RADARSEMARANG.ID - Absennya sang raja rimba dari hutan-hutan yang ada di Kazakhstan tentunya merupakan kabar buruk bagi dunia konservasi selama beberapa dekade kebelakang.
Selama lebih dari 70 tahun menghilang dari negara tersebut, harimau telah dinyatakan punah dan tak bersisa satupun di alam liar Kazakh.
Kebanyakan dari kantong persebaran harimau di sana mengalami penurunan populasi berkat perburuan liar yang dilakukan secara sistematis oleh pasukan militer, dan berkurangnya satwa yang menjadi mangsanya di wilayah tersebut seperti Babi Hutan Eropa dan Rusa Bukhara.
Harimau Siberia atau Panthera Tigris Altaica merupakan satwa endemik yang khas dari wilayah Eropa Timur dari Kazakhstan, Russia hingga wilayah di Manchuria dan Korea Utara yang memiliki sejarah panjang terkait kultur dan ekologis wilayah tersebut.
Kini, melalui kepemimpinan baru serta janji para pemangku wilayah untuk memulihkan populasi Harimau Siberia di Kazakhstan akan menjadi tonggak baru yang positif dalam dunia konservasi satwa khususnya spesies kucing besar.
Lewat proyek " Econet Central Asia", para kelompok ahli menunjuk daratan Ili-Balkash sebagai tempat yang cocok untuk melepasliarkan Harimau Siberia dalam upaya konservasi.
Meskipun berdekatan dengan pemukiman dan peternakan, namun disini terdapat hutan disekitar Danau Balkash yang cukup menjanjikan untuk rencana mereka tersebut. Upaya para ilmuwan ini sudah dilakukam sejak tahun 2005-2009 hanya untuk mencari lokasi yang cocok bagi rencan pelepasliaran harimau kembali.
Menurut mereka, setidaknya proyeksi ini membutuhkan waktu sekitar 15 tahun untuk dinilai keberhasilannya. Setelah persiapan habitat yang akan rampung pada tahun 2024, setelah itu para ilmuwan akan melakukan tahap pelepasan yang dinilai akan rampung pada tahun 2033.
Translokasi jenis spesies Harimau Siberia ini setidaknya membutuhkan tiga individu, dengan dua ekor betina dan satu ekor jantan untuk memulai proyek besar ini. Dalam proses ini para ilmuwan akan melibatkan banyak pihak.
Seperti ahli pengendalian dan pemantauan populasi, ahli pengembangan berkelanjutan, pihak pariwisata ekologis dan masih banyak lagi yang akan ikut serta dalam proyeksi ini.
Untuk menunjang keberlangsungan Harimau Siberia yang akan dilepasliarkan, pihak berwenang kini sedang membangun kawasan lindung dengan cara reboisasi hutan Riparian seluas 10.000 Hektare.
Hal lain yang penting dilakukan adalah menyiapkan dan meningkatkan jumlah hewan mangsa seperti rusa, babi hutan, kambing gunung paling tidak sejumlah 25 ekor per 1000 Hektare.
Para ilmuwan juga tak lupa melakukan konsultasi serta penyuluhan terhadap masyarakat sekitar tentang proyek ini, mereka akan diberi tahu bagaimana cara menghindari konflik langsung dengan harimau, ataupun mengajukan kompensasi apabila ada hewan ternak milik mereka yang dimangsa oleh harimau.
Kawasan hutan lindung Ili-Balkash ini diproyeksikan memiliki kapasitas untuk menampung sebanyak 120 ekor harimau dengan jumlah mangsa yang cukup dan dengan perlindungan yang ketat untuk menghindarkan spesies ini dari kepunahan lagi.
Source: WWF Tigers Alive Initiative, European Wilderness Society
Editor : Baskoro Septiadi