RADARSEMARANG.ID - Indonesia saat ini sedang menghadapi cuaca ekstrem gelombang panas dalam masa peralihan musim.
Keterangan ini diungkapkan oleh BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) yang melansir dari laman situs resminya.
BMKG juga mengeluarkan imbauan terkait potensi cuaca ekstrem yang berpotensi akan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.
Baca Juga: Orang Tua Wajib Tahu Dampak Perubahan Cuaca pada Kesehatan Anak-Anak dan Tips Mengatasinya
Lebih lanjut, panas cuaca ekstrem dalam masa peralihan musim diperkirakan masih akan terjadi hingga akhir bulan Oktober 2024 ini.
Hal tersebut Menurut BMKG, dipengaruhi oleh beberapa sistem tekanan rendah yang masih aktif di Belahan Bumi Utara (BBU).
Sehingga dapat mempengaruhi kondisi dinamika atmosfer di sebagian besar wilayah Indonesia saat ini.
Menurut BMKG, Siklon Tropis Trami yang terpantau di Laut Filipina dan bibit siklon 98W di Samudra Pasifik utara Papua menjadi faktor utama.
BMKG menjelaskan, kedua fenomena ini diperkirakan memiliki dampak signifikan pada kondisi cuaca di Indonesia, terutama di wilayah utara dan selatan.
Siklon Tropis Trami memberikan pengaruh besar di wilayah utara Indonesia dengan kecepatan angin hingga lebih dari 25 knot (46 km/jam).
Adapun wilayah yang berpotensi terdampak Siklon Tropis Trami ini termasuk Kalimantan Timur dan Utara, Sulawesi Utara, serta Maluku Utara.
Sedangkan fenomena Bibit siklon 98W di Samudra Pasifik utara Papua, juga diantisipasi bisa menguat yang berpotensi menimbulkan gelombang tinggi serta belokan angin.
Di bagian selatan Indonesia, panas cuaca ekstrem yang terjadi didorong oleh formasi awan Cumulonimbus lokal akibat proses konvektif.
Kendati demikian, BMKG memperkirakan akan terjadi kecepatan angin yang meningkat hingga 20 knot (36 km/jam).
Sejalan dengan hal tersebut, peluang pembentukan awan konvektif masih menjadi ciri khas masa peralihan musim yang mendominasi kondisi cuaca di Indonesia.
Sementara pembentukan awan konvektif ini, menurut BMKG, pada umumnya terjadi sore hingga malam hari.
Akibatnya, beberapa lokasi cenderung mengalami hujan yang tidak merata dan berdurasi singkat. Mulai dari hujan intensitas sedang hingga lebat yang disertai potensi kilat/petir dan angin kencang.
Wilayah yang berpotensi terkena dampak tersebut meliputi Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, menurut prospek cuaca mingguan dari BMKG periode 25-31 Oktober 2024.
Selanjutnya, BMKG mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadapat peningkatan kecepatan angin di beberapa wilayah.
Menurutnya, dampak cuaca ekstrem dapat terjadi secara mendadak terutama pada sore hingga menjelang malam hari.
Editor : Baskoro Septiadi