RADARSEMARANG.ID, Semarang — Bulan Ramadan adalah bulan kesembilan dalam kalender Hijriah (kalender Islam), yang dianggap sebagai bulan yang sangat suci bagi umat Muslim di seluruh dunia.
Ramadan adalah waktu yang ditunggu-tunggu karena merupakan bulan penuh berkah, di mana umat Muslim diwajibkan untuk menjalankan puasa dari fajar hingga matahari terbenam, yakni menahan diri dari makan, minum, serta segala bentuk hawa nafsu seperti berbicara buruk dan melakukan perbuatan negatif.
Baca Juga: Sosok Profil Ustadz Prof KH Abdul Somad Batubara atau UAS yang Akan Hadir di Semarang Besok
Baca Juga: Jadwal Sholawat Majelis Az Zahir Bulan November 2024
Baca Juga: Jadwal Majelis Gandrung Nabi Bulan November 2024
Keutamaan Bulan Ramadan
1. Puasa
Umat Muslim diwajibkan untuk berpuasa dari fajar hingga maghrib, yang berarti tidak makan, minum, atau melakukan hubungan suami-istri selama waktu tersebut.
Puasa adalah bentuk ibadah yang mendekatkan diri kepada Allah dan mengajarkan disiplin serta empati terhadap orang yang kurang mampu.
Puasa Ramadan sendiri adalah salah satu rukun Islam yang wajib dijalankan oleh setiap muslim.
Sebagai bulan penuh berkah, Ramadan tidak hanya menjadi waktu bagi umat Islam untuk menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga untuk memperbanyak ibadah, introspeksi diri, serta meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
Hukum menjalankan Puasa Ramadan adalah fardhu 'ain atau wajib bagi setiap muslim yang telah memenuhi syarat.
Baca Juga: November, Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf akan Bersholawat di Semarang, Ini Jadwalnya!
Baca Juga: November, Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf akan Bersholawat di Semarang, Ini Jadwalnya!
Baca Juga: KPU Kota Semarang Bersholawat Bersama Majelis Az Zahir, Catat Jadwalnya
Baca Juga: Haul Solo 2024 Habib Ali Bin Muhammad Al Habsyi, Panitia Siapkan 1,85 Ton Beras dan 260 Ekor Kambing
Dalil Puasa Ramadan
Hal ini ditegaskan dalam Al-Qur'an Surat Al Baqarah ayat 183, Allah SWT berfirman,
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ ١٨٣
yâ ayyuhalladzîna âmanû kutiba ‘alaikumush-shiyâmu kamâ kutiba ‘alalladzîna ming qablikum la‘allakum tattaqûn
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."
Baca Juga: Sosok Profil Gus Miftah dan Tugasnya Sebagai Utusan Khusus Presiden RI
Baca Juga: Sosok Profil Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, dari Imam Masjid menjadi Menteri Agama Indonesia
Baca Juga: Sejarah, Tujuan, Pengertian dan Alasan Pemerintah Menetapkan Hari Santri Nasional 22 Oktober
Baca Juga: Mengenal Sosok Profil KH Ahmad Muwafiq atau Gus Muwafiq
Baca Juga: Profil K.H. Taj Yasin Maimoen, dari Santri untuk Negeri, Calon Wakil Gubernur Jawa Tengah 2024-2029
Allah SWT juga berfirman dalam Surat Al Baqarah ayat 185,
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۗ وَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗ يُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَ ۖ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
syahru ramadlânalladzî unzila fîhil-qur'ânu hudal lin-nâsi wa bayyinâtim minal-hudâ wal-furqân, fa man syahida mingkumusy-syahra falyashum-h, wa mang kâna marîdlan au ‘alâ safarin fa ‘iddatum min ayyâmin ukhar, yurîdullâhu bikumul-yusra wa lâ yurîdu bikumul-‘usra wa litukmilul-‘iddata wa litukabbirullâha ‘alâ mâ hadâkum wa la‘allakum tasykurûn
Artinya: "Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil). Oleh karena itu, siapa di antara kamu hadir (di tempat tinggalnya atau bukan musafir) pada bulan itu, berpuasalah. Siapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya) sebanyak hari (yang ditinggalkannya) pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur."
Dengan menjalankan puasa, umat Islam diharapkan dapat mencapai ketakwaan kepada Allah SWT dan membersihkan jiwa dari dosa serta hawa nafsu yang berlebihan.
2. Tadarus Al Qur’an
Selama Ramadan, umat Muslim dianjurkan untuk membaca atau mendengarkan pembacaan Al-Qur'an lebih banyak, karena bulan Ramadan dianggap sebagai waktu diturunkannya kitab suci Al-Qur'an.
Oleh karena itu, banyak orang yang memperbanyak ibadah membaca Al-Qur'an pada bulan ini.
3. Shalat Tarawih
Setelah shalat Isya, umat Muslim melaksanakan shalat sunnah Tarawih, yang dilakukan secara berjamaah di masjid atau secara pribadi.
Baca Juga: Sejarah Berdirinya Majelis Ta’lim dan Sholawat Az Zahir
Baca Juga: Belum Banyak yang Tahu, Ini Sosok Profil Gus Iqdam
Baca Juga: Sejarah Berdirinya Majelis Dzikir dan Sholawat Gandrung Nabi
Baca Juga: Meluap! Ribuan Jama’ah hadir di PHBI Langensari Bersholawat bersama Majelis Gandrung Nabi
Baca Juga: Diawali dari semangat Al Habib Masyhur, Ini Sejarah Singkat Berdirinya Majelis Al Muqorrobin
Shalat ini hanya dilakukan pada bulan Ramadan dan merupakan ibadah yang dianjurkan untuk memperoleh pahala yang lebih banyak.
4. Zakat Fitrah
Zakat Fitrah adalah bentuk zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap Muslim pada akhir bulan Ramadan, sebagai bentuk penyucian diri dan untuk membantu sesama, terutama mereka yang membutuhkan.
Zakat ini umumnya dikeluarkan sebelum Hari Raya Idul Fitri.
5. Lailatul Qodar
Lailatul Qodar adalah malam yang sangat istimewa dalam bulan Ramadan, yang diyakini sebagai malam di mana Al-Qur'an diturunkan.
Baca Juga: Dikenal Sederhana dan Jadi Panutan, Sosok Gus Lik Kyai Terkemuka Asal Jamsaren Kediri Wafat
Baca Juga: Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama PCNU Kabupaten Semarang Masa Khidmah 2024-2029 Resmi Dilantik
Baca Juga: Ini Dia Susunan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama PCNU Kabupaten Semarang Masa Khidmah 2024-2029
Baca Juga: Barokah Melihat Wajah Orang Alim, Malaikat akan Memintakan Ampun hingga Hari Kiamat.
Malam ini lebih baik dari seribu bulan, dan umat Muslim berdoa agar dapat mendapatkan kemuliaan dan ampunan pada malam tersebut.
6. Idul Fitri
Idul Fitri adalah hari raya yang dirayakan setelah berakhirnya bulan Ramadan.
Ini adalah hari kemenangan bagi umat Muslim, sebagai tanda berakhirnya puasa dan ibadah selama Ramadan.
Pada hari ini, umat Muslim merayakan dengan bersilaturahmi, bermaaf-maafan, serta memberikan zakat kepada yang membutuhkan.
Makna Ramadan
Ramadan adalah bulan yang penuh dengan pengampunan, rahmat, dan berkah.
Baca Juga: Apa Itu Kurikulum Deep Learning? Yang disebut Mendikdasmen RI, Ini dia 3 Elemen didalamnya.
Baca Juga: Ini Dia Bocoran yang akan menggantikan Kurikulum Merdeka Besok
Selain menahan lapar dan haus, puasa juga melatih kesabaran, pengendalian diri, serta memperkuat ikatan sosial dan spiritual dengan Allah dan sesama umat manusia.
Melalui ibadah puasa, umat Muslim diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup mereka baik secara rohani maupun sosial.
Kapan Ramadan Dimulai?
Penentuan Awal Ramadan biasanya dilakukan dengan melihat penampakan bulan baru (hilal) atau dengan perhitungan ilmiah, tergantung pada negara atau komunitas Muslim masing-masing.
Untuk Ramadan 2025 sendiri jika dilihat dalam kalender, 1 Ramadan 1446 jatuh pada 2 Maret 2025, yang berarti pelaksanaan puasa Ramadan 2025 pada hari Minggu 2 Maret.
Baca Juga: Sejarah, Makna, Tujuan, Tema, Filosofi, Logo, Peringatan Hari Pahlawan Nasional 10 November
Baca Juga: Presiden Prabowo Subianto Umumkan Nama Menteri Kabinetnya: Kabinet Merah Putih
Baca Juga: Daftar Menteri Koordinator Menko Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto
Baca Juga: Ini Daftar 48 Nama Menteri dan Kepala Lembaga Presiden H Prabowo Subianto dalam Kabinet Merah Putih
Puasa 2025 Pimpinan Pusat Muhammadiyah Mulai 1 Maret
Senada, organisasi Islam Muhammadiyah akan memulai puasa 2025 pada Sabtu, 1 Maret 2025.
Hal ini mengacu pada Kalender Hijriah Global Tunggal 1446 H yang resmi digunakan PP Muhammadiyah tahun ini.
Sedangkan dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan pemerintah masih menunggu sidang isbat yang akan dilaksanakan mendekati bulan ramadan nanti. (fal/bas)
Editor : Baskoro Septiadi