RADARSEMARANG.ID, Boyolali - Penyanyi Campursari legendaris Cak Diqin meninggal dunia di Rumah Sakit Pandan Arang (RSPA) Boyolali pada Jumat (10/11) pagi.
Penyanyi bernama lengkap atau Muhammad Shodiqin tersebut telah menjalani perawatan sejak awal Januari lalu.
Hal tersebut dibenarkan Direktur RSPA Boyolali, FX Kristandyoko. "Leres (Benar Cak Diqin meninggal di RSPA,Red), langsung pemulasaran jenazah di sini," terangnya dilansir dari Jawa Pos Radar Solo.
Lebih lanjut, Humas RSPA Boyolali, Handayani mengatakan, Cak Diqin dinyatakan meninggal dunia pukul 07.00 di ICU. Handayani enggan menyebutkan penyebab kematian Cak Diqin.
Namun, dia membenarkan bahwa penyanyi kondang itu memiliki riwayat penyakit. Mendiang Cak Diqin kerap menjalani rawat jalan dan inap sejak 2018 silam.
"Benar, memang memiliki riwayat penyakit. Masuk RS pada 7 Januari pukul 21.30. Memang sudah lama dirawat di sini ya, perkiraan sejak 2018 (Mulai sering dirawat,Red)," jelasnya.
Cak Diqin terkenal sebagai salah satu penyanyi campursari kondang di Tanah Air selain Mathous.
Bahkan jabatan sebagai Penilik Kebudayaan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jayapura dia tinggal demi fokus menjadi seorang seniman. Cak Diqin menjadi seorang PNS pada tahun 1986 silam.
Namun tugas belajar ke Solo menjadi tonggak perjalanan karirnya sebagai seorang penyanyi campursari.
Cak Diqin mendapat tugas belajar oleh negara pada tahun 1993 di STSI Surakarta (sekarang ISI, red). Saat itu seni campursari memang tengah booming di Tanah Air.
Cak Diqin pun akhirnya bergabung dengan grup campur sari Manthous Tahun 1994. Musisi kelahiran Banyuwangi, 15 April 1964 tersebut mulai menciptakan lagu campur sari di tahun 1996.
Baca Juga: Jadwal Pertandingan Timnas Indonesia di Piala Dunia U-17 2023
Cak Diqin mengaku hingga kini sudah lebih dari 150 lagu ia ciptakan. Beberapa lagu populer karya Cak Diqin antara lain Cinta Tak Terpisahkan, Tragedi Tali Kutang, Slenco, Sepur Argo Lawu, dan Lohan.
Cak Diqin juga mendirikan pondok pesantren (ponpes) di Boyolali, Jawa Tengah. Lokasinya di Kecamatan Banyudono, Boyolali, namanya Ponpes Tanah Jawi.
Berikut profil singkat Cak Diqin berdasar penuturan Cak Diqin dan berbagai sumber.
Nama : Muhammad Shodiqin
Nama Panggung : Cak Diqin
Tempat Tanggal Lahir : Banyuwangi, 15 April 1964
Pasangan : Nyimut Sri Lestari
Anak :
- Muhammad Fajrul Khadafi
- Muhammad Sunan Alit
- Salsabila Hananti
- Renik Nada Lokananta
Penghargaan yang Pernah Diraih :
- Penghargaan "Karya Produksi Terbaik Bidang Lagu Berbahasa Daerah" dari AMI Awards 2006 (bersama Ami Ds).
- Rekor MURI nomor 2944 untuk pentas campursari tanpa henti 33 jam, 33 menit, 33 detik (sebagai ketua CCI, dibantu Pemerintah Kabupaten Karanganyar) tahun 2007.
- Rekor MURI untuk pentas campursari tanpa henti 66 jam, memperingati HUT Bhayangkara tahun 2012 (sebagai ketua CCI, didukung Polda Jawa Tengah).
- Rekor MURI untuk pentas campursari tanpa henti 73 jam, memperingati HUT TNI, tahun 2014 (sebagai ketua CCI, didukung Kodam IV/Diponegoro).
- Rekor MURI untuk pentas campursari tanpa henti 90 jam, memperingati Hari Jadi Gunungkidul yang ke-185 (didukung oleh Pemda Kabupaten Gunungkidul dan 45 Grup campursari dari Gunungkidul dan sekitarnya). (*/bas)
Editor : Baskoro Septiadi