Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Penjual Dawet Asal Medan Ini Keliling Indonesia dengan Sepeda Tua Demi Mimpi Lama

Lutfi Hanafi • Senin, 10 November 2025 | 21:00 WIB
KELILING INDONESIA : Sutrisno singgah di Mapolsek Gringsing dalam perjalanannya keliling Indonesia menggunakan sepeda tua, Minggu (09/11/2025).
KELILING INDONESIA : Sutrisno singgah di Mapolsek Gringsing dalam perjalanannya keliling Indonesia menggunakan sepeda tua, Minggu (09/11/2025).

RADARSEMARANG.ID, Batang – Di balik tubuh kurus dan wajah sederhana Sutrisman Siregar, tersimpan semangat baja yang tak lekang oleh usia.

Pria 52 tahun asal Medan ini mungkin tampak biasa—seorang penjual dawet yang kerap disangka hanya hidup dari roda dagangannya.

Namun kini, roda yang ia kayuh bukan lagi gerobak dagangan, melainkan sepeda tuanya, yang membawanya berkeliling Indonesia demi sebuah mimpi masa muda.

Berawal dari tekad sederhana, Sutrisman memutuskan meninggalkan rumahnya di Medan pada 9 Juli 2025, dengan restu ibunda dan keluarga.

Tanpa sponsor, tanpa komunitas, dan tanpa sepeda sport mahal, ia berangkat hanya dengan sepeda tua berhiaskan bendera Merah Putih, selembar niat, dan doa.

“Saya percaya Tuhan akan menolong dan mempermudah langkah saya,” ujar ayah empat anak itu dengan senyum yakin, Minggu (9/11/2025).

Perjalanannya bukan sekadar wisata. Sutrisman ingin napak tilas jejak para pejuang bangsa, menyusuri kota demi kota, menelusuri gedung bersejarah, dan berziarah ke makam para aulia.

Ia menempuh rata-rata 60 kilometer per hari, hanya mengayuh di siang hari, lalu beristirahat di masjid pada malamnya.

Setiap mampir di kantor polisi, ia selalu meminta stempel di buku perjalanannya—bukan sekadar bukti, tetapi simbol amanah dan semangat disiplin. Kini dia mampir di jalur Alas Roban Batang.

“Saya tak dikejar target. Tujuan saya hanya sampai Lombok,” ujarnya saat beristirahat di Polsek Gringsing, Batang.

Saat ditanya kenapa tidak ke Papua, ia hanya tersenyum. Rute paling berat, katanya, adalah Bukit Barisan, di mana ia sempat menuntun sepeda sejauh 10 kilometer karena medan yang terjal.

Perjalanan panjang ini tak selalu manis. Di Jakarta, ban sepedanya bocor, namun seorang warga yang iba langsung membelikannya ban baru.

Sebaliknya, di Pekalongan, ponselnya justru dicuri orang. “Padahal di HP itu ada akun Facebook dan TikTok saya yang sudah banyak pengikut,” kenangnya.

Meski begitu, Sutrisman tak menyerah. Ia membuat akun baru dan tetap berbagi kisah perjalanannya agar orang lain ikut terinspirasi.

Kini, kisah petualangan Sutrisman bukan hanya tentang pedal dan jarak, tapi tentang keyakinan bahwa mimpi tak mengenal usia. Di setiap kayuhan, ada doa, perjuangan, dan cinta pada negeri yang ia sebut rumah.

Bagi yang ingin mengikuti perjalanan inspiratifnya, kunjungi akun Facebook: Sutrisman Siregar Sutris atau TikTok sutris4891. (han)

Editor : Baskoro Septiadi
#Penjual Dawet #keliling indonesia dengan sepeda #medan #Alas Roban #batang