RADARSEMARANG.ID, Batang - H+1 Lebaran Idul Fitri selalu dimanfaatkan masyarakat Desa Klidang Lor, Kecamatan Batang untuk menggelar lomba dayung tradisional.
Kali ini, Lomba dayung diikuti 459 tim dari berbagai daerah lokal, maupun luar Kabupaten Batang. Pj Bupati Batang Lani Dwi Rejeki membuka gelaran lomba Dayung Tradisional 2024, Kamis 11 April 2024.
Lani memberikan apresiasi penuh kepada panitia pelaksana yang telah menyusun dan menggelar acara. Total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp 60 juta.
“Lomba Dayung Tradisional merupakan salah satu bentuk kearifan lokal yang telah diwariskan turun-temurun oleh nenek moyang kita. Dayung tradisional menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan dan budaya masyarakat Kabupaten Batang,” ucapnya usai membuka Lomba Dayung 2024 di Sungai Desa Klidang Lor.
Ribuan orang sudah menyemut dan menantikan perlombaan sejak pagi hari.
Menurutnya, momentum itu tidak hanya menjadi ajang untuk bersaing dan menampilkan kemampuan dayung terbaik, tetapi juga untuk menjaga kelestarian dan keberlangsungan tradisi.
“Saya sangat bangga melihat antusiasme dan semangat peserta yang hadir di acara ini. Lomba Dayung Tradisional ini bukan hanya sebagai kompetisi semata, melainkan juga sebagai ajang mempererat silaturahmi, membangun kebersamaan, dan memperkuat rasa persaudaraan di antara masyarakat Kabupaten Batang dan sekitarnya,” terangnya.
Ia juga berpesan, agar para peserta lomba bisa bertanding secara sportif dalam meraih kemenangan.
Jika memang belum berhasil, harus mengakui keunggulan lawan.
“Semoga masyarakat dan penonton bisa menjaga ketertiban dan keamanan jalannya lomba, jangan ada tawuran, ingat, kita baru saja melewati bulan yang penuh perjuangan jadi jangan sia-siakan hasil dari perjuangan itu,” tandasnya. (yan/bas)
Editor : Baskoro Septiadi