Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Jaga Anak Kalian, Bahaya Tren TikTok Chroming, Bisa Bikin Celaka

Deka Yusuf Afandi • Kamis, 5 September 2024 | 18:34 WIB
Korban trend
Korban trend

RADARSEMARANG.ID –  Kasus tren TikTok yang mengakibatkan korban mengalami koma terjadi di Inggris, bahkan korban dinyatakan meninggal oleh tim medis setempat.

Tren tersebut bernama "Chroming" , tren yang viral di TikTok baru-baru ini.

Karena mengikuti tren Tiktok "Chroming".  Seorang anak laki-laki berusia 12 tahun di Doncaster, South Yorkshire, Inggris harus dibawa ke rumah sakit karena serangan jantung setelah mengikuti tren tersebut.

Berikut rangkuman informasi mengenai anak 12 tahun dilarikan ke RS karena tren TikTok "Chroming".

  1. Pengaruh tren TikTok di kalangan anak-anak

Cesar Watson-King, anak laki-laki berusia 12 tahun dilarikan ke rumah sakit pasca mengikuti tren TikTok "Chroming". Ia diduga telah menghirup sekaleng antiperspiran karena mengikuti tren itu.

Dikutip dari Daily Mail, Cesar awalnya ditunjukkan video tren TikTok "Chroming" oleh seorang anak laki-laki yang lebih tua darinya.

Sebagai informasi, tren TikTok "Chroming" yakni menghirup sisa bau/asap beracun dari kaleng deodoran, hairspray, dan penghapus cat kuku untuk mencapai 'rasa senang' atau high.

  1. TikTok "Chroming"

Bukannya mendapatkan sensasi high tadi, Cesar malah ditemukan kejang-kejang oleh sang Mama, Nichola King. Ia menemukan anaknya di lantai dapur dan mengalami kejang.

Perempuan berusia 36 tahun itu melakukan CPR untuk membantu anaknya bernapas. Sementara saudaranya yang ada di sana membantu sang Mama menelepon ambulans.

  1. Bahaya tren TikTok "Chroming"

Cesar dilarikan ke rumah sakit karena mengalami kejang lebih lanjut ditambah dengan serangan jantung. Ia pun jatuh dalam kondisi koma.

Orangtua Cesar membagikan gamba mengerikan dari paramedis yang melakukan kompresi dada dalam upaya untuk menyelamatkan anaknya. Ini juga menjadi peringatan penting untuk orangtua mengawasi anak ketika melakukan tren tertentu di media sosial.

"Chroming" telah digunakan sebagai istilah slang untuk menggambarkan tren menghirup asap beracun, yang pertama kali muncul di Urban Dictionary pada tahun 2006.

  1. Kepopuleran tren TikTok "Chroming"

Meski sudah muncul sejak 2006 lalu, baru-baru ini tren TikTok "Chroming" populer di kalangan anak-anak remaja di platform media sosial.

Mengenang cobaan berat Cesar, Ms King berkata: 'Saya baru saja selesai menyusui bayi saya dan hampir tertidur ketika saya mendengar suara ledakan yang sangat keras. Saya pikir salah satu anak telah melakukan sesuatu.

Berkaca pada kasus bulan Maret, Tommie-lee Gracie Billington yang berusia 11 tahun dari Lancaster, Inggris meninggal setelah diduga mencoba tren tersebut. Ia melakukan tren tersebut saat menginap di rumah temannya.

Saat itu Tommie-Lee langsung mengalami serangan jantung dan meninggal. Rumah sakit melakukan segala cara untuk mencoba untuk menghidupkannya kembali, tetapi tidak berhasil.(dka/bas)

 

Editor : Baskoro Septiadi
#viral tiktok #chroming #chroming challenge #tiktok