Begini Posisi Gus Iqdam saat Panggung Pengajian di Blora Roboh karena Tak Kuat Tahan Air Hujan
Deka Yusuf Afandi• Senin, 16 Desember 2024 | 15:43 WIB
Panggung pengajian Gus Iqdam di Dusun Karangrejo, Desa Jati, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, roboh, Minggu (15/12/2024) malam. (TANGKAPAN LAYAR)
RADARSEMARANG.ID – Acara pengajian serta shalawatan dalam rangka sedekah bumi sekaligus rangkaian Hari Jadi ke-275 Kabupaten Blora yang diadakan di Dusun Karangrejo, Desa Jati, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, Minggu (15/12/2024) malam, mendadak batal.
Pengajian ini sejatinya akan dihadiri oleh Gus Muhammad Iqdam Kholid (Gus Iqdam) dan dihadiri Bupati Blora Arief Rohman.
Bahkan pengajian itupun sudah dihadiri oleh jamaah yang sudah kumpul sejak sore hari.
Batalnya pengajian ini bukan karena jadwal Gus Iqdam, melainkan atap panggung pengajian tersebut roboh dikarenakan tidak mampu menahan air hujan yang waktu itu hujan cukup deras.
Bahkan dalam video yang tersebar melalui media sosial memperlihatkan bagaimana atap panggung itu roboh.
Keputusan ini diambil panitia setelah atap panggung utama untuk pengajian dan salawat yang telah berdiri ambruk.
Kasi Trantib Kecamatan Randublatung, Sugiyanto, yang hadir di lokasi acara mengkonfirmasi jika pengajian dibatalkan.
"Nggih, Mas, Jemaah juga sudah pada meninggalkan lokasi pengajian ini," kata Sugiyanto, Minggu malam.
Pihaknya menambahkan, dari informasi yang diperoleh acara tidak dilanjutkan karena panggung darurat yang disiapkan terlalu kecil.
“Dikhawatirkan, panggung pengganti itu tidak kuat ketika acara berlangsung. Tadi memang sempat akan dilanjutkan, sudah disiapkan panggung kecil di sebelah panggung utama yang rusak. Tapi karena khawatir panggung nggak kuat, akhirnya pengajian dibatalkan," jelasnya.
Peristiwa ambruknya panggung tersebut terjadi sekitar pukul 20.10 WIB. Ketika itu grup rebana atau hadrah sedang tampil.
Dalam video amatir yang beredar di beberapa grup WhatsApp, berdurasi 23 detik, terlihat atap tiba-tiba ambruk.
Kejadian ini membuat para personel hadrah seketika berdiri dan menyelamatkan diri, lantaran panik.
"Atapnya tidak kuat menahan air hujan. Padahal, kalau dilihat dari bawah itu tidak terlihat ada air, tapi saat ambruk, atapnya itu banyak airnya," kata Sugiyanto.
Menurut Sugiyanto, ssbelumnya, hujan memang melanda kawasan tersebut.
Namun, saat acara dimulai, hujan mereda, tinggal gerimis.
Sugiyanto memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
"Gus Iqdam dan rombongan sudah sampai di lokasi transit. Jadi tadi pas atap panggung ambruk Gus Iqdam belum naik panggung," terangnya. (dka/bas)