RADARSEMARANG.ID - Indonesia adalah negara besar, yang memiliki ratusan bahkan ribuan suku yang tersebar dari Sabang hingga Merauke.
Begitu banyaknya suku di tanah air, membuat negara kita kaya akan adat istiadat dan ritual yang biasa menjadi sebuah tradisi di sebuah daerah, seperti ritual Dolop yang di jalankan warga suku Dayak di Kalimantan.
Jika ritual Dolop suku Dayak, di mana orang yang terlibat dalam ritual ini harus menyelam ke dalam sungai, sampai salah satunya muncul ke permukaan air, ritual tak kalah “mengerikan” juga biasa di gelar warga Papua.
Seperti kita tahu, sebagai pulau yang cukup besar, Papua memiliki banyak suku dengan adat istiadatnya yang berbeda-beda meski satu pulau. Kita mengenal suku Dani, suku Amungme, Biak, suku Bauzi suku Asmat dan lain-lain.
Pada edisi mengenal ritual suku-suku di Indonesia, kita akan melihat ritual potong jari tangan yang menjadi tradisi suku Dani, yang tinggal di Lembah Baliem di Papua Barat, Papua.
Sebelum menelaah tradisi potong jari tangan ini, yuk kita mengenal lebih dahulu suku Dani. Asal muasal nama Dani sendiri diberikan oleh para peneliti yang melakukan penelitian dan bersentuhan langsung dengan suku dani pada tahun 1926.
Saat melakukan ekspedisi yang merupakan gabungan peneliti dari Amerika dan Belanda yang di pimpin M.W. Striiling.
Saat itu, salah satu peneliti, Le Roux mengatakan bahwa nama dani berasal dari bahasa moni yaitu ‘Ndani” dan memiliki arti “sebelah timur arah matahari terbit”.
Meski demikian, warga asli suku Dani sendiri tidak mengetahui siapa yang memberikan nama suku mereka, namun mereka mengenal “Ndani” yang memiliki arti “perdamaian”.
Nah sebagai salah suku terbesar di Papua, suku Dani memiliki ritual unik sekaligus mengerikan. Namanya ritual memotong jari tangan, sebagai bentuk rasa duka saat upacara pemakaman.
Memotong jari tangan sebagai bentuk ungkapan cinta kepada seseorang yang meninggal. Ketika seseorang di suku Dani wafat, terutama kerabatnya seperti istri atau suami, mereka akan memotong jari tangan dan menguburnya bersama kerabat mereka yang meninggal dunia.
Warga suku Dani mempercayai, memotong salah satu jari tangan adalah sebagai simbol dari rasa sakit ketika ditinggal selamanya oleh anggota keluarga yang mereka cintai. Hal ini dilakukan juga sebagai doa agar hal yang sama tidak terulang kembali.
Biasanya tradisi memotong jari tangan ini hanya di lakukan kaum perempuan, namun beberapa kaum laki-laki ada yang melakukan tradisi ini, sebagai bentuk rasa kesedihan mereka. Namun, kaum laki-laki suku Dani biasanya memotong kulit telinga mereka.
Saat tradisi ini dilakukan, sebelum memotong salah satu jatri tangan mereka, ketua adat akan mengoles wajah mereka dengan abu dan tanah liat sebagai ungkapan kesedihan, setelah itu prosesi memotong jari tangan di lakukan.
Pemerintah setempat sendiri sebenarnya sudah melarang tradisi yang dijalankan turun temurun ini, namuin warga suku Dani tetap menjalankan ritual memotong jari tangan mereka sampai saat ini. (sls/bas)
Editor : Baskoro Septiadi