Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Semarang, separuh jalan tersebut amblas hingga membuat jalan tersebut melengkung.
Amblasnya jalan tersebut akibat curah hujan yang tinggi terjadi beberapa waktu lalu. Ditambah dengan kondisi tanah merah yang gampang terkikis oleh air hujan. Kurang lebih 50 meter jalanan yang amblas dan dengan kedalaman tiga meter.
Kepala Desa Wiru, Khafid menuturkan di jalur tersebut sudah kedua kalinya terjadi amblas atau longsor. Pertama kali terjadi di tahun 2019 dan sudah diperbaiki hingga sekarang.
"Dan sekarang terjadi lagi. Padahal di jalur tersebut sangat padat dilalui oleh warga. Ditambah lagi menjelang lebaran nanti, " ujarnya.
Untuk sementara di area lokasi kejadian, warga menutup salah satu sisi jalan tersebut. Sehingga mengatur jalur lalu lintas dengan cara buka tutup jalur. Sembari menunggu adanya perbaikan dari dinas terkait nantinya.
"Kami kemarin sudah bersurat secara resmi ke PU Provinsi Jawa Tengah untuk memberitahukan kejadian tersebut. Dari pihak PU juga sudah merespon dan semoga tidak terlalu lama perbaikannya, " katanya.
Sementara itu, salah satu pengendara, Ardi menurutnya berbahaya jika terjadi amblas dan longsor. Karena sudah dua kali kejadian serupa yang terjadi di jalur tersebut.
"Hati-hati saja buat pengendara yang akan lewat jalur ini, lewat agak ke kiri. Dan semoga dibangun kembali agar tidak longsor kembali, " ucapnya. (nun/bas) Editor : Agus AP