RADARSEMARANG.ID, LIMA tahun silam, Puncak Bundu pernah menjadi primadona para pemburu spot ber-selfie.
Pandemi Covid-19 membuat destinasi tersebut tak seramai dulu. Apalagi, kini sudah tidak ada yang mengelola.
Namun, meski Puncak Bundu bukan lagi pilihan utama, hingga kini pengunjung terus mengalir.
Selain anak-anak muda dan warga sekitar, tak sedikit para wisatawan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) yang singgah ke sana. Baik lokal maupun mancanegara.
Suginem, pemilik warung di Puncak Bundu, menceritakan bahwa masih cukup banyak wisatawan bule yang nyasar ke sana.
Waktu mampirnya random. Kadang siang hari, kadang pagi.
”Sering ada bule yang datang ke sini dan tanya soal Puncak Bundu. Ya, mereka naik ke atas karena tahu dari internet,” kata Suginem kepada Jawa Pos Radar Malang.
Menurut Suginem, bule itu rata-rata adalah wisatawan yang datang ke objek wisata di kaki Gunung Semeru.
Misalnya, Coban Sewu atau Air Terjun Tumpak Sewu di Kecamatan Pronojiwo, Lumajang.
Setelah itu, mereka lantas singgah ke Malang untuk mengeksplorasi destinasi alternatif lain.
Selain Puncak Bundu, objek wisata alternatif yang menjadi jujukan wisatawan di wilayah tersebut adalah Pantai Licin, Desa Lebakharjo, yang waktu tempuhnya sekitar 1 jam. (fin/c14/ris)
Editor : Agus AP