RADARSEMARANG.ID, Semarang - Sebanyak 158 kelas 5 dan 6 siswa SDN Jatisari Mijenemeringati Hari Pramuka setiap tanggal 14 Agustus, sekaligus Hari Kemerdekaan HUT RI pada 17 Agustus mendatang dengan cara unik.
Mereka mencium dan mencuci bendera merah putih serentak, Selasa (13/8/2024).
Baca Juga: Rekomendasi 10 Film Indonesia Asyik Ditonton dalam Memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia
Pelaksanaannya, usai upacara pembukaan Kemah Karakter, mereka kemudian melakukan baris berbaris. Masing-masing anak sudah membawa bendera merah putih dari rumah.
Kemudian, mencium sang bendera dan mencelupkan bendera dalam ember berisi air secara bergiliran. Setelahnya di jemur mengelilingi halaman sekolah.
Kepala Sekolah SDN Jatisari Lia Maylawani Hariyanti menjelaskan diadakannya kegiatan ini sebagai bentuk penanaman karakter.
Baca Juga: Inilah Tema dan Makna Logo Hari Pramuka ke-61 Tahun 2022
"Pencucian bendera itu artinya kita merawat bendera kita, itu juga sama seperti kita merawat jiwa kita. Untuk mengenalkan pada anak-anak, kita tanamkan bendera sebagai lambang negara sehingga bila melihat bendera yang kotor segera dibersihkan, karena ini adalah milik negara," kata Lia di sela kegiatan Kemah Karakter.
Perkemahan karakter dalam Pramuka ini sendiri, lanjut Lia, juga bagian dari pengamalan P5 alias Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila.
Keduanya memiliki nilai-nilai Pancasila yang tertanam khususnya di kehidupan sehari-hari. Sehingga pendidikan karakter dilakukan secara riang gembira.
Lia menilai sangat penting diajarkan pendidikan karakter sejak dini, terutama etika.
"Apalagi anak-anak zaman sekarang yang luar biasa, dan hari ini seharian anak-anak akan lepas dari HP, anak-anak akan bersosialisasi disini, akan saling bercerita, juga menumbuhkan karakter semalaman dengan peserta didik lain," kata Lia.
Selain itu, karakter yang tak kalah penting yakni sopan santun, cara bicara, dan menyapa teman, begitu. Di sekolah dasar ini, memang yang harus diutamakan karakter dulu.
Menurut Lia, jika sudah ada karakter akan jadi disiplin, kemudian mereka sudah terdidik dan membudaya pasti untuk pembelajaran mudah dan punya rasa mandiri untuk belajar.
"Harapan saya kedepannya anak-anak ini menjadi bangsa yang kuat jiwanya, juga karakternya bagus, karena dengan karakter itu akan membangun bangsa ini semakin kokoh," harapnya. (ifa/mg11/mg12)
Editor : Iskandar