Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Gempa Jogjakarta Magnitudo 5.8 Ternyata Bagian dari Aktivitas Megathrust, Ini Kata Ahli BMKG

Muhammad Iqbal Amar • Selasa, 27 Agustus 2024 | 06:21 WIB

 

Kondisi Pasar Prambanan pasca gempa
Kondisi Pasar Prambanan pasca gempa

RADAR SEMARANG.ID-Gempa bumi yang mengguncang Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) dan Jawa Tengah ternyata merupakan bagian dari aktivitas Megathrust.

Gempa bermagnitudo 5.8 itu telah memberikan dampak kerusakan hampir di semua wilayah kota atau Kabupaten di Jogjakarta.

Hal itu diungkapkan oleh @DaryonoBMKG dalam akun Twitter (Sekarang X).

"Pusat gempa di bidang kontak antar lempeng (megathrust) M5,5," tulisnya di X.

Baca Juga: Soal Kericuhan Demo Mahasiswa di Balai Kota Semarang, Polisi Bilang Begini

Baca Juga: Dua Anak yang Tenggelam di Waduk Jatibarang Semarang Ditemukan Penyelam dengan Posisi Berdekatan di Kedalaman 30 Meter

Diungkapkan Daryono, pada Senin (26/08/2024) pukul 19.57.42 WIB Samudra Hindia, Selatan  Gunungkidul diguncang gempa tektonik.

Hasil analisis BMKG, lanjutnya, menunjukkan gempa ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,5.

Adapun Episenter di laut pada jarak 107 Km arah Barat Daya Gunungkidul kedalaman 42 km.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalamannya, kata Daryono, gempa selatan Gunungkidul M5,5 merupakan jenis gempa dangkal akibat deformasi batuan di bidang kontak antar lempeng (megathrust).

pengawal Indonesia Tsunami Early Waning System (InaTEWS) setia memonitor gempa 24 jam/7 hari non-stop
pengawal Indonesia Tsunami Early Waning System (InaTEWS) setia memonitor gempa 24 jam/7 hari non-stop

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa memiliki mekanisme naik (thrust).

Gempa Gn Kidul M5,5 dirasakan di Sleman, Yogyakarta, Kulonprogo dan Bantul dengan skala intensitas III-IV MMI , di Karangkates, Malang, Pacitan, Nganjuk, Trenggalek, Madiun, Kediri, Blitar, Cilacap, Banyumas, Solo, Surakarta dan Klaten dengan skala intensitas II-III MMI.

Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi Gn Kidul M5,5 yang terjadi TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI .

Hingga pukul 20.45 WIB, hasil monitoring BMKG utk Gempa Gn Kidul M5,5 menunjukkan telah terjadi 11 (sebelas) kali aktivitas gempabumi susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar M4,0 dan magnitudo terkecil M2,6.

 "Kami pengawal Indonesia Tsunami Early Waning System (InaTEWS) setia memonitor gempa 24 jam/7 hari non-stop," jelas Daryono sambil membagikan foto siaga bersama tim. (*)

Editor : Iskandar
#Sleman #daerah istimewa jogjakarta #gempa megathrust #megathrust #gunungkidul #gempa bumi #Kulonprogo #samudera hindia #Daryono BMKG #bantul #kota jogjakarta #JAWA TENGAH #info gempa terkini #BMKG