Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Disentil Mahfud MD soal Viralnya Undangan Pribadi Berkop Kemendes, Mendes Yandri Bilang Begini

Iskandar • Rabu, 23 Oktober 2024 | 04:28 WIB

Mendes dan Daerah Tertinggal Yandri Susanto (IST)
Mendes dan Daerah Tertinggal Yandri Susanto (IST)
RADARSEMARANG.ID—Surat undangan haul (peringatan hari wafat) ibu Menteri Desa dan Daerah Tertinggal Yandri Susanto kepada kepala desa di Sindangheula, Pabuaran, Serang, dengan kop kementerian viral di media sosial.

Warganet pun bereaksi keras atas surat tersebut. Salah satunya disuarakan oleh Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD.  Mahfud  menegur keras Yandri Susanto, terkait penggunaan kop surat resmi kementerian untuk keperluan pribadi. 

Surat resmi tersebut menggunakan kop surat Kementerian Desa dan Daerah Tertinggal Republik Indonesia, lengkap dengan tanda tangan resmi Yandri dan stempel kementerian.

Narasi di dalamnya menunjukkan kehadiran para undangan dalam kapasitas formal, meski acara tersebut jelas bersifat pribadi dan keluarga.

Sentilan Mahfud MD dilakukan dengan mengunggah foto surat kontroversial tersebut di media sosial. Melalui akun IG-nya, pada Selasa 22 Oktober 2024,  Mahfud MD menulis: "Masih sangat pagi di hari ini, ketika seorang teman memberitahu kepada saya bahwa ada seorang Menteri baru yang mengundang acara Haul (peringatan hari wafat) ibunya yang kedua sekaligus syukuran di Ponpes menggunakan surat dengan kop dan stempel resmi kementerian.”

Mahfud menggarisbawahi bahwa jika benar surat itu dikeluarkan untuk acara pribadi, maka tindakan tersebut keliru. Ia menegaskan hal tersebut sebagai pelanggaran atau kesalahan pejabat publik.

Baca Juga: Soal Dugaan Pengusiran dan Perampasan HP Panwas Usai Kampanye, Cabup Demak Edi Sayudi Bilang Begini

"Kalau benar ada surat itu maka hal tersebut salah. Kop surat dan stempel resmi, tak boleh dipakai untuk acara pribadi dan keluarga, termasuk ponpes dan ormas sekali pun. Harus hati-hati menggunakan atribut dan simbol-simbol pemerintahan," tulis Mahfud.

Merespons hal itu, Yandri memastikan tak ada muatan politis dalam kegiatan haul yang diselenggarakannya. Namun, dia mengucapkan terima kasih kepada eks Menko Polhukam Mahfud MD yang menegurnya lewat akun X (Twitter) dan IG-nya.

"Itu bisa koreksi lagi nanti, yang pasti tidak disalahgunakan dan dibelokkan. Terima kasih kepada Pak Mahfud, Insya Allah tidak akan diulangi lagi, ini murni haul emak kami," kata Yandri ujar Yandri Susanto usai acara haul di Pondok Pesantren BAI Mahdi Sholeh Ma'mun, Pabuaran, Serang, Banten, Selasa (22/10).

Baca Juga: Terungkap! Ternyata Ini Motif Pembunuhan Perempuan di Kamar Kos Peterongan Semarang, Pelaku Bilang Begini

Yandri menjelaskan, tak hanya mengundang kepala desa dan staf. Pj Gubernur Banten dan para tokoh masyarakat setempat juga diundang. "Sebenarnya undangan bukan hanya kepala desa saja, kita juga undang Pj Gubernur, kita undang juga kepala darah lain, rektor, alim ulama, tokoh masyarakat, memang salah satu itu (kepala desa)," ucapnya.

Pada acara haul itu, istri Yandri, Ratu Zakiyah, turut mendampingi. Ratu Zakiyah saat ini maju sebagai calon Bupati Serang pada Pilkada 2024. Yandi menegaskan tak ada arahan untuk memilih Ratu. "Walaupun nyumbang makanan atas nama emak kami dan syukuran kami sebagai putranya, inilah cara kami berbakti kepada orang tua," tuturnya. (isk)

Editor : Iskandar
#yandri susanto #Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal #MAHFUD MD #Menko Polhukam Mahfud M.D #Calon bupati serang #Mendes Yandri