Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Lomba Tari di Taman Indonesia Kaya Batal, Pihak Pemprov Jateng Pertanyakan Izin

Deka Yusuf Afandi • Sabtu, 21 Desember 2024 | 20:27 WIB

 

Kisruh lomba tari di Taman Indonesia Kaya, Kota Semarang, Jumat (20/12/2024).
Kisruh lomba tari di Taman Indonesia Kaya, Kota Semarang, Jumat (20/12/2024).

RADARSEMARANG.ID – Kegiatan lomba tari Piala Gubernur Jawa Tengah mendapatkan protes oleh para peserta di Taman Indonesia Kaya pada Jumat (20/12/2024) kemarin.

Bagaimana tidak, para peserta dari beberapa sanggar tari merasa kesal karena secara mendadak panitia penyelenggaran membatalkan acara tersebut secara sepihak.

Padahal, para peserta sudah mempersiapkan diri untuk tampil mengikuti acara lomba tersebut.

Acara yang diselenggarakan oleh Semarang Economy Creative ini menggunakan nama Piala Gubernur Jateng tanpa koordinasi oleh Pemprov Jateng.

Dari pantauan, terlihat para peserta haya disambut oleh banner dan beberapa kursi, tanpa adanya sound system yang memadai serta karpet hitam yang telah disediakan alakadarnya.

Salah satu peserta, Juju Jumarni mengungkapkan dirinya mengantar timnya berlomba merasa kecewa dan menyampaikan kekesalannya.

“ada 35 kelompok tari yang mengikuti perlombaan tari, yang seharusnya digelar pukul 09.00 WIB di Taman Indonesia Kaya,” katanya.

Puluhan grup tari tersebut telah mendaftar dengan biaya Rp 100 ribu per grup tari.

"Ya, kami semangat karena diimingi trofi Gubernur Jateng, jadi kami ikut. Tapi sampai di lokasi, malah tidak ada panitia sama sekali," katanya di Kantor Gubernur Jateng, Jumat.

Juju mengaku telah menghubungi nomor panitia namun tidak ada jawaban sama sekali.

Ia semakin kesal mengingat persiapan yang dilakukan membutuhkan tenaga dan biaya.

Bahkan, menurutnya, waktu untuk mempersiapkan tim mengikuti lomba itu tak sebentar.

"Kami minta ganti rugi, kalau bisa empat kali lipat dari biaya yang sudah kami keluarkan," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jateng, Agung Hariyadi, menegaskan bahwa acara tersebut tidak terkait dengan Pemprov Jateng dan belum mengantongi izin resmi.

“Informasinya memang ada izin dari aparat keamanan, tetapi event ini tidak mengajukan izin ke Pemprov Jateng. Tidak ada izin,” katanya.

Terpisah, Ketua panitia acara, Mei, mengakui bahwa izin acara dan penggunaan nama Piala Gubernur Jateng belum selesai. Bahkan, dirinya memberikan dua pilihhan kepada para peserta yang masih tertahan di Taman Indonesia Kaya.

"Kami sudah mengajukan izin, tetapi mungkin karena akhir tahun, suratnya belum diproses, Dua opsi itu mungkin tidak terlalu memuaskan karena kejadian ini kejadian yang disesalkan kami semua. Next time tidak akan terjadi lagi," kata Mei di Taman Indonesia Kaya.

Lebih lanjut, Mei memberikan pilihan pertama, para peserta yang masih setia menunggu untuk tetap melanjutkan perlombaan.

"Kita tidak memungkiri ada yang sudah pulang, kecewa, capek, tapi masih ada yang di sini. Jadi kita mau mengakomodir peserta secara adil, karena masih ada jurinya juga," jelasnya.

Pilihan itu pun langsung mendapat sorakan peserta. Mereka protes lantaran sudah menunggu terlalu lama. Mereka mengaku sudah tak ingin menari dan meminta kompensasi kepada panitia.

"Bagi (peserta) yang sudah tidak ada kami akan membicarakan kompensasi, Kejadian ini betul-betul di luar kuasa kami, kami akan introspeksi ke depan. Kami akan mengadakan event yang lebih baik lagi," sambungnya.

Hingga berita ini diturunkan, para peserta yang mengikuti lomba tersebut masih merasa kecewa dan belum ada informasi lebih lanjut mengenai kompensasi yang sudah diberikan pilihan oleh panitia.(dka)

Editor : Tasropi
#lomba tari batal #Piala Gubernur Jateng #lomba tari piala gubernur jateng #Taman Indonesia Kaya #pemprov jateng #viral hari ini #KOTA SEMARANG #Semarang Economy Creative #VIRAL #lomba tari