RADARSEMARANG.ID - Di masa sekarang, dengan pertumbuhan ekonomi yang makin tinggi, membeli rumah merupakan impian seluruh anak muda Indonesia.
Dengan harga jual yang melambung dan lahan yang makin menyempit, anak-anak muda Indonesia terancam hanya bisa mengontrak rumah seumur hidup.
Tapi tenang, seorang Investor senior asal Jakarta, yakni Lo Kheng Hong membagikan strategi dan tips untuk mencapai impian banyak orang ini.
Lo Kheng Hong, atau sering disebut Warren Buffetnya Indonesia menceritakan bagaimana caranya ia bisa menjadi seperti sekarang.
Bahkan diawal masa merintis karirnya, ia sempat menumpang di rumah tua bibinya yang hanya berukuran 5x10 tanpa lantai keramik.
Yang pertama, Lo Kheng Hong memberi pesan bahwa tak perlu sungkan untuk menumpang di rumah saudara atau kerabat.
Yang perlu digarisbawahi hal ini adalah saat kondisi belum terbilang mumpuni atau cukup layak untuk mengajukan permohonan KPR.
Kedua, tetap berinvestasi sambil mengumpulkan uang untuk beli rumah. Sambil terus menerapkan strategi value investing.
Value investing merupakan metode untuk membeli saham di bawah harga wajarnya atau sering disebut dengan saham yang undervalue, untuk kemudian dijual di harga wajarnya.
Dilansir investopedia.com, konsep dasar di balik investasi nilai sehari-hari sangatlah mudah: Jika Anda mengetahui nilai sebenarnya dari sesuatu, Anda dapat menghemat banyak uang saat membelinya.
Kebanyakan orang akan setuju bahwa apakah Anda membeli TV baru saat obral, atau dengan harga penuh, Anda akan mendapatkan TV yang sama dengan ukuran layar dan kualitas gambar yang sama.
Berkat investasi ini pula yang mengantarkan Lo Kheng Hong mendulang cuan dan bisa membeli rumah yang ia impikan.
Baca Juga: Mengenal Red Devil, Spesies Ikan Invasif yang Berkembang Biak Secara Masif di Rawa Pening
Yang terakhir adalah tetap mengontrol pengeluaran walupun rumah sudah terbeli.
Walaupun rumah sudah terbeli, kita juga harus tetap mengontrol pengeluaran agar tidak minus dikemudian hari.
Menurut Lo Kheng Hong, pengeluaran terbesar setelah rumah terbeli adalah belanja perabotan, Bahkan nilai persentasenya bisa mencapai 30% sendiri.
Cara hematnya, kita bisa memangkas pengeluaran belanja perabotan dengan membeli barang bekas yang masih layak pakai, atau memberi perabotan langsung ke supplier agar mendapat harga yang lebih murah.
Nah itu dia beberapa strategi yang dibagikan oleh Lo Kheng Hong agar Gen-Z juga bisa mulai berinvestasi dan memiliki rumah secepat mungkin.
Editor : Baskoro Septiadi