RADARSEMARANG.ID - Badak Sumatera atau bernama latin Dicerorhinus sumatrensis adalah sub keluarga dari spesies Rhinocerotidae.
Badak Sumatera adalah salah satu jenis badak yang tinggal di kepulauan Indonesia selain Badak Jawa.
Badak ini merupakan spesies yang rentan punah (Critically Endangered) menurut IUCN.
Berdasarkan hasil Population Viability Analysis badak sumatera tahun 2015, saat ini populasinya diperkirakan kurang dari 80 ekor.
Badak Sumatera merupakan spesies badak terkecil di dunia, ia juga spesies badak satu-satunya yang memiliki bulu lebat di tubuhnya.
Menurut Yayasan Badak Indonesia, Badak Sumatera dapat ditemukan di hutan-hutan Sumatera seperti: di Taman Nasional Leuser , Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, dan Taman Nasional Way Kambas , dan sedikit populasi yang terisolir di Kalimantan.
Kabar gembira hadir di salah satu penangkaran badak di Taman Nasional Way Kambas, Lampung.
Diketahui seekor badak betina bernama Delilah melahirkan seekor anak berkelamin lelaki pada 25 November 2023.
Delilah diketahui merupakan keturunan kedua dari indukan asli Way Kambas bernama Ratu dan Andalas.
Sedangkan Harapan, pejantan yang mengawini Delilah merupakan hasil dari pengembalian yang dilakukan oleh hasil penangkaran kebun binatang Cincinnati, Amerika Serikat.
Badak Delilah diketahui melahirkan anaknya pada pukul 04.00 WIB, lebih cepat dari perkiraan kelahiran.
Kementerian Lingkungan Hidup menyatakan bersukacita atas kelahiran anak badak Sumatera ini.
"Kita bersyukur atas kelahiran kelima di SRS TNWK sekaligus, sekaligus menjadi kelahiran badak Sumatera kedua ditahun 2023" Ujar Sri Nurbaya, Menteri LHK dilansir akun resmi instagram @kementrianlhk.
Delilah sendiri merupakan badak yang sebelumnya diberi nama oleh presiden Joko Widodo pada 27 Juli 2016.
Penamaan Delilah yang berarti gadis kuat dan penuh anugrah, dibuktikan dengan kelahiran anaknya tanpa bantuan dari petugas TNWK.
Delilah melahirkan secara mandiri di hutan dan keesokannya ditemukan sudah bersama anak yang baru saja dilahirkan.
Kelahiran anak badak jantan ini diharapkan bisa menambah populasi Badak Sumatera, khususnya di Taman Nasional Way Kambas. (*/bas)
Editor : Baskoro Septiadi