk dengan sentuhan post-punk dan new wave.

Album debut mereka, "Gelap Gempita", yang dirilis pada Juli 2023, mendapat sambutan hangat dari penggemar musik underground karena liriknya yang tajam dan bermakna.

4. Kontroversi Lagu "Bayar Bayar Bayar"

Lagu "Bayar Bayar Bayar" menjadi viral karena liriknya yang dianggap mengkritik oknum kepolisian.

Kontroversi ini memicu perdebatan di media sosial hingga akhirnya Sukatani menarik lagu tersebut dari platform streaming dan meminta maaf kepada Kapolri serta institusi Polri pada 20 Februari 2025.

5. Aksi Panggung dengan Topeng Balaclava

Sukatani selalu tampil dengan topeng balaclava yang memberikan kesan misterius.

Topeng ini ternyata adalah masker kerja tukang bangunan dari timur laut Thailand, yang mereka jadikan simbol perlawanan terhadap ketidakadilan sosial dan dukungan pada isu agraria.

6. Tradisi Membagikan Sayuran

Salah satu ciri khas mereka adalah membagikan sayuran kepada penonton saat konser. Aksi ini bukan sekadar gimmick, melainkan wujud nyata kepedulian mereka terhadap petani dan sistem agraria di Indonesia.

7. Permintaan Maaf Tanpa Topeng

Menyusul kontroversi "Bayar Bayar Bayar", Sukatani merilis video klarifikasi tanpa mengenakan topeng yang biasanya menjadi identitas mereka.

Dalam video tersebut, mereka menjelaskan bahwa kritik dalam lagu ditujukan pada oknum, bukan institusi Polri secara keseluruhan.

8. Vokalis yang Juga Guru SD

Novi Citra Indriyanti, atau Twister Angels, adalah seorang guru di SDIT Purwareja sebelum statusnya berubah menjadi tidak aktif beberapa hari sebelum rilisnya video permintaan maaf.

Perjalanan dari kelas ke panggung punk ini menambah dimensi menarik pada sosoknya.

9. Personel Band Ternyata Suami Istri

Salah satu fakta menyebutkan bahwa personel Band Sukatani, yaitu Muhammad Syifa Al Lutfi (Alectroguy) dan Novi Citra Indriyanti (Twister Angels), adalah pasangan suami istri.

10. Respon Positif dari Kapolri

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menanggapi permintaan maaf Sukatani dengan bijaksana.

Ia menyatakan tidak ada masalah dengan lagu tersebut, mengakui adanya miskomunikasi yang sudah diluruskan, dan menegaskan bahwa Polri terbuka terhadap kritik yang membangun.

11. Komitmen pada Kritik Sosial

Meski menghadapi kontroversi, Sukatani tetap berkomitmen menyuarakan isu sosial melalui musik.

Mereka mengajak penggemar untuk mendukung karya mereka yang lain dan tetap kritis secara konstruktif, menunjukkan bahwa musik mereka lebih dari sekadar hiburan.

Sukatani bukan hanya band punk biasa. Dengan pendekatan unik dan keberanian mengangkat isu sosial, mereka berhasil mencuri perhatian publik, meski sempat tersandung kontroversi.

Ke depannya, perjalanan mereka patut dinantikan sebagai bagian dari evolusi musik punk Indonesia.

Editor : Tasropi
#Musik punk #lagu viral #Band Sukatani #band punk #Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo #Novi Citra Indriyanti