Polda Jawa Tengah (Jateng) terjun langsung ke Grogoban untuk menyelidiki penyebab terbakarnya Pasar Gubug di Kecamatan Gubug, Grobogan.
Tim Puslabfor Polda Jateng didampingi tim Inafis Polres Grobogan. Ada beberapa adegan yang diperagakan untuk penyelidikan penyebab kebakaran. Utamanya di lokasi pertama munculnya api, tepatnya di sebelah timur blok A Pasar Gubug.
Lokasi tersebut diberikan garis polisi. Semua pintu masuk Pasar Grobogan juga dipasang garis kuning. Puluhan warga berkerumpul di depan gang masuk pasar untuk melihat proses penyelidikan secara dekat.
Kasubdit Fisikan dan Komputer Forensik (Fiskomfor) Labfor Polda Jateng AKBP Totok Tri Kusuma Rahmad mengatakan, pemeriksaan di lokasi Pasar Gubug butuh waktu dua hari. ”Mudah-mudahan dapat gambaran (penyebab kebakaran Pasar Gubug),” terangnya.
Sejumlah saksi dari unsur pedagang dan pihak keamanan Pasar Gubug sudah didengarkan keterangannya.
Soal penyebab kebakaran, banyak spekulasi di lapangan. Sejumlah pedagang malah menduga Pasar Gubug sengaja dibakar. Alasannya, di titik awal api, tidak ada potensi terjadi korsleting listrik.
Rudy, seorang pedagang menuturkan, pedagang sepakat bahwa pasar tempat mereka mencari nafkah dibakar dengan sengaja. Alasan mereka, karena di sudut pasar titik awal munculnya api, tidak ada sumber listrik.
”Semua pedagang bilang penyebabnya dibakar dengan sengaja. Mereka marah semua, ibu-ibu menangis. Wajar, ruginya ratusan juta. Menurut pedagang, di pojokan tidak ada sumber listrik atau meteran. Pedagang ngeyel, tidak ada listrik di pojokan,” katanya, Rabu (6/11/2024).
Karena itu, pedagang berencana melaporkan petugas yang berjaga malam. Anis, pedagang lainnya menuturkan hal senada. Hanya saja, mereka tidak punya cukup bukti. ”Kita menduganya ke sana (dibakar dengan sengajar, red). Tapi ya itu, tidak ada bukti,” ujar dia.
Kapolsek Gubug, AKP Sunarto, menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi, api bersumber dari salah satu kios sembako di sisi ujung timur, di dalam kompleks pasar sisi utara.
Hanya saja, api yang telanjur membesar, cepat menyambar ke arah barat hingga perlahan menghanguskan sekitar 90 persen bangunan beserta isinya. Total luas bangunan Pasar Gubug yakni 8.625 meter persegi. "Nyaris seluruhnya hangus. Hanya tersisa puing-puing tembok, atap galvalum dan tiang besi," beber Sunarto.
Baca Juga: Elon Musk Rayakan Kemenangan Trump, Sebuah Era Baru untuk Tesla dan Teknologi?
Kebakaran terpantau bisa teratasi pada Selasa (5/11/2024) sekitar pukul 05.00. Sebanyak 10 mobil damkar dari Grobogan dan Demak berhasil memadamkan lidah api.
Kerugian ditaksir mencapai Rp47,27 miliar. Kejadian ini memaksa sekitar 1.300 pedagang untuk direlokasi sementara.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Grobogan, Pradana Setiawan, menyampaikan, dari total 1.290 pedagang yang menempati 198 toko, 751 los, dan 341 dasaran, semuanya terdampak kebakaran. Para pedagang tersebut kini akan dipindahkan ke lapangan Desa Gubug untuk berjualan sementara waktu.
“Estimasi kerugian akibat kebakaran ini mencapai Rp47,27 miliar,” jelas Pradana. Penyebab kebakaran masih diselidiki.
Kapolres Grobogan, AKBP Dedy Anung Kurniawan, membeber ada sekitar 797 kios dan los terbakar. Rinciannya, termasuk blok A dengan 44 toko dan 135 los, blok B dengan 46 toko dan 144 los, blok C sebanyak 146 lapak, blok D 149 lapak, dan blok E 133 lapak.
Kapolsek Gubug AKP Sunarto menyampaikan, kasus kebakaran tersebut telah diambil alih Polres Grobogan. Sejumlah saksi sudah diperiksa. Satu sisi, hasil Labfor belum selesai sehingga belum bisa diumumkan ke publik. (isk)
Editor : Iskandar