RADARSEMARANG.ID, Bunga bangkai asal Indonesia kembali menarik perhatian dunia, kali ini di Royal Botanic Garden Sydney, Australia.
Bunga langka yang dikenal dengan nama ilmiah Amorphophallus titanium ini diberi nama “Putricia” dan mekar pada malam Kamis (23/01) waktu setempat.
Fenomena ini menjadi magnet bagi ribuan pengunjung yang rela mengantre untuk menyaksikan keindahan dan mencium bau khasnya yang menusuk hidung.
Bunga Langka yang Ditunggu 15 Tahun
Putricia menjadi bunga bangkai pertama yang mekar di Royal Botanic Garden Sydney dalam 15 tahun terakhir.
Sebelumnya, taman tersebut memperoleh spesimen ini dari Kebun Raya Los Angeles ketika tanaman berusia tiga tahun.
Setelah tujuh tahun perawatan intensif, Putricia akhirnya mempersembahkan momen berharga bagi para pecinta flora.
Direktur hortikultura taman, John Siemon, menggambarkan peristiwa ini sebagai "momen Olimpiade" bagi kebun raya tersebut.
“Kami menerima 15.000 pengunjung sebelum bunga itu mekar,” ungkapnya. Bahkan, siaran langsung proses mekarnya menarik lebih dari 8.000 penonton daring secara bersamaan, yang kemudian meningkat dua kali lipat dalam hitungan jam.
Fenomena Unik, Aroma Tak Sedap
Meski terkenal dengan baunya yang tidak sedap—disebut mirip “bangkai binatang membusuk”, “sampah”, hingga “kaus kaki basah”—popularitas Putricia tidak surut.
Proses mekarnya bunga ini dianggap sangat istimewa karena hanya terjadi sekali dalam beberapa tahun dan berlangsung sekitar 24 jam.
Seorang anak yang menonton di lokasi bahkan menutup hidungnya sambil tetap memandang takjub.
Di media sosial, warganet menciptakan istilah unik, “WWTF” atau We Watch the Flower, menggambarkan dedikasi mereka menyaksikan fenomena ini, meski secara perlahan.
Pesona Indonesia di Mata Dunia
Sebagai tanaman asli Sumatra, Indonesia, titan arum memegang status spesial sebagai bunga dengan struktur terbesar di dunia, dapat mencapai tinggi tiga meter dan berat hingga 150 kg.
Sayangnya, bunga ini terancam punah akibat penggundulan hutan dan degradasi lahan di habitat aslinya.
Keindahan Putricia menjadi simbol kekayaan alam Indonesia yang kini mendunia.
Tidak hanya di Sydney, bunga bangkai juga pernah mekar di Kebun Raya Melbourne, Adelaide, hingga Kew Gardens di London.
Titan arum pertama kali berbunga di luar Sumatra pada tahun 1889 di Kew Gardens.
Antusiasme Warga Sydney: Dari Lelucon hingga Bahasa Gaul
Antusiasme publik terhadap Putricia sangat terasa, baik di lokasi maupun daring.
Banyak pengunjung melontarkan komentar lucu, seperti “Ini adalah pertunjukan paling lambat yang pernah ada” atau “Semalaman saya menonton, tertidur, terbangun, dan menonton lagi. Saya lemah, tetapi Putricia kuat.”
Kebun raya Sydney pun menambahkan sentuhan istimewa dengan mengelilingi bunga tersebut dengan tali beludru merah, seolah memperlakukan Putricia seperti seorang ratu.
Pelestarian Bunga Bangkai
Momen mekarnya Putricia menjadi pengingat pentingnya konservasi flora langka seperti bunga bangkai.
Keberadaan tanaman ini di kebun raya dunia tidak hanya menjadi daya tarik wisata tetapi juga bagian dari upaya pelestarian spesies yang terancam punah.
Melalui kehadiran Putricia di Sydney, Indonesia kembali menunjukkan pesona alamnya yang luar biasa kepada dunia.
Sebuah bunga yang lahir dari hutan Sumatra kini menjadi simbol keindahan yang melampaui batas negara, meski dibalut dengan aroma tak sedap. (tas)
Editor : Tasropi