SEMARANG.ID, Semarang– Jembatan kaca Tinjomoyo belum memenuhi SOP (Standar Operasional). Hal itu sesuai hasil kajian yang dilakukan pihak terkait.
Pemkot Semarang pun tak mau grusah grusuh membuka objek wisata yang ada di Kecamatan Banyumanik tersebut. Sebab, masih banyak pembenahan dan penambahan sarpras.
Hal itu juga menjadi perhatian Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu. Mbak Ita-sapaan akrabnya- meminta dinas terkait untuk melengkapi sarpras di objek Jambatan Kaca Tinjomoyo. Apalagi saat ini progres pembangunan masih belum seratus persen.
"Dari kajian yang ada, ternyata ditemukan permasalahan yang harus segera dilakukan pembenahan-pembenahan," beber Mbak Ita.
Menurutnya, jembatan kaca tersebut belum memenuhi SOP, sehingga masih perlu banyak pembenahan. "Jembatan ini masih 3/4 sehingga perlu dibangun ¼-nya lagi agar sampai ke seberang," imbuhnya.
Fasilitas lain yang perlu dilengkapi yakni toilet, tempat istirahat, dan tempat tunggu, serta loker barang. Mbak Ita menegaskan, Jembatan Kaca Tinjomoyo belum bisa beroperasi pada 2024 ini. Pemkot masih fokus ke sarpras dan melengkapi fasilitas yang harus ada.
“Masih perlu kajian dan planning mendalam. “Sehingga nyaman, aman, dan bisa memberikan kontribusi nantinya," tegasnya.
Diketahui, pembangunan Jembatan Kaca Tinjomoyo menurut laman resmi semarangkota.go.id menggunakan APBD Kota Semarang senilai Rp 11 miliar. Proyek ini sempat tertunda pada 2021 lalu, karena adanya permasalahan pada kontraktor pengerjaan. Dan akhirnya pembangunan bisa dirampungkan pada akhir Desember 2022. Namun hingga tahun ini, proyek tersebut belum diresmikan Pemkot Semarang.
Jembatan itu menggunakan lantai tempered laminated glass dengan beberapa segmen. Per segmen 2,5 meter X 1,5 meter dengan tebal 61,56 milimeter. Sementara untuk bentang jembatan sepanjang 64 meter dan lebar 1,5 meter.
Wali kota juga meminta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang untuk memprioritaskan pembangunan sarpras objek wisata tahun ini. Mbak Ita ingin semua objek wisata yang ada di Ibu Kota Jateng ini tertata dan menarik, sehingga dapat menjadi magnet wisatawan. Dengan begitu bisa mendongkrak perekonomian. (den/zal)