Kedai yang menyajikan aneka varian ramen ini, mengusung konsep makanan khas Jepang yang halal dan memiliki harga terjangkau.
"Target saya bisa membuka 72 cabang di Indonesia sampai akhir tahun nanti. Apalagi masyarakat Indonesia senang makan mie," kata Yansen Salim Owner RamenYa.
Diproduksi Mesin dari Jepang, RamenYa tak asal masuk ke kota-kota besar seperti Semarang. Yansen mengaku , RamenYa sangat percaya diri dengan kualitas ramen yang disajikan. Bahkan Yansen mengklaim pembuatan ramen yang dilakukan sesuai dengan standar dari Jepang.
"Kami menggunakan mesin dari Fukouka, kota ramen di Jepang, untuk mie dan kaldu. Jadi ramen kami ini sudah standar Jepang," terangnya.
Yansen membocorkan, rahasia kuah dari ramen yang ia tawarkan adalah kuah yang kental dan mie yang kenyal. Kaldu RamenYa sendiri dibuat dengan rebusan tulang yang beratnya sampai satuan ton."Kita rebus tulang selama delapan jam, yang jumlahnya berton-ton," pungkasnya.
Total ada 21 varian mi ramen kuah dan 18 mi ramen kering. Ada juga 9 menu nasi di sini dan beberapa camilan pendamping.
"Kita melakukan inovasi mi ramen tanpa kuah, agar menyesuaikan cita rasa orang Indonesia," tambah Markom RamenYa, Irma Amalia.
Soal harga, menu-menu RamenYa tergolong ramah di kantong. Untuk satu mangkok ramen, dipatok mulai Rp 30 ribuan. (den/web/bas) Editor : Agus AP