RADARSEMARANG.ID, Jakarta—Buntut viralnya cuitan asisten Stafsus Presiden, Yasmin Nur yang sempat trending topic di platform media sosial X, membuka tabir besaran gaji asisten dan stafsus Presiden di lingkaran Istana.
Yang menarik, seorang Asisten Stafsus Presiden juga memiliki bawahan yang disebut Pembantu Asisten. Yang membuat netizen terbelalak, meski hanya berstatus pembantu asisten stafsus, namun gajinya besar. Asisten Stafsus bernama Yasmin Nur mencuit informasi terkait gaji pembantu asisten. Yasmin menyebut nilainya mencapai Rp23 juta.
Cuitan Yasmin mengundang reaksi netizen. Apalagi di tengah kondisi ekonomi yang sedang sulit dan masih sulitnya generasi Z mendapatkan pekerjaan.
Seorang netizen berakun @ffikrxxxx menulis, "Kalau pakai hitungan 1 orang 2 asisten, 1 asisten punya 2 asisten lagi. Tiap bulan negara keluar kurang lebih Rp245 juta buat gaji pokok 1 tim. Bayangin stafsus milenial aja ada 7. Tiap bulan negara keluar Rp1 miliar lebih buat gaji orang-orang yg belum tentu dibutuhin ini," tulis akun itu pada Sabtu (7/9/2024).
Sebenarnya, berapa sih gaji seorang Stafsus Presiden dan para asisten dan pembantunya? Nah, bedasarkan Pepres Nomor 144 Tahun 2015 tentang Besaran Hak Keuangan bagi Staf Khusus Presiden, Staf Khusus Wakil Presiden, Wakil Sekretaris Pribadi Presiden, Asisten, dan Pembantu Asisten terdapat 4 jabatan yang mendapatkan gaji bulan.
- Staf Khusus: Rp51 juta
- Wakil Sekretaris Pribadi Presiden: Rp36,5 juta
- Asisten: Rp32,5 juta
- Pembantu Asisten Rp19,5 juta.
Untuk diketahui, sebelumnya Yasmin Nur, mantan asisten staf khusus (stafsus) presiden, akhirnya meminta maaf atas tindakannya yang telah memicu kegaduhan di media sosial beberapa hari terakhir. Yasmin menyadari pernyataan kontroversialnya di Instagram dan X telah menyakiti hati masyarakat.
Dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (7/9), Yasmin menyampaikan, “Saya Yasmin Nur, dari lubuk hati terdalam memohon maaf atas segala tulisan yang diunggah di akun sosial media pribadi saya, yang menyinggung pun menyakiti hati masyarakat. Sebagai warga biasa, saya tidak lepas dari kealpaan dalam berucap maupun bertindak.”
Tidak hanta itu, Yasmin juga meminta maaf kepada Sekretariat Kabinet yang ikut terseret dalam kegaduhan tersebut. Yasmin mengaku bersalah. Ia tidak menyadari dampak dari perbuatannya terhadap marwah institusi.
Yang menarik, Yasmin mengaku telah mengundurkan diri sebagai asisten stafsus Presiden, per 2023 lalu.
Untuk itu, Yasmin menyampaikan bahwa yang terjadi saat ini, tidak ada sangkut pautnya dengan instansi atau kelembagaan manapun.
Masalah yang belakangan muncul, tulis Yasmin, murni tanggung jawab pribadi sebagai warga negara.
"Saya memohon maaf kepada instansi dan tempat dimana saya pernah menjalani pekerjaan, yang mungkin saja terkena dampak atas tulisan yang sempat diunggah di akun sosial media pribadi saya," tulis Yasmin.
Karena itu, Yasmin mengaku siap bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan. Sebagai bentuk rasa tanggung jawab, Yasmin menutup media sosialnya.
"Dengan demikian, semalam unggahan saya merespons utas di platform X saya hapus berikut dengan menutup akun pribadi saya. Sebagai warga negara yang patuh pada hukum, tentu saya siap dengan segala konsekuensi yang timbul dari peristiwa ini. Ini adalah murni tanggung jawab saya pribadi," kata Yasmin.
Yasmin menyampaikan bahwa kegaduhan di media sosial menjadi momen dirinya untuk memperbaiki diri.
"Saya menyadari, respon di sosial media adalah pembelajaran bagi saya agar bertumbuh sebagai bagian dari masyarakat untuk terus berbenah dan memperbaiki diri.”
Nama Yasmin Nur belakangan menjadi trenting di X. Yasmin menajdi sorotan netizen gegara serangkaian pernyataanya di medsos soal jabatan asisten stafsus presiden pada Jumat (6/9). Kegaduhan berawal dari perseteruan Yasmin dengan seorang netizen di X.
Yasmin merasa kompetensinya sebagai data analyst direndahkan oleh seorang netizen. Ia lantas meresponsnya, dengan membanggakan jabatannya di istana. "Seseorang yang kurang kompeten itu menduduki posisi penting sebagai asisten staf khusus presiden," tulis Yasmin
Dia juga mengungkap bahwa gaji asisten stafsus bisa mencapai Rp 23 juta.
Yasmin mengungkap bahwa gaji seorang pembantu asisten mencapai Rp 23 juta per bulan. Pengakuan itu dibuatnya untuk menanggapi cicitan @luffydcahyo yang mengarah kepadanya. Yasmin merasa sebagai orang yang disindir Dheo, yang melabelinya tidak memiliki skill, namun tiba-tiba menjadi asisten staf khusus presiden.
Karena status itu viral, Yasmin pun tiba-tiba ikut terlibat adu argumen dengan Dheo. Yasmin terlihat tersinggung dengan cicitan Dheo, yang sebenarnya tidak menyebut nama.
"Adek kelas gue @luffydcahyo berhasil fitnah pekerjaan saya secara ugal-ugalanan. Saya telat nimbrung. Saya tau perkara ini karena dicolek temen-teman analis. Risih sama twit awur-awurannya. Sudah salah nulis gelar jurusan. Eh salah pula gosipin kerjaan orang! Gue heran lo ada masalah apa?!" kata Yasmin yang marah dengan cuitan milik Dheo.
Yasmin lantas mengancam akan membawa Dheo ke jalur hukum atas tudingan tersebut. "Laporin Bareskrim ga yah udah pernah sih menjarain orang kasian banget
Tidak lama setelah itu, akun X Yasmin raib. Namun, sebagian warganet sudah membuat tangkapan layar status Yasmin.
Warganet pun membuka identitas Yasmin yang merupakan alumnus Prodi Ilmu Politik dan Pemerintahan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Yasmin kemudian melanjutkan pendidikannya di Universitas Pertahanan (Unhan) Sentul.
Yasmin mengaku sebagai Asisten Staf Khusus Presiden di bawah Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) sejak November 2021 hingga saat ini.
Dia juga menjadi co-founder Kawal Sidang Indonesia sejak Januari 2022 hingga sekarang. Yasmin mengaku, pernah bekerja di Biro Humas Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Divisi Humas Polri, hingga humas PT Pertamina. (isk)
Editor : Iskandar