RADARSEMARANG.ID - Kebanyakan orang merasa geli dan takut saat melihat ataupun berhadapan dengan seekor ular, terlebih lagi jenis yang berbisa.
Binatang reptilia ini terkenal dengan kemampuannya menyemburkan bisa, melilit dan memakan apapun yang ada dihadapannya.
Meskipun begitu, ular cenderung menghindari konflik dengan manusia, tentunya karena perbedaan ukuran.
Ular menjadi sebuah ketakutan yang secara kolektif diamini oleh kebanyakan masyarakat dan diperbolehkan untuk dibunuh.
Masyarakat kadang kali acuh dengan peran ular dalam menjaga ekosistem di lingkungan sekitar, sehingga mewajarkan pembunuhan terhadap binatang melata satu ini.
Menurut team @rivercleanupindonesia, organisasi yang bergerak dalam kebersihan lingkungan menjelaskan pentingnya keberadaan ular dalam sistem rantai makanan.
Ular merupakan pengendali hama alami yang memangsa tikus, katak dan berbagai serangga yang berpotensi menjadi hama tanaman.
Dibantu tim @exalos_indonesia, yakni sebuah kelompok penyelamatan satwa liar terutama ular dan mengedukasi masyarakat tentang satwa satu ini.
Harapannya, masyarakat sadar terhadap kelestarian ular dan tidak termakan hoaks mitos yang merugikan ular dan petani.
Penanaman edukasi mencintai reptil juga sering disosialisasikan ke anak-anak dalam jenjang pendidikan SD untuk membantu memberi pelajaran bahwa ular juga makhluk hidup yang berhak untuk hidup.
Bahkan ular juga membantu manusia untuk menjaga kestabilan rantai makanan karena binatang ini memangsa tikus dan serangga yang kerapkali menghancurkan hasil panen petani.
Ular seharusnya bisa berdampingan hidup dengan tenang bersama manusia asal lingkungan tempat tinggalnya tidak dirusak oleh manusia.
Lalu bagaimana jika ada kasus ular masuk ke rumah warga? hal ini bisa kita berakibat fatal jika salah satu pihak terprovokasi dan pada akhirnya merugikan pihak yang lain.
Baca Juga: Populasi Macan Tutul Jawa di Taman Nasional Meru Betiri Naik 30% Dalam Setahun
Jangan panik, dilansir JawaPos berikut beberapa cara yang bisa dilakukan saat berhadapan dengan ular yang memasuki wilayah rumah anda
1. Evakuasi semua orang yang berada di dalam rumah
Ular merupakan binatang pemalu dan umumnya tidak akan memulai menyerang jika tidak ada provokasi, kondisikan seluruh anggota keluarga anda, tutup akses keluar dari ruangan tempat ular tersebut berada.
2. Jangan mencoba untuk menangkap atau memprovokasi ular
Tidak semua orang bisa untuk mengidentifikasi suatu jenis ular, usahakan tidak perlu ambil resiko dan langsung hubungi ahli yang memang kompeten dalam bidangnya.
3. Mengawasi pergerakan ular
Saat merasa terancam, ular akan mencoba berpindah tempat ke tempat yang dirasanya aman, hal ini bisa anda awasi untuk segera memberitahukan petugas atau ahli dimana tempat ular tersebut bersembunyi.
4. Menghindari rumput tinggi di sekitar rumah
Jika rumah anda memiliki rumput yang tinggi, sebisa mungkin potong yang rajin untuk menghindari ular menempati lokasi tersebut.
Kontrol juga pertumbuhan hewan pengerat yang berada di rumah anda, karena hewan pengerat seperti tikus merupakan makanan yang bisa mengundang ular masuk ke rumah anda.
5. Hubungi ahli secepat mungkin
Seperti disinggung sebelumnya, penanganan ahli menjadi bantuan yang sangat penting, Jangan gegabah melakukan aksi yang bisa menimbulkan resiko, biarkan para ahli yang mengurus ular tersebut.